"You are My Sisters" yang Memadukan Unsur Keluarga, Cinta, dan Humanisme



Rasanya sudah lama sekali tak menonton serial drama Mandarin. Terakhir itu serial "Meteor Garden", yang mana dulu salah satu penulis GETO KATANYA pernah dimirip-miripkan dengan Dao Ming Tse saking bersikap sok bossy. Ha-ha-ha. 

Omong-omong, di sini ada yang besar di era 1990-an? Tentu masih ingat bahwa di jaman itu stasiun-stasiun televisi Indonesia masih cukup sering menayangkan film-film atau drama televisi dari negeri Tirai Bambu (Apalagi film-film yang ada vampir China-nya).  Antusiasme yang sepertinya mulai meredup akhir-akhir ini. Kini kecenderungannya beralih ke Korea, lalu India, dan Turki (Salahkan si Elif!). 

Jujur saja, Nuel merasa kangen dengan keberadaan drama-drama TV dari Tiongkok sana. Walau beberapa--atau kebanyakan--mengandung unsur propaganda, ceritanya itu selalu mengandung unsur humanisme. Tidak nanggung seperti drama Jepang. Atau seberlebihan drama Korea. Pas-lah di tangan. Meskipun sebetulnya drama-drama Mandarin itu tak jauh berbeda dengan telenovela Meksiko atau sinetron Indonesia. Itu kalau bicara soal durasi episode. 

Jangan tanya dari mana tahu drama yang akan dibahas di GETO KATANYA kali ini. Nuel pun tak tahu. Yang Nuel tahu, waktu mampir ke gooddrama.net, tebersit keinginan untuk search drama Mandarin apa saja. Lumayan banyak hasil pencariannya sih. Hingga akhir, ada satu yang lumayan menarik setelah baca judul dan secuil ceritanya. 

Drama itu judulnya "You are My Sisters". Episode-episode awal itu mungkin agak-agak mirip sinetron. Ceritanya rada klise, namun tak sembarang klise. Sebab adegan dibuka dengan pertengkaran seorang pria dan dua orang wanita. Seorang wanita dengan dua anak kembar mendatangi pernikahan suaminya dengan kakaknya. Di sana mereka ribut-ribut hingga menarik perhatian khalayak. Bisa ditebak, agar cerita tak berhenti di situ, dibikinlah si suami--walau berat--lebih memilih si kakak yang kaya raya daripada si adik yang hanya tukang kue di pinggir jalan. 

Klise? Tapi tahan dulu. Nuel saja tetap bersabar menunggu. Apalagi kan drama ini berjudul "You are My Sisters". Tentunya, logikanya pasti inti ceritanya bukan pada si kakak, si adik, maupun si cowok brengsek mata keranjang. Nuel amati, kayaknya ceritanya akan lebih bercerita soal sepasang anak kembar yang berwajah campuran Eropa-Asia (Kelak wajahnya berubah jadi oriental banget). 

Dasar Nuel si jago analisa! Dugaannya tepat. Mujur banget. Memang ceritanya soal si anak kembar itu. Berikutnya, diceritakan bahwa dua orang anak kembar itu nanti akan dipisah. Awalnya si adik--yang bernama Anning--yang akan dibawa oleh ayahnya yang menikah dengan kakak dari ibunya. Namun si adik berontak. Selalu bikin masalah. Mau tak mau, si adik dikembalikan. Si kakak--yang bernama Anjing--yang penurut, yang dibawa. Bulan-bulan pun berlalu, tujuan awal mengadopsi Anjing ini terkabul. Tantenya yang harus mau memanggilnya 'mama', berhasil melahirkan anak sendiri. Dasar apes, yang lahir malah anak perempuan, yang diberi nama Anle. 

Anle ini jauh lebih nakal daripada Anning. Nakalnya Anning sih belum seberapa. Tak seperti Anle yang sudah suka bakar-bakaran hingga mencuri duit mamanya, Bai Li Li. Kenakalan itu yang nanti mengantarkannya masuk ke lingkungan yang salah. Tumbuh jadi pencopet jalanan. Semuanya bermula saat Anle diculik seseorang. Peristiwa penculikan itu bikin geger mamanya, papanya, tantenya, dan pula Anning dan Anjing. Dua nama terakhir malah terjebak dalam rasa penyesalan. Disangkanya Anle berbuat seperti itu karena tidak dianggap sebagai bagian dari keluarga. 

Waktu cepat bergulir. Anjing dan Anning sudah tumbuh dewasa. Anle masih belum ditemukan. Namun Bai Li Li dan An You Zhi sudah bercerai. You Zhi balik ke istri lamanya, Xue Bao Lian. Sementara Bai Li Li mulai dekat dengan laki-laki lain, pun mulai mengerti apa itu cinta sejati.  Konflik mulai agak mereda. Tapi drama ini masih tetap menarik untuk disimak.

