Rumah Makan Pondok Lauk













Rumah Makan Pondok Lauk ini merupakan salah satu dari tempat kuliner yang sering dijadikan sebagai tempat kumpul di  keluargaku. Rumah makan yang memiliki banyak menu lokal ini terletak di Jalan Baharudin nomor 34, Kebon Jahe. Tak begitu jauh dari Masjid Raya Al-Azhom, yang menjadi masjid agung-nya kota Tangerang yang ber-akhlakul kharimah. Aku baru searching, katanya rumah makan ini sudah berada di Tangerang sejak tahun 1981. Percaya sih, sebab aku dan  keluargaku sudah sering makan di sana sejak aku masih seorang pelajar SD. 












Begitu kita masuk dalam lewat pintu masuk yang kedua, serasa tengah mengunjungi Bali yang merupakan Pulau Dewata. Anyway, tambahan lagi, Rumah Makan Pondok Lauk ini juga tak jauh dari SMP Strada Santa Maria dan Alun-alun Kota Tangerang.













Biasanya kalau makan di Rumah Makan Pondok Lauk itu, aku dan  keluargaku ke sananya malam hari. Jarang banget pergi ke sana di siang bolong. Pengin sih, coba makan di sana di siang hari. Tapi kayaknya, dilihat dari interiornya yang cukup berbau alam, waktu paling tepat ke sana, yah memang malam hari. Di sana, kita bisa bebas memilih mau makan di dalam ruangan atau luar ruangan. Kalau makan di luar (bukan bawa pulang yah!), yah kita makannya di dalam saung. Persis kayak foto di atas paragraf ini. Nah, gara-gara keberadaan saung itulah, kalau kita makan di Rumah Makan Pondok Lauk bersama keluarga, suasananya dapet banget. Privasi lumayan terjaga. Tidak perlu sungkan dengan para pengunjung yang lainnya. Ngobrol-ngobrol bersama keluarganya bisa menjadi semakin hangat saja. Mengobrol bersama orang-orang tercinta sembari melihat ikan-ikan koi, yang lalu ada alunan dari para penyanyi kafe, mungkin Rumah Makan Pondok Laut ini layak menjadi nominasi dari best family restaurant di kota Tangerang. 

Berikut menu-menunya (dari situs Pondok Laut).











Yang aku paling sangat ingat dari Rumah Makan Pondok Laut itu seperti arena bermain anak, kolam ikan, para penyanyi kafe, otak-otak di awal kunjungan, saung, hingga yang terakhir, es kelapa muda. Mungkin hal-hal yang kusebutkan itulah daya tarik utama Rumah Makan Pondok Laut.












Mungkin karena itulah, Rumah Makan Pondok Laut ini jadi semakin sering didatangi oleh pengunjung. Padahal waktu aku masih kecil, belum pernah seramai itu dipadati saat weekend. Sampai-sampai Papi harus melakukan reservasi dulu, lalu menunggu salah satu mejanya kosong. Foto di atas itulah buktinya. Salah satu bukti bahwa Rumah Makan Pondok Laut ini wajib dikunjungi. Saranku: datanglah pada saat malam hari. Mungkin datang pada jam lima sore, masih dianjurkan. 



















Foto di atas dan di bawah berikut ini merupakan apa yang aku dan  keluargaku makan sewaktu berkunjung ke Rumah Makan Pondok Laut Agustus 2015 yang lalu. Ikan baronang bakar-nya, asparagus-nya, kangkung cah-nya,..... hmm, sangat DEP SEDEP! Memang agak mahal (secara perorangan), namun it's more worthier!
















Mungkin family restaurant-family restaurant seperti Pondok Laut ini, harga tidak menjadi persoalan. Sebab, mungkin yang ditawarkan itu bukan masakannya, melainkan nuansa dan suasana tempatnya. Lagipula, kalau datangnya secara berkala, juga tidak akan bikin bangkrut, bukan? Beramai-ramai pula, lagian.

(Ya iyalah, datang ke tempat kuliner begini sendirian saja, itu sama saja dengan bunuh diri!)





No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.