"Where's My Romeo" yang Sedikit Lebih Baik dari "LDR"



"Where's My Romeo" ini merupakan sekuel dari "LDR" yang mana Nuel cukup kecewa dengan ceritanya yang datar. Nyaris tidak ada gejolak sama sekali. Kelebihan "LDR" hanya di angle-nya yang lumayan memesona.

Berbeda dengan "LDR", "Where's My Romeo" ini jauh lebih seru untuk diikuti. Konfliknya jauh lebih greget, walau menurut Nuel, beberapa ada yang sedikit yang dipaksakan. Yah tapi... at least okay-lah. "Where's My Romeo" tak sedatar "LDR" yang nyaris bikin ngantuk selama penayangan. Untungnya, Nuel tak jadi menonton saking terpukaunya dengan scene demi scene yang ada di "LDR". Twist demi twist mulai bermunculan. 

Akhirnya Romeo kita menemukan Juliet-nya!
 Jadi, intinya, para pembaca yang terhormat, "Where's My Romeo" ini merupakan kelanjutan dari "LDR" (SUDAH TAUUUK!!!). Di "LDR", diceritakan bahwa Carrie tengah mengalami masa-masa sulit saat Demas akhirnya meninggalkannya demi Alexa. Carrie beneran galau berat. Sehingga badannya oleng dan terjerembab di salju yang dingin-dingin empuk. Di saat itulah, dia diselamatkan oleh seorang penulis yang ternyata adik Demas. Namanya Paul. 

Paul ini--walau menyebalkan--orangnya baik dan lumayan perhatian. Dia sukses bikin Carrie melupakan Demas. Paul sukses pula mengembalikan senyuman Carrie yang sempat hilang gara-gara kecewa sama Demas. Padahal memang bukan salah Demas sih. Carrie saja yang kelewat percaya diri, sehingga merasa cintanya perlu terbalaskan. Dari awal, Carrie tahu bahwa Demas itu tunangan Alexa yang sudah meninggal karena kanker. 

Oleh Paul, Carrie perlahan mulai bangkit. Ia mulai tersenyum, ceria, dan bersemangat kembali. Bahkan itu bikin Carrie kalah taruhan dengan Paul. Well, Carrie bikin taruhan bahwa dirinya tidak akan pernah jatuh cinta dengan Paul. Kalau sampai terjadi, Carrie harus menuruti kemauan Paul. Salah satunya dengan menemani si penulis kita melakukan riset demi novelnya. Carrie harus mau jadi narasumber Paul sampai perempuan itu balik ke Indonesia.

Sepulang ke Indonesia, kejutan telah menanti Carrie. Beberapa minggu setelahnya, Carrie dikejutkan dengan kemunculan novel perdana Novel. Sial! Kenapa ceritanya mirip dengan kisah yang baru saja dialami Carrie? Nyaris 99% mirip. Itu bikin Carrie jengkel banget. Siapa sih yang mau kehidupannya dijadikan bahan konsumsi publik tanpa seijin yang bersangkutan? Karena itulah, Carrie enggan membaca ending-nya. Padahal Carrie harus tahu. Sebab kunci dari segala persoalan yang telah dilewatinya berada di ending novel tersebut. 

Tapi Carrie tetap saja membandel. Hingga kembali ke Italia pun, Carrie masih menolak membaca ending-nya. Yang ada, Carrie jadi makin jijik sama kedua kakak beradik tersebut--Demas dan Paul. Carrie mulai menjauhi keduanya. Bagi Carrie, keduanya sudah bikin hatinya sakit sekali. 

Sedikit lebih baik dari pendahulunya
Ketimbang "LDR", "Where's My Romeo" ini cukup memiliki taji. Lebih memiliki banyak twist, walau tetap saja membosankan. Bagaimanapun "Where's My Romeo" ini bergenre romance (full story). Minim unsur komedi, juga unsur-unsur lainnya. "Where's My Romeo" ini jauh lebih cocok ditonton bersama yang terkasih. Yah biar makin mempererat dan mempermesra hubungan (Ha-ha-ha).  Dan, karena benar-benar romance, "Where's My Romeo" jadi tetap terlihat datar. Meskipun pace film ini sedikit membaik dari "LDR". 

Apalagi pada "Where's My Romeo" inilah, tagline film sebelumnya mulai terasa terjawab. Masih ingat, kan, dengan tagline ini: 'Ketika harus memilih, mana yang kau ikuti, hatimu atau takdirmu'?" Ternyata tagline tersebut lebih ditujukan pada seorang Carrie yang lagi mendua hatinya. Dia bingung memilih yang mana, Demas atau Paul?

Soal visual-nya, masih sama seperti pendahulunya. Masih tetap bisa ditemukan photographic scene yang bikin kita pengin ke Italia, terutama Verona. Kepiawaian sang kameramen patut diacungkan jempol. 

Soal akting, tak terlalu bermasalah. Akting Aurelie semakin membaik saja. Apalagi akting si anak sulung Ahmad Dhani yang makin terasah. Hanya saja di sini, entah karena perannya diperkecil, akting Verrel terasa biasa saja. 

Untuk penggemar film-film bergenre total romance, "Where's My Romeo" ini sangat sayang dilewatkan. Angle-nya yang luar biasa. Ceritanya yang mulai menggigit. Serta banyak ditemukan quote-quote keren yang terlahir dari otak Cassandra Massardi. Nuel sangat suka dengan salah satu quote yang berbunyi:

"Hanya dengan mengikuti kata hati, kita pasti akan menemukan jodoh kita."

Bagian termenyebalkan dari film ini terletak di soundtrack-nya. Oh shit, kenapa ada unsur nepotisme di sini? Nuel jadi sebal mendapatinya. Mau tahu kenapa? Mending tonton sendiri filmnya yah!


RATE: 85 / 100



Genre: Romance
Produksi: Maxima Pictures
Distributor:
Produser: Ody Mulya Hidayat, Yoen K
Sutradara: Guntur Soeharjanto
Pemain: Al Ghazali, Verrell Bramasta, Aurellie Moeremans, Mentari De Marelle, Luthya Suri,...
Bahasa: Indonesia
Durasi: 
Tanggal Rilis: 23 September 2015

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.