"Oculus" : Saat Ilmu Pengetahuan Bersinggungan dengan Hal Tak Kasatmata

Harus kita akui, makin lama otak manusia semakin canggih saja. Apa saja bisa direkayasa. Tumbuhan, hewan, bayi, data pemilu, hingga cinta. Luar biasa. Saking canggihnya, Tuhan pun mau diselidiki. Yah, sampai sekarang sekelompok manusia tengah menyelidiki fenomena Tuhan. Di luar Tuhan sendiri, soal keberadaan makhluk astral sudah dan tengah diselidiki.

Yah, sempat terdengar kabar, segenap ilmuwan Amerika tengah menyelidiki fenomena keberadaan makhluk astral di sebuah penjara angker yang berada di Philadelphia. Yang mereka langsung menyimpulkan bahwa keberadaan makhluk astral itu hanya ilusi, dimana otak manusia tengah berada dalam frekuensi terendah. Otomatis, pandangan seperti -- lambat laun -- bisa menyetir otak manusia, Tuhan itu juga hanya ilusi.

Padahal sebetulnya makhluk astral itu memang ada. Mereka memang hidup di tengah kita; hanya tak bisa kita lihat. Mereka juga tak usah dicari. Tak dicari pun, mereka berusaha menampakan diri ke kita semua. Tentunya bukan untuk sesuatu yang positif.

Terkait fenomena makhluk astral sendiri, disadari atau tidak, mungkin tak hanya untuk sekarang ini saja, kebanyakan film horor dari negeri Paman Sam itu selalu berusaha menabrakan hal-hal spiritual dengan ilmu pengetahuan. Perlu contoh?

Ada Insidious, dimana sepasang orangtua meminta bantuan tim semacam Ghostbuster beserta seorang cenayang untuk menyelamatkan anaknya yang sudah lama raga si anak kosong melompom. Awalnya mereka kira anak tersebut mengidap sebuah penyakit, hingga akhirnya terpikirkan untuk memanggil tim Ghostbuster tersebut. Bahkan mereka lebih memercayai cenayang ketimbang seorang pastor yang sudah datang.

Terus masih ada The Shelter. Seorang psikiater mendadak mendapatkan seorang pasien -- yang juga seorang tersangka oleh kantor polisi setempat. Menurut polisi, pria tersebut mengalami kepribadian ganda. Namanya saja ada dua: Adam Saber dan David Bernburg. Hingga akhirnya, baik si psikiater maupun para polisi menyadari sesuatu. Pria tersebut tengah mengalami kesurupan (possessed), yang mana hal tersebut berkaitan dengan sebuah kasus yang berada di sebuah gunung.







Contoh teranyar lainnya, Oculus. Film ini merupakan film horor besutan Mike Flanagan, yang keluar kali pertama pada 8 Oktober 2013. Seperti umumnya sebuah film horor, Oculus memang dapat dikategorikan sebagai film horor. Bagaimana tidak, film ini memiliki segala persyaratan film horor. Akhir cerita yang tak selesai. Permainan musik yang bikin jantung berdegup kencang. Serta terakhir, kemunculan sosok mengerikan di sela pemutaran. Bahkan Oculus layak mendapatkan nilai sembilan. Andai saja, sedikit diceritakan lebih jelas soal cermin tersebut, sempurna memang Oculus ini.

Oculus sendiri memang menceritakan soal cermin yang telah disebutkan di paragraf sebelumnya. Cermin itu dibeli oleh seorang computer developer bernama Alan Russel. Tanpa disadari Alan, yang hanya disadari oleh istrinya, cermin itu ternyata berhantu. Semenjak kehadiran cermin tersebut, banyak peristiwa aneh yang menimpa rumah kediaman keluarga Russel. Efek berkelanjutannya, Alan Russel membunuh istrinya sendiri, lalu dirinya dibunuh oleh anak bungsunya, Tim.

Tahan dulu, kawan. Jangan berhenti membacanya. Itu bukan akhir ceritanya. Karena selanjutnya, Tim masuk penjara. Ia juga harus menjalani terapi kejiwaan. Menurut pihak kepolisian, mungkin Tim mengalami suatu gangguan mental. Padahal apa yang dikatakan Tim memang benar. Yang salah sebetulnya, yah cermin berhantu tersebut.

Selepas menjalani hukuman, Tim bebas. Psikiater yang memeriksanya juga mengatakan bahwa dirinya sudah 'sembuh'. Yah, sembuh. Padahal Tim sebetulnya tidak sakit. Tapi biarlah, anggap saja seperti itu. Pengalaman mistik memang sulit dijelaskan secara akal sehat.

Kakak Tim, Kaylie menjemput Tim dari penjara. Juga langsung mengajak Tim untuk sama-sama mengenyahkan cermin tersebut. Awalnya Tim menolak. Pemuda itu -- yang sudah 'dicuci otak'nya oleh tim kejiwaan di penjara -- mulai beranggapan itu hanya cermin biasa. Ia juga menganggap bahwa segala kejadian aneh yang menimpa keluarga mereka selama ini murni karena sugesti. Kaylie sampai berkata kurang lebih seperti ini: "Mereka sudah berhasil mencuci otakmu yah,"

Sebetulnya, segala fenomena yang mereka alami bukan karena sugesti pikiran. Cermin itu memang berhantu. Kaylie juga berhasil menemukan bukti-bukti yang mendorong hipotesa tersebut. Tapi memang susah untuk menyadarkan seseorang yang sudah tercuci otaknya oleh ilmu pengetahuan. Susah memberitahukan mereka bahwa dunia gaib itu memang ada. Walau susah, kelak Tim kembali memercayai -- cermin itu memang berhantu.

Selain Tim yang berhasil dicuci otaknya oleh tim psikiater penjara, permainan 'ilmu pengetahuan vs dunia gaib' juga ditunjukan oleh aksi Kaylie yang dengan segenap perlengkapan canggih nan mahal, berusaha merekam segala hal yang dilakukan cermin tersebut. Mungkin ia kira, dengan perlengkapan moderen, cermin berhantu itu bisa dikalahkan. Nyatanya tidak. Seharusnya Kaylie dan Tim memanggil  seorang rohaniawan.

Namun sepertinya hal tersebut tidak dilakukan oleh sang sutradara. Yang mungkin itu bisa dibilang merupakan perwakilan dari pikiran orang Amerika yang lebih suka menyelidiki hal gaib dengan ilmu pengetahuan; bukan dengan bahan agama atau keyakinan seperti layaknya pikiran orang-orang Asia.

Bagi yang berpikiran seperti itu, maksudnya lebih suka mengkaji peristiwa gaib secara ilmiah, Oculus ini sangat layak ditonton. Silakan simak sendiri, bagaimana Kaylie dan Tim berusaha mengalahkan cermin berhantu dengan bantuan alat-alat moderen. Seru dan mendebarkan deh!


RATE: 90 / 100


Sutradara: Mike Flanagan
Pemeran: Karen Gillan, Brenton Thwaites, Garrett Ryan, Rory Cochrane, Katee Sackhoff, Annalise Basso
Produser: Marc D. Evans, Trevor Macy
Produksi: Blumhouse Productions, WWE Studios, Intrepid Pictures
Tahun keluar: 2013/2014
Durasi: 103 menit




sumber gambar: Wikipedia

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.