22nd Birthday Party @ Omah Sendok













Foto di atas itu waktu aku dan keluargaku tengah merayakan ulang tahun adik aku, Kitty yang ke-22, pada tanggal 16 januari 2016 lalu (ulang tahun sebenarnya jatuh dua hari sebelumnya). Dirayakannya di restoran lumayan elit begitu. Cuz, harga tiap menunya memang mahal-mahal. Menunya memang tradisional. Ada nasi goreng, ketoprak, gado-gado, maupun soto (walau sebetulnya menu yang ditawarkan itu masakan Jawa).  Harga sepotong tempe goreng saja mahal banget. Kalau tak salah ingat, sekitar Rp 20.000. Mungkin bahan-bahan makanannya juga pilihan kali. Termasuk tempe yang digunakan. Walaupun secara rasa, waktu itu juga, seingatku, tak ada yang terlalu istimewa. Biasa-biasa saja.












Yang istimewa itu malah interiornya yang rada nyeleneh begitu. Makan di sana serasa makan di jaman penjajahan Belanda saja. Apalagi namanya juga  sudah agak-agak baheula. Haha. Banyak dipajang lukisan-lukisan juga. Meja dan kursinya (mungkin) sengaja dibikin tua. Cocok dipakai buat acara-acara untuk bernostalgia.













Yah begitulah kesanku saat makan di Omah Sendok. Harga tiap menunya mahal-mahal. Lebih cocok makan di sana bersama orang-orang tercinta. Sebab, konsep retro yang dimiliki Omah Sendok ini juga cocok banget buat dijadikan tempat hang-out bareng keluarga. Yang menarik perhatianku itu malah desain interiornya.












Makan apa di sana?

Well, bisa dilihat dari foto-foto sebelumnya kan?! Biasanya, semenjak Almarhumah Mami masih ada, menu kangkung cah harus selalu ada. Menu kedua, asparagus (yang pada saat ke sana, tidak dipesan). Lalu, ada ikan gurame juga (Kelihatan, kan?!). Dan, minuman yang kelihatannya itu creamy coffee (itu yang pesan Bang Andre Gultom; dia memang sangat suka minuman yang ada krim-krimnya, katanya). Sisanya, yang kelihatan di mataku, ada lima buah botol kecil air mineral merek Nestle Pure Life. 

Kalau kalian, yang kelihatannya itu menunya apa saja, hayo?






(Kiri-kanan) Irna Silawaty, Asri Christine "Kitty", Papi Almaden Lubis, aku--Nuel Lubis, author "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh".






Foto berikut ini waktu tengah menunggu Kak Risely dan Bang Andre datang. Lagi sibuk memilih menu yang mau dipesan. Bisa kelihatan, dong, sedikit menu yang ada di Omah Sendok?












Kayaknya sebelumnya keluargaku sudah melakukan reservasi dulu ke pihak Omah Sendok, makanya  bisa bawa masuk seloyang tart buah ke dalamnya. Belum lagi, tiba-tiba saja makannya (sepertinya) harus ke Omah Sendok yang letaknya sebetulnya agak terpencil. Sebab kita harus masuk ke daerah perumahan yang jalan-jalannya agak sempit. Keluargaku sempat nyasar waktu mau ke sana. Untungnya tiba dengan selamat.

Omah Sendok ini berlokasi di Jalan Taman MPU Sendok No.45, RT.8/RW.3, Selong, Kebayoran Baru. Karena terletak di dekat Jalan Senopati yang agak lebih terkenal, makanya sering orang-orang bilang, "Omah Sendok yang ada di Jalan Senopati?!" Kalau mau cari patokan, Omah Sendok ini agak dekat dengan SCBD Sudirman. 

Oh yah, foto di atas itu foto adikku, Kitty. Nama lengkapnya Asri Christine. Biasa dipanggil Kitty sejak kecil. Itu gara-gara kecadelan aku yang susah bilang Christine. Alhasil dari 'Christine' jadi 'Kitin', lalu jadi 'Kitty'. 






(Kiri-kanan) Andre Gultom, Risely Agustina, Kitty yang lagi gendong Alena, Papi dan Irna.






Buat yang mau makan masakan tradisional dengan konsep retro, bisa mampir ke Omah Sendok. Mulai bukanya jam 10. Yah, itu jam-jam standar tempat usaha buka juga sih. Ini sedikit menu yang ada di situs Omah Sendok supaya makin tergugah:





Ini Bang Johni Hendra Siagian. Coba tebak, yang ada di dekat tangannya, itu gambar menu apa? :p







No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.