"Taegukgi" : Korea Juga Bisa Bikin Film Perang Macam Hollywood



Siapapun tak ada yang suka perang. Namun perang tak bisa dihindari. Mungkin bagi beberapa orang, perang adalah jalan terefektif untuk memecahkan masalah. Padahal perang lebih banyak membawa mudarat daripada manfaat. Mungkin itulah pesan yang hendak disampaikan oleh Kang-Je gyu dalam film besutannya, Taegukgi.


Film yang di deretan pemainnya ada Won Bin--selebritas Korea yang namanya cukup kondang di Indonesia--ini menceritakan mengenai Jin-Seok (Pemerannya itu Won Bin) yang baru saja mendapatkan telepon dari pihak militer Korea Selatan tentang penemuan tulang belulang seseorang yang diduga kakaknya, Jin-Tae (Diperankan oleh Jang Dong-Gun). Kedua kakak beradik ini terpisahkan oleh Perang Korea yang terjadi pada era 1950-an.

Jin-Seok dan kakaknya itu sebetulnya tak sengaja terlibat dalam perang yang kelak memisahkan Korea menjadi dua negara. Sang kakak, Jin-Tae diwajibkan bergabung ke militer, yang memerlukan bantuan tenaga. Sementara Jin-Seok tak seharusnya masuk militer. Diceritakan Jin-Seok salah naik kereta. Pemuda tersebut tak sengaja menaiki kereta yang membawa segerombolan pemuda untuk dididik jadi tentara. Sang kakak menyadarinya. Tapi oleh salah satu pimpinan, Jin-Seok tetap harus ikut menuju barak. Padahal secara usia, Jin-Seok tak memenuhi kriteria. Dan ia juga mengidap asma. Namun pemimpin militer itu--dari pihak Korea Selatan--bersikukuh Jin-Seok harus ikut perang.

Beragam cara pun ditempuh Jin-Tae, sang kakak. Salah satunya dengan terus melobi sang pimpinan. Akhirnya sang pemimpin bersedia Jin-Seok keluar barak dengan syarat Jin-Tae harus memberikan kontribusi nyata ke pihak Korea Selatan. Maka dari  itu, Jin-Tae sering melakukan aksi-aksi heroik yang membahayakan nyawanya. Kelak juga, lambat laun Jin-Seok bakal mengetahui perjanjian si kakak dengan pimpinan  tersebut. Jin-Seok jadi marah terhadap kakaknya dan tak mau menemui kakaknya lagi. Padahal Jin-Tae melakukan semua itu demi dapat memulangkan Jin-Seok. Namun Jin-Seok terlalu buta untuk bisa melihat kasih sayang yang begitu besar dari kakaknya.

Di tengah kondisi seperti itulah, akan muncul sebuah peristiwa yang mendorong Jin-Tae berbuat gegabah. Tanpa menyelidiki lebih dahulu, Jin-Tae membelot ke pihak Korea Utara. Ia mengira adiknya sudah tewas dalam perang, sehingga jadi trauma dan membenci pihak Korea Selatan. Di pihak Korea Utara, Jin-Tae mendapatkan promosi hebat. Sang adik, Jin-Seok yang tahu keberadaan si kakak di pihak Korea Utara, terus memaksa masuk ke kamp Korea Utara demi menemui Jin-Seok. Namun siapa sangka, setelah berhasil berjumpa untuk kali terakhir, Jin-Seok tak akan pernah bertemu dengan kakaknya, Jin-Seok. Bahkan keberadaan  jenazah sang kakak pun masih terus dalam pencarian.

Film perang ini didominasi dengan alur mundur. Kang-Je gyu, sang sutradara  membuka konflik cerita dengan cerita pendahuluan yang terjadinya bertahun-tahun setelah Perang Korea. Cukup wajar dilakukan, apalagi setelah menelisik moral yang hendak disampaikannya: perang itu tak ada gunanya sama sekali; bahkan kedua kakak beradik jadi terpisah karena perang.

Secara sinematografi, “Taegukgi” cukup digarap dengan baik, entah itu segi angle, segi efek suara, maupun segi efek lainnya. Saat menonton, kita serasa berada di lokasi kejadian. Semakin meyakinkannya lagi, kelihaian akting para pemainnya. Di luar itu, alur ceritanya pun jelas dan memiliki porsi seimbang antara bagian drama dengan bagian perangnya. Jadi bagi penonton yang kurang begitu menyukai film-film perang, tak mengalami kesulitan untuk mengikuti filmnya. Hmm, rasa-rasanya nyaris tak ada cela dalam film ini. Selain memiliki nilai moral, film ini juga cukup  ’wah’ untuk ukuran sinematografi dan kemampuan akting para pemainnya.




RATE: 100/100



Sutradara: Kang Je-gyu 
Produser: Lee Seong-hun 
Pemain: Won Bin, Jang Dong-gun,...
Tanggal Rilis: 6 Februari 2004 
Durasi: 148 menit
Bahasa: Korea

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.