Ngomongin Sushi Tei







Di Sushi Tei cabang Flavor Bliss, Alam Sutera.






Tiap melewati Sushi Tei, aku selalu ingat waktu pertama kali ke sana. Itu sekitar bulan Agustus 2015. Sehabis adikku, Kiti, lulus kuliah, aku dan keluargaku langsung merayakannya di restoran Jepang yang tentunya berbeda dengan Hoka-Hoka Bento dan Yoshinoya. Sebab, Sushi Tei ini salah satu dari restoran Jepang yang sungguh menyediakan masakan Jepang dengan bahan yang mungkin diimpor langsung dari Jepang. Entah itu untuk sebagian, entah pula itu untuk keseluruhan bahan masakan. Sudah pasti harga tiap menu di Sushi Tei malah lebih mahal daripada Hanamasa. Bahkan, konon, dagingnya juga impor langsung dari Nagoya, Jepang. Entah benar, entah tidak.

Aku juga selalu teringat kata-kata adikku waktu pertama kali membaca kata 'gohan'. Dengan mimik polosnya, dia bertanya kepada pelayan perempuannya, "Gohan itu apa yah?" Aku terkekeh-kekeh dalam hati sambil menjawab pertanyaannya dalam batinku: 'Gohan itu artinya nasi, Kit,'. Maklum, setahun sebelumnya sempat aku belajar bahasa Jepang. Sedikit-sedikit mengerti aku beberapa kosa kata dalam bahasa Jepang. Mungkin dikira dia, gohan ini semacam masakan Jepang dengan bentuk dan rasa yang unik kali yah? Huahaha. 

By the way, aku lupa waktu itu memesan apa. Kalau dilihat dari foto-fotonya, yang aku tangkap, ada sushi, ada sashimi, ada miso souri, ada ramen, juga ada beberapa menu manis-manisan lainnya. Itu seperti yang dipesan oleh Papi, yaitu Mille Crepes. Mille Crepes ini sangat luar biasa DEP SEDEP. Bikin air liur menetes-netes saat sudah ada di hadapan mata. Bikin ketagihan juga.













No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.