"Scooby-Doo! Curse of the Lake Monster" : Seri Terlucu dari Semua Serial Scooby-Doo



Sudah tiga film Scooby Doo yang kutonton, tapi aku merasa biasa saja. Tak selucu film animasinya. Jujur, secara teknik pembuatan, memang bagus. Akting pemainnya bagus; visualisasinya mantap; Efek spesialnya juga tak main-main. Hanya saja yang kurang satu, yaitu dilihat dari sisi humornya. Kurang lucu. Lucunya kurang gereget. Padahal versi animasinya, lumayan gokil dan menghibur. Apa yang salah?  Apakah para krunya berencana membuat Scooby Doo versi garing? Entahlah.

Tapi baru-baru ini, aku menonton Scooby Doo versi lain. Krunya juga seperti berbeda dengan kru lainnya. Soalnya secara teknik, tak sebaik pendahulunya. Hanya saja ini film yang kusuka. Sebabnya lucu dan benar-benar menghibur. Roh Scooby Doo versi animasi sungguh ada di film ini. Dan filmnya itu berjudul....

Scooby-Doo! Curse of the Lake Monster
Sutradara: Brian Levant
Pemain:  Robbie Amell, Kate Melton, Hayley Kiyoko, Nick Palatas, Frank Welker (sebagai Scooby Doo)
Durasi: 82 menit
Genre: Komedi
 Tanggal Rilis: 16 Oktober 2010

(Sumber gambar, klik gambarnya)


Bisa dibilang, film ini menceritakan soal awal karir Mystery Incorp. Kenapa? Soalnya mereka memang sudah terkenal sebagai detektif paranormal, tapi belum membentuk organisasinya mereka. Apalagi mereka juga baru lulus SMA. Kelak organisasi atau badan mereka itu akan terbentuk karena suatu kasus. Kasusnya itu adalah tentang soal penyihir dan monster danau.

Di awal kisah, diceritakan Fred dan Daphne menjalin asmara. Kelak Shaggy juga mengikuti mereka kelak. Karena suatu hal yang konyol sekali, Shaggy tergila-gila dengan temannya sendiri, Velma si kutu buku. Nah kesungguhan cinta Shaggy juga akan diuji pada saat Velma dirasuki hantu penyihir yang punya dendam terhadap masyarakat sekitar yang telah membuatnya seperti itu. Mulai dari sejak kelakuan Velma jadi aneh, ceritanya mulai bisa bikin kita nyengir - minimal lah.Kalian bakal ngakak deh waktu menontonnya. Film ini berbeda dengan serial sebelumnya.

Di tengah-tengah Shaggy yang lagi lope-lope di udara sama Velma atau pun Fred yang mendadak cekcok dengan Daphne, persahabatan mereka sebagai geng detektif paranormal tetap utuh. Karena solidaritas yang telah terpupuk dalam hati masing-masing, seperti biasa, mystery is solved. Sang arwah penyihir berhasil dienyahkan.

Oya, perlu tahu juga, film-film sebelumnya, kebanyakan krunya sepertinya agak kurang percaya dengan keberadaan makhluk astral. Akhir ceritanya, selalu diceritakan kalau hantu atau monster atau setan itu selalu tak ada. Kebanyakan kemunculan mereka itu diceritakan karena faktor manusia dan teknologinya. Tapi di film yang ini, tidak. Arwah si penyihir tetap diceritakan sebagai arwah; bukannya hasil kreasi seseorang yang jenius. Di sinilah, menurutku, nilai tambah dari film ini. Di film animasinya pun kebanyakan hantu atau monster atau setan memang tak selamanya hasil kreasi insan jenius. Ada, kan, yang memang nyata?

Di IMDb, film ini memang hanya mendapatkan nilai 4,9 dari 10. Tapi kalau aku sih kasih nilai 7,5. Mengapa? Yah karena dua faktor: sisi humor yang lebih baik dan juga lebih mendekati animasinya.

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.