Kecemerlangan Akting Shim Eun-kyung dalam "MISS GRANNY"



Seorang aktor atau aktris memang dituntut harus bisa memerankan banyak karakter. Kecemerlangan seorang aktor itu bisa terlihat saat dirinya bisa memerankan suatu tokoh dengan penjiwaan yang luar biasa. Ia bisa menyatu dengan karakter tokoh yang ia mainkan.

Di dunia ini, sepengetahuanku, cukup banyak aktor-aktris yang bisa memainkan banyak tokoh dengan karakter yang berbeda-beda pula. Di Indonesia, kita mungkin mengenal Lukman Sardi. Di luar, ambil contoh Amerika Serikat, ada Ben Stiller--atau Jennifer Lawrence. Mereka sungguh hebat kemampuan aktingnya. Banyak tokoh dengan karakter saling berbeda pernah mereka perankan.

Selain itu, maksudnya selain harus bisa memerankan tokoh dengan karakter yang berbeda darinya (dan berbeda pula dari yang perankan sebelumnya), sungguh luar biasa jika ada aktor atau aktris bisa memerankan dua tokoh sekaligus dalam satu produksi film.

Yang seperti itu ada. Iya, ada. Era 1990-an, aktor kawakan, Eddie Murphy lewat filmnya, Nutty Professor: The Klumps, ia membuktikan dirinya bisa memerankan banyak tokoh sekaligus. Total ada lima peran ia ambil lewat produksi film yang keluar di tahun 1996.

Aku percaya, di luar film "The Klumps" itu, masih banyak film lainnya yang mana seorang pemain bisa membuktikan kapabilitasnya dengan mengambil banyak peran sekaligus dalam satu judul film.

Yup, kejadian seperti itu tak hanya terjadi sekali saja. Pula tak hanya terjadi di satu negara. Negara-negara lain juga pernah melakukannya. Termasuk Indonesia (untuk saat ini, baru terdeteksi lewat sinetron dan FTV) sendiri.

Baru-baru ini juga, dari tanah ginseng, aku menemukan kasus sejenis. Mirip-miriplah mungkin. Karena yang bersangkutan bisa memerankan satu tokoh dengan karakter sungguh unik, yang kurasa tak semua pemain bisa memerankannya.

Adalah Shim Eun-kyung yang sudah membuat ku terpesona dengan kemampuan aktingnya. Aktingnya dalam sebuah film Korea berjudul "Miss Granny" sungguh luar biasa. Tak ayal, dia diganjar penghargaan sebagai aktris terbaik di berbagai ajang penghargaan. Tak gampang memang untuk memerankan tokoh seperti itu. Tokoh yang unik, yang jarang sekali dipraktekan di beberapa judul film, sinetron, atau drama televisi. 



Sumber gambar: Wikipedia




Lewat film "Miss Granny", Shim Eun-kyung ini berperan sebagai seorang gadis muda bernama Oh Doo-ri. Bukan sekadar gadis muda, melainkan gadis... okelah, bisa kita bilang gadis jadi-jadian. Karena sebetulnya gadis muda ini jelmaan seorang nenek tua berusia 74 tahun, yang bernama Oh Mal-soon. 

Seperti kasus-kasus pertukaran kepribadian lainnya (dari laki-laki ke perempuan, perempuan ke laki-laki, bocah ke kakek, kakek ke bocah), pasti ada sesuatu kerisihan tersendiri untuk sang tokoh. Dari awalnya dia itu seorang nenek, eh sekarang mendapatkan kesempatan kedua untuk menjadi muda kembali di jaman yang berbeda dari masa mudanya. Di sinilah, makanya kubilang, Shim Eun-kyung sukses besar memerankan Oh Doo-ri, seorang nenek yang terjebak dalam tubuh gadis muda. Noraknya dapet banget.  Shim sungguh menjiwai sekali bak memiliki pengalaman yang sama. Sungguh tergambarkan sekali sosok Oh Doo-ri yang terlihat norak sekali untuk gadis-gadis di jaman sekarang. Saat dia loncat-loncat, berinteraksi dengan generasi yang lebih muda, hingga waktu dia berpelukan dengan cucunya sendiri. Wow!

