"Nozoki Ana": Sebuah Live Action yang Lebih Menarik dari Versi Manga-nya








Sekarang akhirnya paham mengapa banyak yang tak suka dengan live action, mau diangkat dari anime, manga, atau game mana pun. Bukan, bukan karena drama yang Nuel review ini yang seperti kebanyakan live action. Melainkan karena live action ini merupakan segelintir dari anomali lainnya. Kenapa Nuel bilang anomali? Karena mungkin sebetulnya masih banyak live action yang seperti "Nozoki Ana" ini. Bahkan mungkin jauh lebih baik.

"Nozoki Ana" ini diangkat dari sebuah manga bergenre ecchi. Tahu, kan, ecchi itu apa?! Ecchi itu sebuah genre dalam manga (baca: komik-komik Jepang) yang banyak memuat gambar-gambar porno secara lumayan eksplisit, namun gambar-gambar itu bukan bertujuan untuk merangsang birahi. Ketimbang hentai yang jelas-jelas untuk memancing nafsu syahwat, komik-komik ecchi itu seringkali memiliki alur cerita yang sangat kompleks, sehingga nyaris seperti kisah nyata saja.

Bisa dibilang, berhubung Nuel sudah membaca manga-nya, "Nozoki Ana" versi live action sungguh berbeda dengan versi manga-nya. Malah jujur saja versi live action jauh lebih menarik cara penyampaiannya. Kalau versi manga-nya, lumayan banyak repetisi, yang--yah Nuel tahu, itu buat kepentingan dramatisasi.

Berbeda dengan live action kebanyakan (yang kebanyakan berusaha menyamai versi komiknya), "Nozoki Ana" versi live action dan "Nozoki Ana" versi manga bisa dibilang sebuah produk yang berbeda. Sedikit-lah. Di live action-nya, ada beberapa perubahan alur cerita yang sama sekali tak ada di komiknya. Muncul satu-dua tokoh, yang pas Nuel kroscek kembali komiknya, tokoh-tokoh itu tak ada. Ambil contoh, tokoh oya-san yang sama sekali tidak ada. Di komiknya itu malah yang punya apartemen itu seorang ibu paruh baya.


Emiru memata-matai Tatsuhiko yang tengah jalan bareng Yuri. 
Di live action "Nozoki Ana", sama sekali tak terlihat usaha sutradaranya untuk menyama-nyamai penggambaran tiap tokoh yang ada di komiknya. Maksudnya, kalau di komiknya, Ikuno Emiru rambutnya pirang. Di live action-nya, rambut Chocolat Ikeda memang dicat, tapi bukan sengaja dipirang-pirangkan, sehingga terkesan aneh. Sebagai ganti rambut Emiru yang pirang, busana Emiru versi live action itu sengaja dimodiskan. Kalau dilihat-lihat lagi, dandanan Emiru versi komik itu memang cukup fashionable.

Soal angle, berbeda dengan drama-drama atau film-film Jepang sebelumnya, "Nozoki Ana" ini memiliki beberapa angle yang bikin kita jadi antusias untuk menyimak sampai episode terakhir. Soal akting, sampai episode 8, Nuel belum melihat ada satu-dua pemain yang aktingnya agak-agak kurang. Malah di "Nozoki Ana" versi live action, GILA, Nuel merasa pemilihan pemeran Ikuno Emiru-nya itu sudah sangat tepat. Chocolat Ikeda sungguh menjiwai tokoh Emiru yang pendiam nan tertutup, yang suka melakukan hal-hal aneh karena memiliki masa lalu cukup kelam. Pun dengan pemeran Kotobiki Yuri, Beni Itoh. Entah itu adegan biasa, entah itu adegan dewasanya, Beni Itoh lumayan penjiwaannya. Khusus adegan dewasa, entah mengapa Nuel beranggapan Beni Itoh itu berlatar belakang artis JAV. Tak terlalu kaku permainannya.

Oh iya, karena berdasarkan sebuah komik ecchi, live action ini sama sekali tidak cocok ditonton oleh mereka yang belum berusia 18 tahun. Memang sih adegan-adegan dewasanya itu tak terlalu banyak. Bisa di-skip tanpa mengganggu kenyamanan menonton. Namun tetap saja harus yang setidaknya sudah cukup mental untuk menonton live action ini.

Bicara soal alur cerita, "Nozoki Ana" ini bercerita tentang dua orang mahasiswa/i sebuah sekolah desain. Yang laki-laki bernama Tatsuhiko Kido. Yang perempuan bernama Ikuno Emiru. Awalnya keduanya bertemu itu karena ketidaksengajaan. Semuanya berawal dari kecurigaan Tatsuhiko terhadap sebuah lubang kecil misterius di dinding kamarnya. Hanya gara-gara sebuah lubang kecil itulah, Tatsuhiko sudah terseret ke dalam sebuah perjanjian aneh. Namanya perjanjian saling mengintip. Di hari-hari yang ditentukan, ia diijinkan untuk mengintip ke dalam kamar Emiru, yang mana gilirannya itu hari senin, rabu, dan jumat. Di hari minggu, perjanjian mengintipnya tak berlaku. Selain itu, masing-masing dari mereka tidak boleh mencampuri kehidupan pribadi. Saat di luar apartemen murahan itu, harus mengusahakan diri agar terlihat tidak saling mengenal.