Kisahnya berlanjut saat Anjing dan Anning mulai hendak menapaki dunia mahasiswa. Nuel rada tersentuh saat melihat bagaimana pengorbanan Anning yang rela tidak kuliah demi Anjing, kakak kembarnya. Ceritanya, dua anak kembar saling menukar kartu identitas. Anning mengerjakan soal Anjing, begitupun sebaliknya. Yang lulus, Anning yang menggunakan identitas Anjing. Perjuangan tak henti sampai di situ. Saat Anjing hamil karena pacarnya, namun karena belum siap, melakukan aborsi yang membahayakan kandungannya. Sehingga ada kemungkinan tak bisa hamil lagi. Pada saat itulah, Anning setia menemani.

Ceritanya makin seru deh. Apalagi dengan kemunculan beberapa tokoh baru. Ada Shi Tian Ming, pemuda cuek yang hobi naik motor gede, tapi sebetulnya perhatian dan memiliki rasa keadilan yang tinggi. Ada pula Jia Jia, cewek super manja yang menyebalkan kelakuannya. Lalu ada ibunya Jia Jia, si tante girang yang menggoda pacarnya Anjing. Terus masih ada Xu Moxuan, seorang pelukis perfeksionis yang semakin melihat kelakuannya, makin antipati. Seenaknya saja menceraikan Anjing yang sudah mengandung, hanya karena belum siap memiliki anak. Ih, bisanya cuma menyetor sperma doang. Cowok apaan tuh? 

Hahaha, asli drama ini sama sekali tak membosankan buat ditonton. Tiap episodenya selalu saja menarik untuk disimak. Selalu ada saja konfliknya. Belum habis konflik yang ini, muncul konflik baru. Dan, itu tak terlalu dipaksakan. Untuk Nuel sendiri, konflik demi konfliknya itu mengalir begitu saja. Seperti aliran sebuah sungai. Alhasil saat menonton satu episode saja, eh tahu-tahu sudah menjelang akhir episode. Mau tak mau pindah ke episode lainnya. Tempo filmnya cepat, namun tak terlalu cepat seperti kebanyakan drama Jepang. 

Kelebihan lain drama ini, selain bisa lebih mengenal Tiongkok seperti apa, pun dengan Beijing (Karena kebanyakan berlatar di Beijing), drama ini cukup sering memperkenalkan peribahasa-peribahasa Tiongkok. Apa ini sebuah propaganda dari pemerintah Tiongkok? Masa bodohlah yah. Bukankah tiap perfilman dari tiap negara pun akan melakukan hal sama? Yaitu memasukkan apa yang menjadi ciri dari negara masing-masing tanpa diminta pemerintahnya. Anggap saja itu bisa menambah pengetahuan kita selama menonton drama televisi yang Nuel sudah menonton hingga tiga puluh episode (Baru kali ini menonton drama televisi hingga melebih dua puluh episode nih!). 

Plus, selain soal peribahasa-peribahasa Tiongkok itu, kita sebetulnya bisa sedikit mengaca diri. Ada beberapa scene yang membuat Nuel sendiri jadi merasa tengah disentil. "Oh ternyata gue harus kayak gitu dulu" merupakan kalimat yang Nuel suka lontarkan tiap mendapati adegan-adegan tertentu. Banyak pelajaran soal nilai-nilai kemanusiaan dalam "You are My Sisters" ini. 

Bagai gading yang tak retak, "You are My Sisters" ini juga memiliki kelemahan, kok. Seperti pemeran Anjing dan Anning yang berbeda saat kecil dan dewasanya. Kenapa pemeran Anning dan Anjing kecil itu harus anak yang lebih bertampang Eropa. Apa di Tiongkok sana sulit menemukan yang lebih oriental? 

Itu kelemahan pertama. Kelemahan lainnya, dari sekian episode yang sudah ditonton, ada pula Nuel menemukan beberapa kejanggalan. Ada beberapa adegan yang terlalu dipaksakan ada, tapi tak mengurangi kenikmatan nonton sih.  

At last, "You are My Sisters" tak ada salahnya untuk ditonton. Ceritanya lumayan segar (walau masih banyak klisenya). Penokohannya kuat. Banyak mengandung nilai-nilai yang akan mengajarkan kita banyak hal. Buat yang kangen drama-drama Mandarin, "You are My Sisters" ini harus ditonton!


RATE: 90 / 100
Genre: Drama
Judul asli: Ni Shi Wo De Jie Mei
Produksi: 
Distributor: 
Produser: 
Sutradara: Wāng Qúnyǎ
Pemain: Hawick Lau, Lou Yixiao, Michelle Bai, Cya Liu, Sierra Lee,...
Bahasa: Mandarin
Jumlah Episode: 42
Tanggal Rilis: 14 Juni 2015

6 comments:

  1. Kalo diliat.. Awalannya mirip 100% senorita ga sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mungkin. Belum nonton juga saya. Thank you ya.

      Delete
  2. Pengen banget nonton tapi gak bisa bahasa Mandarin, sibtitel Inggris pun trkdng ssh dimengerti :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang jarang banget yang nyediain sub indo.

      Delete
  3. kalo mau nonton yang ada sub indo di http://dramakoreaindo.com/ soalnya udah langsung ada sub indonya

    ReplyDelete

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.