Belajar Soal Kepercayaan dari "Dawn of the Planet of the Apes"

Jikalau kita menonton film sebelumnya -- "Rise of the Planet of the Apes", tampak ada sebuah kecenderungan bahwa sineasnya tengah berusaha menyebarkan teori Evolusi-nya Charles Darwin. Diceritakannya bahwa Caesar, seekor  simpanse, dipelihara oleh Will Rodman, seorang ilmuwan. Will berusaha sekuat tenaga untuk menemukan obat penyembuh Alzheimer demi sang ayah. Apa daya, obat yang menjadikan kera sebagai kelinci percobaannya tersebut malah jadi bumerang. Ia malah menemukan obat yang memberikan para kera itu suatu kecerdasan yang hampir mendekati manusia.

Di situlah letak posisi kenapa dikatakan film "Rise of the Planet of the Apes" itu seperti berusaha membenarkan teori Evolusi tersebut. Di luar itu, film ini juga memiliki pesan tersembunyi. Salah satunya, agenda perlindungan satwa. Film ini bisa dibilang cocok sebagai alat bagi orang-orang WWF untuk mengajak masyarakat agar memperlakukan binatang layaknya kita memperlakukan sesama kita manusia. Bagaimanapun binatang juga punya perasaan. Mereka bisa marah -- seperti yang ditunjukan Rupert Wyatt saat Caesar memimpin para kera kabur ke sebuah pedalaman dekat San Fransisco.


Sudah banyak yang bilang juga, fokus "Rise of the Planet of the Apes" ialah binatang, terlebih para kera. Lalu fokus film kelanjutannya -- "Dawn of the Planet of the Apes" -- ialah manusia.Yah memang benar. Apalagi jika menyimak baik-baik pendahuluan filmnya. Di kala diceritakan bahwa segenap warga San Fransisco terkena wabah flu Simian. Selain virus flu tersebut, mereka juga harus berhadapan dengan persoalan listrik dan air. Untuk yang satu itu, mereka harus melewati pedalaman yang sudah dihuni oleh Caesar, dkk.

Awalnya tak mudah. Kali pertama masuk, beberapa perwakilan dari warga San Fransisco sudah diadang oleh segerombolan kera. Caesar yang menjadi pemimpinnya langsung menggertak mereka untuk segera kembali ke San Fransisco. Mereka menurut, tapi tidak menyerah begitu saja.

Di kesempatan kedua, San Fransisco mengirimkan lagi perwakilan yang berbeda orang. Kali ini, cukup sukses. Salah seorang dari tim perwakilan yang baru -- Malcolm -- berhasil meyakinkan Caesar untuk membantu persoalan sekelompok manusia di San Fransisco.

Namun keputusan Caesar yang memberikan ijin para manusia untuk mengurusi bendungan yang menjadi sumber masalahnya tersebut kurang disukai oleh seekor kera. Namanya Koba. Di "Rise of the Planet of the Apes", Koba ini diceritakan sebagai kera yang paling sering mendapatkan 'siksaan' saat berada di laboratorium. Tak ayal, Koba merupakan satu-satunya kera yang amat membenci keputusan Caesar yang dianggapnya terlalu menguntungkan manusia.

Saking kesalnya, Koba nekat melakukan sesuatu tanpa minta ijin Caesar. Dengan ditemani beberapa ekor kera, Koba mengunjungi San Fransisco. Di sana ia mendapati manusia tengah bersiap untuk memerangi bangsa kera. Sebetulnya itu hanya dugaan sementaranya. Apa yang dilihatnya tidak seperti itu. Warga San Fransisco hanya bersiap dengan Rencana B, andaikata Malcolm dan lainnya gagal bernegoisasi dengan Caesar.

Seharusnya Koba memberitahukan segala penyelidikannya ke Caesar. Terlebih soal manusia yang tengah latihan militer untuk menjalankan Rencana B. Tapi itu urung dilakukan Koba. Segala penemuannya tidak ia laporkan ke Caesar. Ia malah berkehendak untuk menjalankan rencananya sendiri.

Di malam hari, tanpa sepengetahuan kera-kera lainnya, Koba menembaki Caesar dengan senjata yang ia ambil sewaktu kunjungan keduanya ke San Fransisco. Di saat Caesar terkapar, Koba dengan entengnya berkata bahwa pelakunya itu manusia. Segenap bangsa kera jadi terbakar emosinya. Mereka semua terpengaruh kata-kata Koba untuk memerangi manusia. Itu termasuk anak sulung Caesar sendiri.

Bisa dibilang Koba telah melakukan kudeta terhadap Caesar. Persis seperti yang terjadi saat seseorang sudah gelap mata demi mengejar kedudukan penting. Menyaksikan adegan tersebut, mendadak jadi teringat pada usaha kudeta yang pernah terjadi di beberapa negara.

Selain soal kudeta, sebetulnya ada sebuah nilai penting yang hendak disampaikan oleh sutradaranya, Matt Reeves. Yaitu soal kepercayaan. Kepercayaan itu sesungguhnya merupakan harta karun yang berharga juga. Harta karun itu sering disalahgunakan ketika sudah didapatkan.

Sungguh menyebalkan melihat rekan Malcolm lainnya yang diam-diam menyembunyikan senjata saat Caesar sudah memberikan ijin untuk membenahi bendungan. Dikasih hati, malah minta jantung. Dan orang seperti itu sungguh banyak di dunia ini.

Begitu juga melihat aksi Koba tersebut. Ia sudah diberikan kepercayaan oleh Caesar, malah jadi berkhianat dan melakukan kudeta. Mungkin dari awal Koba memang berniat menggulingkan Caesar. Karena apapun yang dilakukan Caesar selalu ditentangnya.

Ha-ha-ha. Sepertinya topik kepercayaan memang menjadi fokus utama sang sutradara. Contoh lainnya seperti saat Malcolm sulit meyakinkan teman-temannya untuk tidak meminta bantuan dari luar San Fransisco. Malcolm ingin mengajak teman-temannya untuk lebih memercayai Caesar. Tapi apa daya, mereka tidak percaya.

Pesan yang hendak disampaikan film ini sangat bagus. Alurnya ciamik. Benar-benar dipikirkan dengan matang konsep filmnya. Namun tetap saja masih ditemukan banyak kelemahan. Seperti latar kota San Fransisco yang cukup berlebihan. Masa gara-gara sebuah epidemi, kota sudah seperti kota mati?

Ah mungkin saja film ini memang lebih berpusat ke alur yang masih juga terlihat ada beberapa kebingungan. Mungkin juga kebingungan-kebingungan yang ada, karena bakal ada kelanjutannya. Bukankah sebelum "Rise of the Planet of the Apes" muncul, kita sudah mengenal "Planet of the Apes", "Battle for the Planet of the Apes", "Conquest of the Planet of the Apes", dan "Beneath of the Planet of the Apes" yang semuanya itu berlatar di luar angkasa.

Untuk sebuah hiburan di kala bosan, "Dawn of the Planet of the Apes" memang cukup direkomendasikan. Film yang sungguh memiliki cerita yang akan mudah hilang dari ingatan.


RATE: 85 / 100

Genre: Science-fiction, drama
Produksi: Chernin Entertainment
Produser: Peter Chernin, Dylan Clark, Rick Jaffa, Amanda Silver
Sutradara: Matt Reeves
Pemain: Andy Serkis, Jason Clarke, Gary Oldman, Keri Russell





Sumber gambar: http://en.wikipedia.org/wiki/Dawn_of_the_Planet_of_the_Apes

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.