Empat Cerita Fortune Cookie

Seiring keluarnya MV Koisuru Fortune Cookies, baru-baru ini juga beberapa member AKB48 membintangi dorama lagi. Dorama ini, gosipnya sih, bekerja sama dengan Wonda. Jangan tanya aku soal apa itu Wonda. Nggak ngerti aku. Cuma tahunya AKB saja. Hahaha.

Walau judulnya menyamai MV mereka, dramanya ini sebetulnya lebih dulu keluar. Keluar pada tanggal 7 Juli 2013 kemarin. Mungkin ini semacam jadi alat promo kali yah? Yah hitung-hitung biar penjualan CD-nya laris. Dan berbeda dari kebanyakan drama yang sudah dibintangi member-member-nya, drama ini lain sendiri. Drama ini terdiri dari enam cerita yang tokoh utamanya ialah enam member. Ada Haruna Kojima, Mayu Watanabe, Mariko Shinoda, Yuki Kashiwagi, Haruka Shimazaki, dan terakhir, Yuko Oshima. Tambahan lagi, ada member SKE ikut main: Aya Shibata.








Cerita pertama: Kojihara.
Di sini, Haruna Kojima berperan sebagai karyawati cantik yang blo'on. Kalau lihat akting dia di sini, jadi ingat tokoh Saschya yang diperankan Winda Viska di sitkom OB dulu. Serius, mirip. Dandanannya, ekspresi polosnya, tingkah bodohnya,... miriiiiiip. Tokoh Kojihara yang diperankannya ini, ceritanya sedang menerima tugas dari pimpinannya. Tugasnya mudah. Kelewat mudah untuk seorang karyawati yang sebetulnya sudah bekerja selama dua tahun. Cuma disuruh ketik alamat. Tapi sudah mudah banget, masih bikin kesalahan. Begonya, dia malah ketik -sama di akhir nama perusahaan. Padahal menurut budaya sana, kalau nama perusahaan tuh harusnya pakai akhiran -onchu. Langsung deh diralat sama dia. Tapi ternyata masih salah juga. Ia malah ketik 'want you' dan labelnya sudah ditempel pada surat yang hendak dikirim. Alhasil, pimpinannya kesal sekali dan stress. Tapi bingungnya, hanya karena dia kasih sebotol minuman dingin - plus senyuman - sebagai permintaan maaf, si pimpinan jadi hilang emosinya. 







Fortune cookie: "Don't trust a stranger."

Cerita kedua: Side-dish stolen
Tokoh utamanya Erika-chan yang diperankan Mayu Watanabe. Gara-gara si bos, Aikawa, ia jadi lembur. Baru pulang malam sekali. Deritanya bukan itu saja. Dari pagi hingga malam, ia belum makan. Yah paling cuma makan sedikit. Sesempatnya saja makan saat jam kerja. Itu juga makan ramen sama minum teh botol (Beneran teh dalam botol; bukan merek yah?!). Alhasil saat berada di depan sebuah rumah makan, ia tak bisa menahan selera untuk makan karaage (Semacam daging gitu - yang agak-agak mirip sama daging yang disajikan di Hoka-Hoka Bento. Penjelasan lebih lanjut, cek google :P). Padahal kalau di atas jam sepuluh malam, pamali makan daging. Yah tapi namanya sudah kelaparan banget. Mau nggak mau, masuk dan pesan. Nah saat hendak menyantap makan malam sekaligus makan siangnya yang tertunda, bosnya telepon. Ia meninggalkan mejanya dengan kesal, hingga tak sadar salah satu karaagenya jatuh. Di sini bagian terlucunya. Ia jadi menuduh tiga pengunjung rumah makan tersebut - telah mengambil karaagenya. Saat salah satu pengunjung menceritakan yang sebenarnya, sumpah ekspresi Mayu lucu banget.





Tak menemukan fortune cookies di bagian ini.