Awalnya, Tatsuhiko belum begitu tertarik dengan Emiru. Tatsuhiko masih beranggapan bahwa Emiru itu gadis aneh. Malah sebetulnya Tatsuhiko tak terlalu antusias untuk menjaga kesakralan perjanjian mengintip tersebut. Sebisa mungkin Tatsuhiko selalu berusaha untuk tidak melakukan 'sesuatu' di apartemennya saat giliran Emiru mengintip.

Sebaliknya Emiru malah terlihat sangat antusias. Beberapa kali Emiru berusaha memberikan layanan terbaik yang jarang dimanfaatkan Tatsuhiko. Sebetulnya juga Emiru sempat beberapa kali menunjukan perasaan sukanya pada Tatsuhiko. Sayang Tatsuhiko kurang begitu peka dan lebih memperhatikan perempuan-perempuan lain seperti Kotobiki Yuri yang kelak bakal menyakiti perasaan Tatsuhiko. Kelak pula karena peristiwa itulah, Tatsuhiko sadar bahwa ternyata Emiru benar-benar mencintainya. Emiru bahkan selalu ada saat Tatsuhiko butuh seseorang.

Soal ending (tenang belum spoiler, kok, review-nya!), rada-rada beda sama versi komik. Sama-sama menarik untuk diikuti. Tapi tetap saja merasa ending versi komik itu jauh lebih baik. Plus, sebetulnya ada beberapa episode yang kurang begitu enak buat disimak. Entah mengapa pace-nya itu seperti dipercepat. Kayak harus terburu-buru buat diselesaikan. Hingga episode 3, "Nozoki Ana" versi live action masih enak untuk disimak. Berikutnya, mulai merasa rada dipercepat. Alhasil jadi kurang menghayati konflik demi konfliknya.


Emiru: "Kakashi desu!"
Terakhir, bagian yang paling Nuel sukai dari "Nozoki Ana" versi live action ini saat... yah itu, saat Tatsuhiko memergoki perselingkuhan Yuri dengan seorang pria (kayaknya sih om-om senang gitu!). Emiru sempat menghalang-halangi Tatsuhiko untuk masuk. Namun Tatsuhiko tak bisa dicegah, sehingga akhirnya malah tersakiti. Tatsuhiko lalu kocar-kacir dengan isak yang menyakiti dada, dan Emiru berlari mengejarnya. Di sinilah terjadi dialog yang sangat mengharu-biru.



Tatsuhiko: Sejak kapan? Kejadian itu? 
Emiru: Baru-baru ini sih. Belum lama ini sebetulnya Kotobiki-san itu berusaha menghindari Kido-san. Aku di sana sebetulnya cuma berusaha mencegah supaya Kido-san tidak melihatnya. 
Tatsuhiko: Kenapa? Kenapa harus dicegah? 
Emiru: Kido-san begitu mudah meletakkan hati ke Kotobiki-san. Bagaimanapun saat itu Kotobiki-san masih orang baru juga, kan? 
Tatsuhiko: <Kurang begitu menangkap kata-katanya. Banyak slang pula> ....Kamu itu tidak tahu apa-apa soal menyukai seseorang... 
Emiru: Ya sudah, kalau begitu, Kido-san peluk aku saja biar tenang. Peluk aku! 



Untuk perbandingan alur cerita, boleh disimak review atas komik "Nozoki Ana" berikut ini: Sebuah Kisah Cinta dari Sebuah Lubang Intip.




RATE: 85 / 100




Genre: Romance 
Produksi: 
Distributor: SPO,INC. 
Produser: 
Sutradara: Ataru Ueda 
Pemain: Chocolat Ikeda, Atsumi Kano, Beni Itoh,...
Bahasa: Jepang
Durasi: 130 menit 
Jumlah Episode: 8
Tanggal Rilis: 28 Juni 2014

3 comments:

  1. Misi min ane mau nanya nh kan ane udah nonton ya sampe ending pas endingnya itu yg live action kan pada saat emiru ketemu sama Kido dizebra croos mereka berdua saling bertatap lalu tersenyum dan cerita itu pun berakhir yg jadi pertanyaan ane masih blm paham min sama endingnya tolong dijelasin ya min maksud dari endingnya itu ditunggu jawabannya ya min

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, coba tonton lagi deh. Emang rata2 dorama kaya gitu. Bingungin awal2 nonton. Tapi berikutnya ga.

      Delete
  2. Misi min ane mau nanya nh kan ane udah nonton ya sampe ending pas endingnya itu yg live action kan pada saat emiru ketemu sama Kido dizebra croos mereka berdua saling bertatap lalu tersenyum dan cerita itu pun berakhir yg jadi pertanyaan ane masih blm paham min sama endingnya tolong dijelasin ya min maksud dari endingnya itu ditunggu jawabannya ya min

    ReplyDelete

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.