Saksikanlah Proses Eksorsisme dalam "Deliver Us From Evil"

Tak bisa dipungkiri, manusia sudah sulit memercayai hal-hal spiritual. Jumlah ateis atau agnostik makin meninggi saja. Keberadaan Tuhan mulai digugat. Apakah Tuhan itu betul-betul ada?



Nah, mungkin film yang baru keluar pada 2 Juli 2014 di Amerika Serikat ini tengah mengangkat topik tersebut. Apalagi kabarnya film ini memang berdasarkan kisah nyata. Yah, film ini memang berdasarkan kisah nyata tokoh utamanya, Ralph Sarchie.

Diceritakan Ralph itu seorang polisi dengan dianugerahi sebuah kemampuan spesial untuk merasakan kehadiran sosok-sosok supranatural. Tak ayal, temannya menjulukinya 'The Radar'; terlebih untuk kemampuannya tersebut. Sayang, kemampuannya tersebut tak disadari. Malah pula tak diimbangi oleh kepercayaannya akan sosok Tuhan. Sejak usia 12 tahun, ia sudah memilih untuk menjadi ateis.

Pilihannya untuk menjadi seorang ateis tak berlangsung untuk selamanya. Kelak ia akan meninggalkan jalan hidupnya sebagai seorang ateis. Adalah sebuah kejadian yang membuatnya tersadar akan kemampuan serta pilihan hidupnya yang keliru.

New York Police Department, dimana ia bekerja, tengah mengusut sebuah kasus. Kasus tersebut melibatkan tiga orang veteran yang dulu pernah ditugaskan ke Timur Tengah.Tak hanya veteran-veteran itu, ada seorang lagi yang terlibat. Yaitu istri dari salah seorang veteran. Mereka semua melakukan aksi kriminal yang cukup aneh dan gila. Sebab itulah si istri dari veteran dikirimkan ke sebuah rumah sakit jiwa.

Saat mengantarkan si wanita ke rumah sakit jiwa, Ralph bertemu dengan seorang pastor yesuit. Dari si pastor, Ralph jadi tahu bahwa si wanita tak sekedar gila. Si wanita ternyata kerasukan. Awal mulanya kerasukan, setelah si wanita bertemu dengan teman dari suaminya yang veteran perang. Terlebih lagi saat melihat tulisan aneh di dinding yang ada di sebuah kandang singa.

Setelah kunjungannya ke kebun binatang tersebut -- yang hampir saja membahayakan nyawa, Ralph mulai menyadari ada sesuatu yang tak beres dari dalam dirinya. Dan dengan bantuan si pastor, ia mulai mengetahui kemampuan istimewa serta bisa memaafkan masa lalunya yang suram. Dulu sekali, ia pernah tak sengaja membunuh seorang pelaku pedofilia. Kasus itu juga yang membuat hubungannya ke istri-anaknya jadi renggang dan nyaris memburuk.

Tak Seram

Sebagai sebuah film horor -- karena dari awal sang sutradara sudah mengatakan bahwa film ini mengandung unsur exorcism, "Deliver Us From Evil" kurang begitu seram. Seram sih, tapi kurang begitu seram. Masih jauh lebih menyeramkan "Saw", "Insidious", "Mama", atau "The Omen".

Pasalnya, cukup jarang ditemukan scene-scene yang menjadi terapi kejutnya. Jarang ditemukan sosok-sosok makhluk gaib secara mendadak dengan wajah yang cukup bikin seorang gadis penonton menutupi wajahnya dengan tas tangan. Yah memang secara tata suara, "Deliver Us From Evil" cukup bisa membuat adrenalin kita naik-turun. Apalagi film ini sebetulnya lebih cocok dikategorikan sebagai thriller atau misteri ala serial Sherlock Holmes.

Walau kurang seram, dan seram merupakan faktor pemikat penonton, tetap saja film yang disutradarai oleh Scott Derrickson ini wajib ditonton. Terlebih bagi kalian yang memang menyukai proses exorcism itu sendiri. Nantinya, di film ini, kalian akan disuguhi oleh sebuah proses exorcism yang menegangkan, mendebarkan, dan membuat mata jadi sulit merem.

Omong-omong, selain kurang begitu seram, ada beberapa poin dalam film ini yang terasa janggal. Contoh: bagaimana bisa Ralph tidak mendapatkan sanksi setelah main hakim sendiri? Ayolah, dia polisi dan kasus pedofilia itu juga masuk media massa. Apa penyebab ia jadi terhindar dari sanksi? Karena kemampuan spesial tersebut?

Tapi ya sudahlah, "Deliver Us From Evil" cukup direkomendasikan buat kalian penyuka horor dengan tema exorcism.



RATE: 85 / 100


Genre: Horor
Produksi: Jerry Bruckheimer films
Produser: Jerry Bruckheimer
Sutradara: Scott Derrickson
Pemain: Erick Bana, Olivia Munn, Edgar Ramirez, Joel McHale

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.