Filosofi Lemper







"Menang di bungkusnya doang. Isinya dikit."












Agak kecewa pas aku dan Dias beli lemper di Foodmart Primo, Plaza Semanggi. Ukurannya gede begitu. Sangat menggugah selera. Apalagi harganya juga mahal. Sebuahnya Rp 5000. Namun,...












Saat Dias membelah lempernya, dia senang-senang sendiri. Sebab di dalam lempernya, banyak isinya. Tidak sekadar beras ketan saja. 












Dias pun mengacungkan jempol seraya berkata, " TOP! DEP SEDEP, Man!" Karena kebetulan lemper itu sesuai dengan kesukaan Dias akan lemper. Dias lebih suka lemper yang isinya jauh lebih banyak, apalagi kalau isinya itu daging ayam.



"Jadi, saat sesuatu tidak berjalan sesuai ekspektasi kita, coba jangan buru-buru menyimpulkan. Mungkin kalau mau sedikit merenung, maka kita tahu bahwa sesuatu itu sebenarnya sudah sesuai dengan harapan kita."





No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.