Lain Lapak, Lain (Rasa) Makanan & Minumannya













Lain ladang, lain belalang. Begitulah kata pepatah. Kalau dipikir, yah benar juga. Terutama kalau disangkutpautkan sama dunia kuliner. Aku menyadari itu pas lagi main ke tempat temanku yang ada di daerah Mekarsari, Bekasi. 

Biasanya kalau main ke Bekasi, memang sering aku berkulineran. Tapi yah seringnya aku berkulineran di tempat-tempat kuliner yang sudah punya nama. Yang seperti itu kan basi. Pasti rata-rata sama untuk tiap kota. Nah, sejak bulan Maret kemarin tepatnya, aku mulai terpikirkan kata-kata seseorang di masa lampau. Ada seorang bloger yang pernah berkata, "Kalau kamu seorang pecinta kuliner sejati, kamu bakal tahu kuliner di tiap daerah itu berbeda-beda walau beda antar kotanya hanya 1-2 kilometer, entah itu dari segi rasa, harga, maupun aura saat mencicipinya. Di sini insting sangat bermain untuk bisa tahu perbedaan-perbedaannya."

Kurang lebih begitu katanya. Lupa siapa, tapi aku ingat kok, pernah ada yang kasih tahu begitu, yang kalau dipikir benar juga. Kemarin-kemarin aku tersadarkan. Benar juga yang dibilang orang itu. Itu pas aku main ke Bekasi.

Waktu itu aku iseng saja coba sarapan di tempat temanku yang tinggal di daerah Bekasi Permai itu. Iseng saja aku sarapan bubur ayam sama makan siang es pisang ijo yang ada di daerah Proyek, Bekasi (dekat Lotte Mart). Di kaki lima,--perlu ditegaskan dan digarisbawahi.  Bentuknya sih mungkin sama saja pertama mencicipinya. Tapi percaya deh, ada banyak perbedaan signifikan. Contoh paling mudah dilihat, yah soal harga. Mungkin harga semangkok bubur ayam agak terasa lebih mahal di Bekasi daripada di Tangerang. Es kelapa muda di Taman Narogong Bekasi bisa jauh lebih manis sama yang ada di daerah Kebon Nanas, Tangerang.





Ketupat sayur (atau lontong sayur) yang ada di daerah Margahayu, Bekasi. 







Namun bukan hanya soal harga. Kalau kita perhatikan baik-baik, mau jeli sedikit saja, terserah mau percaya atau tidak, rasa sepiring siomay yang ada di Bekasi bisa jauh lebih enak ketimbang yang ada di Tangerang (atau minimal tetangga paling dekatnya, Jakarta). Auranya pun berbeda-beda. Seperti ada sesuatu yang bisa membuat kita merasakan 'yah-kita-memang-lagi-di-daerah--di-mana-tidak-tinggali-biasanya'. Alhasil muncul kata-kata seperti, "Kok bakso di sini rasanya beda sama di tempat gue?" Ada yang merasakan seperti itu juga?

Yah, tiap rasa sebuah sajian kuliner di masing-masing tempat selalu berbeda-berbeda, walau bedanya hanya sejengkal. Pasti ada yang membedakannya. Entah itu dari segi rasa, cara peracikan, aura saat memakan, kebiasaan cara memakannya, hingga yang paling sederhana, soal harga. 

Baru tahu, kalau memang benar, ketoprak di Bandung itu disebutnya kupat tahu. Rasa bubur ayam dan lontong sayur di Bandung dan Tangerang serta Jakarta pun berbeda-beda. Harga seloyang martabak keju di daerah Bekasi bisa lebih murah ketimbang yang ada di Tangerang; secara penyajiannya pun apalagi. Walau sama-sama KFC dan J-Co, rasa dan aura saat mencicipi esnya, ayam gorengnya, dan donatnya yang ada di Bogor itu bisa sedikit jauh berbeda daripada yang ada di Tangerang atau Jakarta. Semisal mungkin karena hawanya lebih dingin, jadi pas mencicipinya di Botani Square, kerasa lebih dingin juga. Semangkok bubur ayam dan mi ayam di Depok pun bisa berbeda dengan yang ada di Tangerang. Padahal hanya makan ayam goreng di California Fried Chicken yang ada di Depok Mal, namun secara rasa dan aura bisa beda sama yang ada di ITC BSD, Tangerang. 

Kenapa bisa seperti itu? Entahlah. Mungkin karena tangan pembuatnya yang berbeda-beda, faktor cara pembuatannya, kebiasaan cara meracik dan mencicipi, atau mungkin karena pula faktor harga yang pasti berpengaruh ke masalah jarak. Terdengarnya sepele. Sangat sukar dilihat jika insting dan naluri kita tidak dipakai. Kita mungkin bisa berkata, "Ah, yang namanya nasi goreng di Tangerang dengan yang ada di Bekasi, Bogor, dan Depok itu sama saja, kok. Podo wae." Tapi jangan salah, walau hanya sejengkal, perbedaan-perbedaan itu akan selalu ada sehingga membuat kita bisa berkata, "Ah, ternyata gue nggak di Tangerang lagi. Gue udah di Bekasi ternyata.",---dan bla-bla-bla lainnya. 

Yah, silahkan buktikan sendiri tiap kata yang aku tulis dalam tulisan ini!






Foto penampakan seloyang martabak keju yang ada di daerah Mekarsari, Bekasi. Dekat Perumahan Bekasi Permai juga. 





Selamat berkuliner ria! Selamat berbuka puasa di hari terakhir bulan Ramadhan juga! Selamat berlebaran dan berliburan panjang juga yah! Salam damai! 😇






No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.