"Cinderella" yang Nanggung



"Having courage and be kind".

Lima kata itu pasti kalian semua bakal tahu. Iya, dikutip dari mana, kalian pasti tahu. Kata kuncinya: Disney. Masih kurang? Oke, kata kunci kedua: Cinderella. Paham? 







Sumber gambar: Wikipedia





Oke, sepertinya untuk sebagian orang, khususnya Disney-mania, film Cinderella versi studio animasi kenamaan Walt Disney ini amat sangat ditunggu. Termaksud aku sendiri. Jujur, aku ini tergolong Disney-mania. Semasa kecil hingga sekarang, aku tidak pernah absen untuk menonton film-film keluaran studio animasi yang selalu memproduksi film-film animasi sarat makna kehidupan. Makanya begitu film ini keluar, langsung saja, tanpa ba-bi-bu lagi, aku ngibrit ke bioskop terdekat (yang sebetulnya jaraknya jauh juga). 

Tadinya aku berharap, Cinderella versi yang ini bisa lebih 'wah' dari versi-versi sebelumnya. Setidaknya bisa menyamai "Snow White and the Huntsman" gitu. Tapi buyar ekspektasi itu. Kurang lebih setengah jam penayangan film, aku rada kecewa. Dalam benak, "Ini mah nggak jauh beda sama versi-versi sebelumnya," 

Cinderella versi 2015 ini tak jauh berbeda dari versi-versi sebelumnya. Malah tak jauh berbeda dari versi animasi Disney yang sudah dibuat bertahun-tahun silam sejak artikel ini keluar. Namun, tak dipungkiri juga, harus kuakui, ada sedikit gebrakan-gebrakan yang dimunculkan. Tapi tetap gebrakan-gebrakan itu kurang greget. 

Lewat versi 2015 ini, oleh Kenneth Branagh--sang sutradara, tokoh Ella memang dibuat lebih berani. Tepatnya sedikit lebih berani. Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, tokoh Ella di versi-versi sebelumnya itu menye-menye banget. Terlalu melankolis dan begitu nrimo terhadap kondisi yang menerpanya. Nah di versi 2015 ini, Ella sedikit dibikin lebih berani. Ia tidak digambarkan untuk terlalu berpasrah begitu saja. Ada perlawanan-perlawanan yang muncul dalam diri seorang Ella. Meskipun perlawanan-perlawanan itu masih kurang begitu berkesan. Setidaknya itu buatku, lho (Opini jujur banget dari seorang Disney-mania!).

Ceritanya sendiri, di luar soal Ella, harus diakui pula bahwa sudah sedikit ada pengembangan. Disney mulai berani bereksplorasi. Beberapa tokoh sampingan yang selama ini hanya terlihat sebagai cemeo, mulai digali lagi karakter demi karakternya. Itu seperti sang ibunda Ella sendiri, ayah si Pangeran, hingga muncul tokoh baru yang kurang begitu kita akrabi. Ceritanya mulai lebih berbobot, tapi masih kurang. Bisa dibilang, Cinderella versi 2015 ini ceritanya serba nanggung. Kenapa? 

Sebabnya, kalau kita mau golongkan ini jadi konsumsi anak-anak, kurang begitu cocok. Ada beberapa poin dalam film yang kurang cocok dipertunjukkan ke anak-anak. Untuk film dewasa pun, konfliknya juga belum begitu nendang. Film buat remaja? I don't think so. Kurang begitu yakin, remaja sekarang suka film yang model seperti ini. Mungkin jawaban yang paling cocok: film ini sama seperti Stand By Me Doraemon. Yep, film ini cocok buat bahan nostalgia orang dewasa yang tengah dirundung kangen akan fairy's tale

Soal story line, sepertinya aku tidak perlu gamblang hingga spoiler abis deh. Kita semua sudah tahu cerita Cinderella yang beredar di masyarakat seperti apa. Kurang lebih seperti itulah story line dari Cinderella versi 2015. 

Omong-omong, Cinderella versi asli itu jauh lebih menarik alurnya. Nah, awalnya aku sempat berpikir, jangan-jangan versi kali ini hampir menyerupai versi asli--yang lebih kelam? Tapi Disney sepertinya berkata lain. Mungkin versi asli kurang sesuai dengan konsep yang selama ini mereka usung lewat animasi-animasi sebelumnya. Yah itu lho konsep cerita yang seperti menjual mimpi. Yang mana anak-anak sudah diajarkan untuk berani bermimpi, berani memperjuangkannya, serta tidak takut terhadap apapun yang ada di depan mata. Konsep asli dari Cinderella itu memang bentrok sekali dengan konsep Walt Disney. 

Soal kata-kata sang ibunda Ella: "Having courage and be kind", baru sadar sesadar-sadarnya bahwa kata-kata itu beberapa kali didengungkan. Bak seperti mantra saja. Apa Disney ingin membuat Cinderella versi 2015 ini seperti Frozen (yang terkenal lewat 'let it go'-nya)? Apa kata-kata itu semacam jargon? Sehingga tiap mendengar kata-kata itu dimana pun, kita akan selalu terkenang pada Cinderella yang tokoh utamanya itu diperankan oleh Lily James. Hmm, hanya Tuhan dan orang-orang Disney yang tahu. Let's see seberapa kuat pengaruh dari "Having courage and be kind" tersebut. 

Soal story line, aku kurang begitu terkesan. Soal sinematografi, acungi jempol deh. Apalagi segi visualnya yang keren sekali. Jadi tampak seperti film animasi 3D.  Efek visualnya luar biasa. Efek spesialnya juga mantap. 

Oh yah, satu lagi, Cinderella versi 2015 ini ada satu twist yang bikin kalian tercengang. Pun versi ini lebih jenaka. Alhasil kalian tak tergerus oleh suasana nostalgia atau yang melankolis begitu. 

Kesimpulan demi kesimpulan, kalau mau menonton, yah silahkan. Terlebih kalau kalian merasa Disney-mania. Silahkan buktikan sendiri kata-kataku dalam artikel ini. Silahkan bernostalgia deh. Silahkan nikmati juga segala efek yang super-duper keren. 


RATE: 80 / 100



Genre: Family
Sutradara: Kenneth Branagh
Pemain: Lily James Richard Madden Cate Blanchett Stellan Skarsgård Holliday Grainger Derek Jacobi Helena Bonham Carter,... 
Durasi: 112 menit 
Tanggal tayang: 13 Maret 2015 (Amerika Serikat)

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.