Inikah yang Dinamakan Soto Tangkar?














Menurut sejarahnya, pada zaman penjajahan Belanda, ketika para meneer Belanda akan mengadakan pesta, mereka biasanya memotong sapi untuk pesta tersebut. 
Para meneer akan menyisahkan bagian-bagian tertentu dari sapi yang dipotong untuk diberikan kepada para pekerja diantaranya adalah, bagian kepala, bagian dalam (paru-paru, usus, babat, dll.) serta iga. 
Oleh para pekerja tersebut bagian-bagian itu diolah menjadi makanan yang beragam dan salah satu bagian yaitu iga diolah menjadi makanan yang khas, iga tersebut direbus atau dimasak selama kurang lebih dua jam, setelah itu dimasukkan bumbu atau rempah-rempah, seperti kunyit, lada, daun sereh, daun salam dan santan kelapa. Maka jadilah makanan yang berkuah yang disebut Soto Tangkar. 
Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi hanya mampu membeli tangkar berupa potongan iga yang berdaging sedikit, karena bagian daging sapi yang lain sudah diambil oleh masyarakat penjajah Belanda.


Itulah sejarah dan definisi soto tangkar menurut Wikipedia. Soal sapi, memang benar, daging yang digunakan adalah daging sapi. Waktu makannya, tak jarang aku menemukan beberapa potong tulang iga. Nah, yang menarik perhatianku itu adalah kuahnya itu. Berbeda dengan soto yang biasanya kumakan. Soto tangkar itu agak lebih asin daripada biasanya. Apa karena dari "Warung Betawi Mpok Wati"? Atau, memang begitukah rasa soto tangkar, yang agak lebih asin?

Tapi, tetap soto tangkar itu masih tetap DEP SEDEP. Olahan daging sapi "Warung Betawi Mpok Wati" lumayan gurih. Tidak keempukan, tidak keras pula. Cocoklah dinikmati jika kalian tengah main ke daerah Kunciran Mas Permai, yang tak jauh dari kawasan Ciledug yang lumayan langganan macet di kotamadya Tangerang. Mungkin kalau aku mencicipi soto tangkar dari tempat kuliner lain, aku bisa mendapatkan kesimpulan yang lebih objektif. Namun, soto tangkar yang ini lumayan DEP SEDEP. Jujur, aku kurang mengakrabi soto tangkar. Biasanya aku lebih sering makan soto mi atau soto ayam.

By the way, "Warung Betawi Mpok Wati" ini terletak di Komplek Kunciran Mas Permai Blok K10 Nomor 16, Jalan Gunung Rinjani, Pinang, Tangerang. Harga tiap kuliner yang dijual di sana begitu murah meriah. Selain soto tangkar, warungnya juga menjual nasi uduk, ayam penyet, dan semur.






No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.