0181 bisa juga dibaca Oiwa


Cerita ketiga: Independence
Bagian yang tokoh utamanya Mariko Shinoda ini sebetulnya kurang mengerti alurnya. Kurang begitu jelas juga. Tapi kisah singkatnya begini. Ada seorang wanita karir bernama Eriko yang diangkat menjadi direktur perusahaan. Salah satu senior yang sudah berusia lanjut, salut padanya. Dan entah karena alasan apa, si senior mengundangnya ke sebuah restoran dan bincang-bincang. Perbincangannya ini sebetulnya agak geli juga menontonnya. Tampak si senior yang usianya seperti kakeknya tengah berusaha merayunya. Di akhir perbincangan, tampangnya nafsu gitu, sambil menyodorkan sebuah kartu nama (Mengerti dong, maksudnya apa). Eriko tampak ketakutan dan bingung. Tapi nanti temannya telepon, dan tahulah ia kalau lagi dikerjain si senior.





Tak menemukan fortune cookies di bagian ini.


Cerita ketiga: My daddy's birthday (Kalau nggak salah ingat).
Tentang seorang karyawati bernama Aida yang bingung memberikan kado apa untuk ulangtahun ayahnya. Di saat bingung memikirnya saat berada di rumah makan, ia bertemu dengan pimpinan kantornya yang kebetulan berusia sama dengan ayahnya. Langsung saja ia minta saran soal hadiah apa yang cocok diberikan. Si bos awalnya menyarankan untuk memberikan sake atau minuman beralkohol lainnya. Terus nanti terjadi kesalahpahaman. Si pimpinan sok tahu banget dengan berkata kenal dekat ayahnya, padahal sebut namanya saja sudah salah. Pada akhirnya, Aida memberikan dasi sebagai hadiahnya. Dan untuk si pimpinan yang sok kenal itu, ia berbaik hati memberikan kado, mengingat statusnya yang duda dan tanpa anak.







Fortune cookie: "Did you find what you were looking for?"

Cerita keempat: Kensaku-sensei.
Bercerita mengenai karyawati di sebuah agen perjalanan bernama Shintani yang merenungi nasibnya yang tak bisa menggapai mimpinya untuk travelling, padahal bekerja di kantor agen perjalanan. Sembari merenungi nasibnya, ia tiba-tiba teringat guru magang di SMA-nya dulu. Iseng-iseng, dengan menggunakan komputer kantor, ia searching perihal gurunya yang bernama Kensaku Takahashi di Qooqle (Bahasa Jepang untuk Google). Sampai akhirnya, mungkin karena dibicarakan terus, sang guru muncul. Datang ke biro perjalanan tersebut dan memberitahukannya bahwa sebetulnya ia beruntung bisa bekerja di sana. Karena ia bisa dengan mudahnya menggapai mimpinya untuk bisa travelling. Itulah sebabnya, ia jadi belajar mati-matian dan lembur di kantor.







Fortune cookie: "Tomorrow is more wonderful than today."

Cerita terakhir: SNS (Social media di Jepang sana; hampir mirip dengan Yahoo Messenger).
Morikawa dimintai tolong bosnya untuk menjadi teman di sebuah akun Facenote (Semacam Facebook) punya anaknya yang hak asuhnya berada di tangan istri si bos. Awalnya Morikawa menolak, tapi malah jadi juga meng-add dan mengenal lebih lanjut soal Rina Fujisawa, anak si Bos. Dari sini, ia tahu bahwa Rina sebetulnya kangen dengan ayahnya; di sini, ia merasa dugaan si Bos salah yang mengira anaknya pasti benci padanya. Maka dimulailah misi Morikawa untuk menyatukan ayah dan anak yang sudah lama terpisah karena perceraian.




Yah begitulah sedikit cerita dari tiap ceritanya. Secara teknis, agak-agak mirip sama sinetron di Indonesia. Tapi secara plot, kalah jauh. Benar-benar dipersiapkan dengan matang; sehingga jatuhnya malah berkesan, terutama cerita satu dan dua yang lumayan lucu. Kalau harus dikasih nilai, aku kasih nilai 100. Benar-benar menghibur - dramanya sih. Hehehe.

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.