Martabak SPEKTAKULER & ORIENT













Kunjungi situsnya: MARTABAK SPEKTAKULER.







Sejak kecil, aku ini memang sudah penggemar penganan bernama martabak yang ditinggal sampai siang di keesokan harinya, juga tak lekas basi (cuma agak dingin dan rasanya agak berkurang sedikit). Tiap Papi pulang kerja sambil bawa sekotak martabak, wah aku langsung girang banget. Mau itu martabak telur, mau itu martabak keju, maupun martabak coklat kacang, semuanya aku suka. Walau favoritku tetap saja martabak coklat kacang. Menggigit kacang-kacang yang ditaburi di dalam one piece martabaknya, wuih itu suatu kenikmatan tiada tara. DEP SEDEP-nya sangat luar biasa. 

Sekarang pun sama. Aku masih tetap menggemari penganan bernama martabak yang biasanya akrab sebagai jajanan kaki lima. Well, penganan yang sangat cocok dijadikan bahan sarapan ini memang sejak aku kecil, sudah dikenal sebagai jajanan kaki lima. Untuk menemukan yang menjual martabak, kita biasanya harus menunggu waktu petang dulu, barulah kita jalan-jalan malam menyusuri tiap sudut perkotaan hanya demi menemukan tukang martabak. Terbayang kan, betapa repotnya seorang ibu hamil yang mendadak ngidam martabak keju?! Sudah ngidam martabak, harus martabak keju pula. Bisa dari Tangerang ke Bogor, hanya demi membeli martabak keju. 

Kalau akhir-akhir ini sih, mencari martabak tidak sesulit di era 90-an yah. Sekarang martabak tidak hanya dijual di kaki lima. Yang aku lihat, gerai-gerai martabak dalam sebuah ruko (baca: rumah-toko) lumayan banyak ditemukan. Tahun lalu (2016), waktu tengah main ke daerah Cibodas Baru, Tangerang, sekitar jam 12 siang, aku sudah menemukan ruko yang berjualan martabak. Martabak yang dijualnya pun beraneka ragam. Tak hanya telur, kacang, atau keju saja. Melainkan tokonya juga berjualan martabak dengan topping oreo, silver queen, hingga yang berasa duren. 

Tak hanya itu saja. Pernah juga aku menemukan martabak tipker (baca: tipis kering) yang ada di Farmer's Market, Summarecon Mal Serpong. Martabak mini yang lebih garing, sehingga jadi agak-agak mirip d'crepes. Sudah tipis begitu, diberikan topping yang sesuai keinginan kita. Tak kalah sama martabak-martabak konvensional deh. 

Karena fenomena martabak yang amat mudah dijumpai (tak hanya dijual saat petang) inilah, aku sedikit terpengaruh untuk mencicipi jenis martabak di luar rasa yang pernah kumakan waktu kecil dan remaja itu. Iseng buka ponsel, buka aplikasi online delivery (yang juga lagi marak), mendaratlah aku pada pilihan dua toko martabak. Yang satu ada di daerah Palem Semi, Karawaci. Satu lagi, di daerah Kebon Nanas,--yang tak jauh dari tempat tinggalku juga. 


























Untuk martabak di toko pertama, aku pesan secara online dari toko "Martabak Spektakuler" yang ada di daerah Palem Semi, Karawaci (ada di dekat gerbang masuknya; di daerah ruko-rukonya). Aku pesan martabak kacang, namun yang warnanya hijau. Maksudnya, martabaknya itu dibuat dengan menggunakan tepung daun pandan. Rasanya sangat DEP SEDEP di luar dugaan. Martabaknya saja sudah sangat suka, apalagi dibikin dengan tepung daun pandan. Wow, luar biasa DEP SEDEP! Karena sejak kecil pula, selalu suka kue-kue yang dibuatnya dengan menggunakan tepung daun pandan, sehingga menghasilkan cemilan warna hijau yang sangat menggairahkan. Ini mah kenikmatannya double, menurutku. Ditambah lagi, topping kacangnya lebih banyak daripada yang dijual di tukang martabak yang ada di kaki lima (ya iyalah, masa gerai di ruko dibandingkan sama kaki lima?!). Secara harga, martabak mereka juga tak kalah murah. Yang paling murah, masih sekitar Rp 30.000-an. Kelebihan lainnya, martabaknya--menurut pengakuan salah satu pembeli--tidak bikin gatal di tenggorakan. Katanya sih, rasanya lumayan lembut di mulut.



















Kemudian, untuk martabak kedua, aku pesan dari toko "Orient Martabak". Di luar dugaan, tokonya ini ternyata benar-benar dekat sama rumah. Tak jauh dari gerbang tiga komplek (Sekretariat Negara, Bona Sarana Indah, dan Taman Anyelir) yang ada di Jalan MH Thamrin, Kebon Nanas. Terletak di seberangnya soalnya. Nah buat kalian yang dari luar Tangerang, jika kalian masuk dari gerbang tol Kebon Nanas, toko martabaknya ada di sebelah kiri dan tak jauh dari Masjid Jami Al-Falah. Agak persis di seberang Rumah Sakit Awal Bros. "Orient Martabak" ini bukanya di atas jam 3 sore. Rasanya, untuk yang kupesan ini--yang mana itu martabak isi meises, tak kalah DEP SEDEP. Meisesnya itu loh, wow, sangat melimpah ruah. DEP SEDEP memang, namun sempat bikin mual juga akibat makan empat potong sekaligus (habis DEP SEDEP banget!!!!!). Kualitas meises yang digunakan juga tak sembarang dipilih. Kayaknya sih, mereka pakai meises yang agak mahal daripada yang dijual di kaki lima. Pantas harganya begitu mahal sedikit.












Anyway, aku memang begitu orangnya. Tak begitu tahan untuk tidak mencicipi tiap kuliner dengan nama dan bentuk yang sedikit unik dan nyeleneh. Bawaannya selalu saja ingin mencicipi. Belum lama juga, aku mencicipi martabak dari toko "Martabak Engkong Lim". Tak jauh berbeda dari kedua martabak yang barusan kubahas. Entah itu secara harga, entah itu pula secara rasa dan bentuk. Sama-sama DEP SEDEP. Di Tangerang ini juga, yang jual martabak, yang aku lihat, lumayan banyak. Bukanya tak lagi di atas jam 6 sore. Bahkan ada beberapa yang buka di jam 10 pagi dan 1 siang. Alhasil, para penikmat martabak dijamin tak akan menyesal selama berada di kota Tangerang yang ber-akhlakul kharimah tersebut.

Terakhir, ke depannya, aku masih ingin terus mencicipi tiap rasa dari tiap jenis martabak yang akhir-akhir ini tengah ngetren. Masih penasaran untuk mencicipi martabak ovomaltine, martabak oreo, sama martabak silver queen. Hehehe. 












No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.