Asinan Bogor Dewi Sri













16 Juni 2015. Itu tanggal saat aku mengunjungi sahabatku, Erland yang tinggal di kota Bogor. Itu kali pertamanya sampai sejauh itu mengunjungi teman. Dari Tangerang ke Bogor kan lumayan jauh. Beda provinsi pula. Tangerang di Banten, Bogor di Jawa Barat. Malah Bogor-nya itu hampir ke arah puncak. Bogor yang aku kunjungi ini sudah mendekati Kebun Raya Bogor

Waktu itu, Erland baru saja pindah kampus ke Universitas Pakuan dari Atmajaya karena 'sesuatu' hal. Tak  bisa dijelaskan lebih rinci, maaf. Privacy. Nah, karena sudah lama tak mengunjungi Erland setelah hampir setahun juga, tebersit saja keinginan mengunjunginya. Daripada ketemuan di Jakarta, kenapa tidak main-main ke Bogor sekalian? Belum pernah juga aku ke Bogor sendirian sebelumnya. Apalagi buat mengunjungi teman. 












Aku dan Erland janjian bertemu di Botani Square. Dari rumahku ke Botani Square juga gampang sebetulnya. Di jembatan Kebon Nanas, banyak bus kecil yang tujuan Parung dan Bogor. Bus-bus itu kebetulan lewat Botani  Square. Atau bisa saja ambil bus yang lewat Pasar Rebo, lalu dari sana, banyak bus yang menuju ke Bogor. Naik angkot juga bisa, walau tidak efisien. Kalau aku, waktu itu, naik bus yang lewat Pasar Rebo, terus nyambung naik bus yang ukuran besar, yang menuju ke Terminal Baranangsiang. Busnya berhenti tepat di terminalnya.

Kampus Pakuan itu berada di seberang terminal. Tak jauh juga dari Botani Square. Kalau mau jalan kaki, hitung-hitung olahraga, yah paling cuma sepuluh menit. Dari terminalnya hingga Botani Square, bukan main dah, banyak yang berjualan makanan dan minuman. Kata Erland, kuliner yang ada di sepanjang Jalan Raya Pajajaran itu enak-enak. Salah satunya, waktu itu, Erland mentraktirku makan di Asinan Bogor Dewi Sri yang sangat DEP SEDEP. Katanya juga, itu asinan paling enak se-Bogor. Paduan rasa asam, manis, dan asinnya pas. Kalau ke Bogor, kurang rasanya kalau belum mencicipi Asinan Bogor Dewi Sri itu. 

Asinan Bogor Dewi Sri itu tak jauh, kok, dari Botani Square. Dari terminal Baranangsiang, kita jalan saja. Cari saja KFC dan Restoran Simpang Raya (yang mana Erland sering makan di sini juga sehabis kuliah). Asinan Bogor Dewi Sri itu tak jauh juga dari jembatan penyeberangannya. 





 






Maaf, tak ada foto makanannya. Waktu itu aku belum sempat ambil gambar. Kamera SLR ini juga langsung kusimpan ke dalam tas saat tengah memakannya bersama Erland. Tapi berani jamin asinannya itu sangat layak dicicipi kalau kalian tengah main ke kota Bogor. Saking DEP SEDEP-nya, aku sampai lupa mengambil gambar asinannya dengan kamera ponsel Lumia-ku. -_-






Foto bareng Erland di foodcourt-nya Botani Square.







No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.