Nasi Gudeg Wayang













Biasanya kalau aku lagi kere, lalu teman juga ikutan kere, solusinya yah seperti yang ada di foto di bawah ini. Kita beli makanan yang mana porsinya bisa dimakan berdua. Syukur-syukur kalau dapat paket makanan yang lebih murah harganya. 

Anyway, hoki banget, aku, Mas Tony, dan Dias ketemu menu kuliner seperti ini di mal macam Summarecon Mal Bekasi (SMB).  Porsinya seabrek, harganya tak terlalu mahal--hanya Rp 34.000. Padahal kalau di beberapa tempat kuliner yang menyediakan menu gudeg seperti ini, harganya bisa jauh lebih mahal. Sebab, rata-rata gudeg itu memang mahal. 

Sebetulnya juga agak nggak begitu sreg dengan ayamnya. Agak pucat begitu soalnya. Tapi pas icip, benar-benar DEP SEDEP. Lumayan empuk ayamnya. Gurihnya benar-benar gurih, bukan gurih yang dibuat-buat (apalagi yang diada-adain #eh 😂). Mantap jiwa dan roh, pokoknya! 😆

Aku cuma bisa berkomentar seperti itu, yah karena yang kebanyakan itu Mas Tony, dan Dias. Itu juga beli paket nasi gudeg ini dapat sumbangan dari Mas Tony, dan Dias. Nggak enak aku kalau main comot banyak-banyak. Alhasil, cuma icip ayamnya saja. Habis penasaran, ayam sepucat itu benar-benar DEP SEDEP-kah? Dan, ternyata benar-benar DEP SEDEP!

Lalu, seperti foto yang ada di atas, menu-menu yang dijual di Gudeg Wayang itu memang segala yang berhubungan dengan Jawa Tengah dan Jogja. Aku nggak begitu paham juga; yang kadang bisa keliru pula. Jadi, maafkan aku kalau ada menu yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Yang aku tahu, nasi gudeg itu dari Jogja (Kalau Nasi Liwet itu dari mana?). Terus, ada simbol wayang itu, berarti dari Jawa Tengah. Haha. Sesederhana itu pikiran aku, layaknya seorang anak kecil. Sampai-sampai tidak kepikiran yang jauh-jauh. 

Kalau habis lihat post ini, kalian tertarik untuk menikmati setiap hidangan kuliner yang dijual oleh Gudeg Wayang, silahkan main-main ke Food Temptation, Summarecon Mal Bekasi (SMB). Lapaknya ada di tengah-tengah foodcourt-nya. Hampir di seberang Yoshinoya, kok. 

Tadi sempat searching sedikit di Google Map, aku kira mereka ada cabangnya di dekat Stasiun Kranji. Nyatanya, kok rasanya aneh? Kalau memang ada, kenapa nggak ada bangunan yang memasang plang 'Gudeg Wayang'? Tapi biarlah, jaman sekarang--apalagi di dunia maya--siapapun bisa menyebarkan informasi. Sering mengalami aku. Ngakunya ada apotek di wilayah itu, eh pas ke sana, sudah 3-4 jam cari-cari, tak ketemu-ketemu. -_-'

Ya sudahlah, mungkin memang Gudeg Wayang hanya ada di Summarecon Mal Bekasi saja kali. Mereka nggak buka cabang di mana-mana. Dari tampilan lapaknya (dan namanya), memang kelihatan itu semacam produk rumahan yang belum terlalu memiliki nama.













No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.