Adapun "Miss Granny" ini bercerita mengenai Oh Mal-soon, seorang nenek tua berusia 76 tahun yang keras kepala, berpikiran rada kolot, dan sedikit tak tahu malu. Oh Mal-soon ini kurang begitu dihargai di keluarganya sendiri, terutama oleh menantu dan cucu-cucunya. Kali pertama Oh Mal-soon diduga hilang (gara-gara menjelma jadi gadis muda setelah mengunjungi sebuah studio foto aneh), keluarganya langsung begitu bahagianya. 

Oh Mal-soon sendiri awalnya kaget. Ia belum menyadari perubahan drastis yang menimpa dirinya. Belum sadar dirinya sudah bukan berwujud nenek tua lagi. Makanya ia terbengong-bengong saat ada beberapa berandalan lelaki yang menggodainya. Pikirnya, "Ini cowok-cowok ini kenapa godain gue? Nggak salah nih, godain nenek-nenek?!" Dari kejadian dalam bus itulah, ia sadar. 

Awalnya, yah sama dengan kasus-kasus tukar kepribadian begitu, Oh Mal-soon rada kikuk dan sering menyangkali apa yang baru saja terjadi. Namun perlahan, ia mulai terbiasa dan penampilan barunya itu berhasil mengundang simpati beberapa orang. Bahkan, hebatnya lagi, ia berhasil tampil di televisi dengan menjadi seorang penyanyi. Tak hanya itu, seorang pekerja dunia showbizz sempat jatuh cinta pula. Semakin kikuk dirinya. Bagaimana tak kikuk, ia kan aslinya berusia 76 tahun, masa harus menjalin hubungan cinta dengan seseorang yang berpuluh tahun lebih muda darinya? 

Namun seringkali mukjizat itu sifatnya hanya temporer. Ada batas waktu tertentu dan tak abadi. Apa yang dialami Oh Mal-soon juga sama. Fisik mudanya itu tak selamanya ia bisa nikmati. Kejadian di kolam renang telah menyadarkannya. Tiap dirinya mendapat luka, kulit tuanya akan muncul. Bisa ditebak apa yang terjadi jika ia jadi mendonorkan darah untuk cucu laki-lakinya yang ditabrak truk. 

Mungkin apa yang hendak disampaikan oleh sang sutradara, yaitu Hwang Dong-hyuk, itu ialah: 

1. Hidup hanya sekali saja cukup sebetulnya. Itu kalau kita bisa memaksimalkan dan/atau menikmatinya. 
Sama seperti Oh Mal-soon yang akhirnya sadar betapa dirinya merindukan kehidupannya sebagai seorang nenek tua; bukan sebagai gadis muda bernama Oh Doo-ri. 

2. Seringkali manusia baru sadar apa yang sudah ia punya setelah dirinya harus kehilangan dulu. 
Persis seperti keluarga Oh Mal-soon, terlebih anak laki-lakinya, yang menyadari betapa getirnya kehilangan seorang nenek tua yang suka disepelekan keberadaannya setelah berhari-hari hilangnya sang nenek tua berusia 76 tahun. 

Bagi yang jenuh dengan tontonan-tontonan dari negeri Ginseng yang identik dengan romansa menye-menye, "Miss Granny" cukup boleh disimak. Tak ada rayuan, pelukan, atau ciuman. Justru kita dibuat terpingkal dan sesekali merenung. 


RATE: 90 / 100


Genre: Drama, Family
Sutradara: Hwang Dong-hyuk
Pemain: Shim Eun-kyung, Na Moon-hee, Jin Young, Lee Jin-wook, Park In-Hwan...
Durasi: 124  menit
Bahasa: Korea
Tanggal Rilis: 22 Januari 2014

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.