Es Selendang Milik Bidadari (😆)













Salah satu kuliner lokal dalam bentuk kue basah yang aku sukai itu es selendang mayang. Sebetulnya ini es. Namun karena yang utamanya itu kue basahnya yang sampai sekarang bingung namanya apa (beberapa ada yang menyebutnya sebagai kue lapis basah), aku lebih suka mengategorikan es selendang mayang sebagai kuliner kue-kuean. 

Rasanya penganan yang berasal dari Jawa Tengah ini sangat luar biasa DEP SEDEP. Kenyal, empuk, dingin, manis pula. Luar biasa, kan? Kalau dihidangkan benar-benar dengan es batu, cocoklah dijadikan makanan di kala lapar, sekaligus minuman di kala dahaga. 

Kali pertama mengenal es selendang mayang ini dari penjual kaki lima yang sering berjualan di dalam komplek rumah. Harganya lumayan murah. Dengan uang enam ribu rupiah, aku sudah puas. Lumayan banyak kue lapis basahnya. Manisnya juga benar-benar terasa gurih di mulut. Makanya tak heran, aku sulit menahan godaan kalau ada penjual selendang mayang di hadapan mata. 

Aku tidak tahu kalau di Jawa sana, es selendang mayang itu jamak ditemukan atau tidak. Khusus di Tangerang, yang menjual es selendang mayang lumayan jarang sekali ditemukan. Agak susah dicari. Bulan Maret, abang jualannya lewat. Maka di bulan  April-nya, bisa tidak lewat. Bahkan di pasar juga susah aku menemukannya. Yah itu sepengamatan dan sepengetahuanku hingga jam 21:37 ini.












Nah, pas 5 Februari 2015 silam, aku cukup kaget menemukan ada yang menjual es selendang mayang di mal fX Sudirman. Waktu fX masih ada stan-stan yang khusus menjual aneka makanan tradisional dengan harga cukup murah meriah. Yah sudah, karena penasaran bagaimana rasanya es selendang mayang versi mal, aku coba beli dan icip. Waktu itu harganya masih murah, tidak seperti pas 26 Desember 2016 itu, yang seharga Rp 16.500. Masih di bawah itulah; dan lebih banyak kuenya dan sangat DEP SEDEP pula. 

Tapi mungkin wajar juga kali. Karena pas 2016 itu, penjual es selendang mayang-nya berada dalam sebuah foodcourt fX yang terkenal dengan nama EAT AND EAT. Belum lagi bayarnya harus pakai kartu khusus yang saldonya harus diisi dulu (bikin ribet memang! 😡). Kalau yang versi EAT AND EAT, kuenya itu besar-besar. Memang lebih empuk, tapi jumlahnya sedikit. Malah lebih banyak es batunya. Kalau soal 'bumbu'-nya, kayaknya benar kata temanku itu, jauh lebih enak pakai gula jawa daripada pakai sirup merahnya. Sirupnya kurang bisa bikin es selendang mayangnya lebih terasa DEP SEDEP, sehingga memunculkan efek nagih. 











Walaupun demikian, setelah dua kali kunjungan ke fX Sudirman dan Grand Metropolitan, aku masih cenderung memilih es selendang mayang versi abang-abang kaki lima. Masih jawara, deh! 😊😀

Sorry to say for EAT AND EAT dan beberapa tempat kuliner elit yang menyediakan menu es selendang mayang. Mungkin kalau sudah menemukan, aku bakal meralat ucapan, bahkan ku review pula di GETOKATANYA. 










No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.