Edaz Barber Shop & Bakso Jawir















Salah satu kebutuhan yang perlu dipenuhi seorang manusia selain sandang, pangan, dan papan ialah kebutuhan akan style. Salah satunya, soal rambut. Selain buat gaya-gayaan, orang sangat butuh rambutnya dipotong itu karena memang dia merasa harus. Yah mungkin saja dengan rambutnya jauh lebih rapi, orang yang bersangkutan bisa menjamin kesehatan dirinya.

Loh kok? Pasti banyak yang bertanya-tanya seperti itu. Yah jelas ada hubungannya. Dengan rambut berantakan tak karuan, itu malah membuat diri seseorang rentan dimasuki beberapa virus dan kuman. Ambil contoh: penyakit kulit adalah salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh mereka yang berdandan ala Robinson Crusoe yang terdampar di pulau terasing selama sebulan lebih, lalu rambut, kumis, jenggot, hingga berewok tumbuh seperti rumput liar. Rumput liar saja dipangkas habis agar selain enak dipandang, terhindar pula dari hal-hal tak enak seperti nyamuk jadi bertambah banyak. Nah, rambut pun juga begitu.












Tak heran juga salah satu bisnis yang lumayan menguntungkan itu ialah bisnis potong rambut (untuk pria). Walau tak seperti wanita yang dalam sebulan bisa sampai dua puluh kali ke salon, laki-laki juga perlu untuk perawatan rambut. Rambut--jika tidak dirawat dengan benar--akan tumbuh layaknya rumput liar. Orang yang bersangkutan bisa rentan kena beragam penyakit yang salah satunya tersebut penyakit kulit. Selain itu, selain agar lebih rapi dan terawat, memotong rambut seseorang juga memerlukan keahlian khusus. Memang rumput liar saja yang perlu keahlian khusus, rambut juga kali?!

Memotong rambut juga tidaklah gampang, aku kira. Beberapa kali melakukan pengamatan di beberapa barber shop, yang potong rambutnya itu juga tak asal pangkas. Benar-benar diperhatikan agar setiap potongannya itu enak dilihat dari tiap sudut pandang. Kata-kata yang  selalu kudengar tiap pangkas itu: "Sebentar lagi, Mas. Masih belum rapi. Yang kiri belum." Itu artinya, pekerjaan potong rambut bukanlah suatu pekerjaan yang gampang dilakukan oleh semua orang. Bahkan membotaki kepala seseorang pun tak bisa asal-asalan. Salah-salah, kepala seseorang bisa lecet. 

Tak heran, tarif pangkas rambut itu selalu tak bisa dibilang murah. Sekarang hampir jarang sekali ditemukan tarif yang di bawah Rp 15.000. Harga itu pun sudah bisa dibilang murah. Selain yang kita bayar itu skill si pemangkas, si pemangkas tentunya juga harus memperhatikan biaya-biaya seperti biaya sewa tempat, biaya perlengkapan pangkas rambut (seperti gunting, krim, bedak, maupun handuk kecil yang digunakan saat memangkas), serta biaya listrik. Yang terakhir, sebab tiap barber shop pasti memiliki alat pangkas elektronik yang berbunyi ngung-ngung-ngung begitu.

Sudah mahal, yang namanya barber shop terkadang susah dicari. Malah dalam satu kawasan, hanya ada satu barber shop. Jika yang itu penuh, kita harus cari barber shop ke kawasan lain. Bayangkan, hanya agar penampilan lebih kece, kita harus jauh-jauh berjalan berkilo-kilometer. Persis seperti aku yang harus ke daerah Gading Serpong, hanya untuk tampil rapi dan keren.












Awalnya, mau ke Ernest's Barber Shop yang dekat dengan Summarecon Mal Serpong. Namun tempatnya itu full-reserved. Lalu, karena aku ingat masih ada barber shop lainnya, buru-buru aku langsung ke ruko Fluorite (masih di kawasan Gading Serpong, yang persis dekat gerbang utama Gading Serpong).












Nama barber shop itu Edaz Barber Shop. Tempatnya lumayan nyaman. Ada beberapa pemangkas (atau kapster). Alhasil, kita tak perlu mengantre yang lumayan lama. Kerjanya lumayan gesit dan telaten. Harga sekali pangkas Rp 50.000. Itu pun tak sekalian dengan cukur kumis, jenggot, dan berewok. Kalau disertakan, biayanya bisa sampai Rp 80.000. Namun tetaplah, tarifnya masuk akal. Ada musik, ada mesin pendingin pula, serta tempatnya juga lumayan bersih. Bahkan, sedia layanan keramas pula. Nah, buat para laki-laki yang sangat memperhatikan gaya, tak ada salahnya mendatangi Edaz Barbershop. 











Sehabis potong rambut, berhubung sudah di atas jam 12 siang, aku mampir ke Bakso Jawir yang tak jauh dari Edaz Barbershop. Anyway, sorry, tak ada foto tempat. Aku hanya beli buat dibawa pulang. Tak sempat pula ambil gambar tempatnya (namun tempatnya lumayan nyaman dan bersih). Yang bisa kubilang, baksonya Bakso Jawir itu sangat DEP SEDEP. Lumayan lembut dagingnya. Kuahnya juga gurih. Harga tak terlalu mahal. Bisa dilihat kan, dari foto di atas. Sama persis kayak waktu aku pesan lewat Go-Food. 












Kalau lagi main-main ke daerah Gading Serpong dan cari tempat kuliner yang lumayan murah, Bakso Jawir ini layak untuk dikunjungi deh!






No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.