"The Wedding & Bebek Betutu" yang Memarodikan Cerita Detektif


Ada yang kangen dengan sitkom "Extravaganza"? Apa? Tidak tahu "Extravaganza"? Oke-oke, mungkin bagi yang tidak tahu, saat pertama mengudara pas 2004, mereka masih terlalu kecil untuk menontonnya. Yang bisa Nuel katakan "Extravaganza" adalah salah satu sitkom terlaris yang bertahan cukup lama. Kurang lebih empat tahun bertahan di layar kaca, khususnya di sebuah stasiun televisi bernama Trans TV. 

Apa sih yang membuat "Extravaganza" begitu melegenda? Untuk Nuel sendiri, sitkom yang begitu akrab dengan unsur kebanci-banciannya itu cukup disukai karena tiga faktor. Pertama, nyaris pemain-pemainnya itu waktu itu tergolong baru, apalagi untuk genre komedi. Mungkin kalau tim produksinya memasukkan beberapa pelawak yang sudah cukup dikenal masyarakat, "Extravaganza" tak sefenomenal sekarang. Kedua, "Extravaganza" sukses menggabungkan humor verbal dan slapstick. Ada adegan konyolnya, tapi lebih banyak dibumbui humor verbal yang tak semua orang bisa pahami. Ketiga, pintar memanfaatkan situasi. Kebanyakan sketsa komedinya itu benar-benar mengambil bahan dari masyarakat. Tim kreatifnya tahu tren apa yang tengah berada di masyarakat, lalu dikemas dalam bentuk komedi. 

"Extravaganza" memang sudah punah. Namun bakal tetap mengakar dalam hati. Tiap pemainnya juga masih diingat Nuel. Seperti Indra Birowo yang dikenal akan tampang mesumnya. Aming dengan aksi kebanci-banciannya. Ronal yang terlihat paling cerdas di antara para pemainnya. Virnie, cewek galak yang hobi menampar. Mieke yang polos. Sogi, yang banyak akal. Tora yang selalu jadi heroine dalam tiap sketsa. Hingga terakhir, Edric, pemain baru yang mulai disukai karena tingkah banci genit yang dilakoninya.

Begitu melihat sederetan pemain "Extravaganza" ada di dalam poster film komedi berjudul  "The Wedding & Bebek Betutu", tanpa pikir panjang Nuel langsung memesan tiketnya. Di benak Nuel, pasti "The Wedding & Bebek Betutu" ini selucu "Extravaganza". Atau paling tidak, yah mendekati-lah. 

Benar saja, "The Wedding & Bebek Betutu" memang lumayan lucu dan menghibur sekali. Satu persatu scene-nya mengingatkan kita akan "Extravaganza". Segala ramuan "Extravaganza" ada di situ semua. Tentunya dengan memasukkan beberapa pembaruan. Ada tokoh bancinya, Tora masih tetap diperlihatkan maskulin tapi kampungan, Indra Birowo masih dengan tampang dan sikap mesumnya, serta Ronal tetap diperlihatkan sebagai sosok yang cerdas. Pun ada unsur parodi, yang memarodikan beberapa peristiwa tertentu. 

Ide "The Wedding & Bebek Betutu" ini boleh juga. Tentang sebuah tim investigasi yang masing-masing anggotanya menyamar sebagai profesi-profesi tertentu, yang harus mengusut kejadian nyaris batalnya pernikahan Bagas Wicaksana (yang anak dari pasangan ningrat Jawa) dan Lana Sastranegara (yang anak seorang pemilik hotel dan mungkin berdarah Belanda, berhubung si Ronal sempat cara bicaranya dibelanda-belandakan). Itu kasus pertama dan yang utamanya. Kasus berikutnya, mereka juga harus mencari menu bebek betutu. Berhubung salah satu anggotanya, Januar Edwin memiliki trauma tersendiri dengan yang namanya bebek. Maka dibagilah The Crew menjadi dua tim. Tim pertama untuk mengusut keeanehan yang menimpa Bagas dan Lana. Tim kedua harus mencar bebek betutu sampai bertemu dengan nenek tua misterius nan mengerikan. 

Kisah investigasi tim pertama sengaja dibikin mirip ala film-film detektif. Sok banget dengan penyelidikan barang bukti, pemeriksaan saksi, dan penetapan tersangka demi tersangka. Bagian terlucunya saat ketahuan bahwa salah satu pelakunya itu Bu Iwet, yang diperankan pula oleh Sogi (Yup, Sogi memerankan dua tokoh). Pelakunya ternyata tak jauh-jauh dari orang terdekat The Crew, terutama manager-nya, Angga Wijaya. 

Kisah investigasi tim kedua ini yang paling konyol dan mengundang gelak tawa. Padahal di benak kita, harusnya mencari menu bebek betutu itu tak sulit-sulit amat. Namun pencarian itu malah jadi terlihat sulit sekali. Ada saja rintangan yang mereka lewati, yang sebetulnya ulah mereka sendiri. Mulai dari mobil klien hilang, ponsel malah dilindas mobil, hingga pengalaman horor saat berjumpa dengan nenek tua misterius. Jangan lupakan pula aksi kejar-kejaran antara trio The Krew (Januar Edwin, Mayo Meositta, Iwan Kurniawan) dan para polisi. 

Well, syuting "The Wedding & Bebek Betutu" ini memang di Bandung. Mungkin saking terlalu banyak menampilkan beberapa tempat eksotis di Bandung, muncul anggapan film ini seperti bagian dari tim promosi kota Bandung. Bahkan, sang walikota, Ridwan Kamil sempat turut main di "The Wedding & Bebek Betutu" ini.  

Ah, sungguh "The Wedding & Bebek Betutu" ini memang film komedi Indonesia yang tak kalah dengan "Bajaj Bajuri The Movie" yang keluar pas Lebaran 2014. Kalau "Bajaj Bajuri The Movie" kental sekali unsur komedinya (walau ada adegan kejar-kejarannya). Maka, "The Wedding & Bebek Betutu" ini lebih dari "Bajaj Bajuri The Movie". Ada unsur slapstick, ada humor verbal, ada unsur horornya, ada pula adegan ala film misteri layaknya "Sherlock Holmes". Bikin lucu iya, bikin terpana iya, bikin jijik pun iya, pula termasuk biikin bergidik sedikit. Kacau nih film!

Walau begitu, "The Wedding & Bebek Betutu" ini tetap memiliki banyak kekurangan. Contohnya, banyak kebolongan di alur ceritanya, unsur propaganda kota Bandung begitu jelas terlihat, serta ada beberapa humornya yang terasa garing. 


RATE: 90 / 100



Genre: Komedi
Produksi: Awan Sinema Kreasi
Distributor:
Produser: Mieke Amalia (Produser), Steve Amidjojo (Produser Eksekutif), Tora Sudiro (Produser Eksekutif)
Sutradara: Hilman Mutasi
Pemain: Tora Sudiro, Aming, Indra Birowo, Ronal Surapradja, Mieke Amalia, Virnie Ismail, Tieke Priatnakusumah, Sogi Indra Dhuaja, TJ, Ananda Omesh, Roni Dozer Karli, Ence Bagus, Edric Tjandra...
Bahasa: Indonesia
Durasi: 118 menit
Tanggal Rilis: 8 Oktober 2015

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.