"Pan": Film Franchise yang Banyak Plothole dan Mudah Ditebak



Bagi Nuel, "Pan" ini tak lebih dari sebuah film franchise dengan segala efek lumayan memukau, tapi memiliki cukup banyak plothole. Yup, begitulah "Pan" di mata seorang Nuel. Film ini memang cukup menghibur. Efek visualnya lumayan. Walau ada beberapa gangguan (seperti banyak suara tak jelas), cukup apik efek suaranya. Efek spesialnya tak main-main. CGI-nya nyaris mendekati sempurna. Namun, yah itu dia. Bolong sana-bolong sini. Alur ceritanya, maksud Nuel.

 Dari judulnya saja, sudah kentara "Pan" ini tentang apa. Diangkat dari sebuah cerita klasik yang hampir seluruh penghuni Bumi pasti tahu. Yah diangkat dari kisah "Peter Pan, dong--yang berasal dari cerita buatan seorang penulis Skotlandia, J. M. Barrie, yang muncul pertama pada tahun 1904. "Pan" ini sendiri merupakan prekuel dari kisah "Peter Pan" yang sudah kita begitu kenal. Biasanya kan, kita tahu "Peter Pan" ini bercerita tentang Wendy, dkk yang diajak bertualang ke Never Land, sebuah negeri di mana anak-anaknya tak pernah bertumbuh dewasa. Kali ini, di "Pan" ini, tak ada Wendy. Tinker Bell cuma muncul sekali pula.

Sebab "Pan" ini sendiri lebih menyoroti si Peter Pan, yang merupakan keturunan dari manusia bangsawan dengan seorang peri cantik. Sayang, kedua orangtua Peter sudah meninggal. Alhasil, dia dititipkan di sebuah panti asuhan. Sampai akhirnya, ada sebuah kejadian aneh yang terjadi di panti asuhan tersebut. Oleh temannya, Nibbs, Peter menyelidikinya dan--malamnya, Peter dan Nibbs diculik oleh sekelompok bajak laut. Nibbs berhasil kabur. Tidak dengan Peter.

Peter tertangkap. Kemudian anak lelaki itu dibawa ke sebuah dunia lain, yang merupakan awal dari Never Land. Peter dan anak-anak tertangkap lainnya lalu dipekerjakan paksa di sebuah tambang. Mereka disuruh menambang sebuah  batu alam yang merupakan serbuk peri. Mungkin ceritanya yang begitu mudah ditebak, tebakan Nuel tepat, si Peter ini berhasil menemukan serbuk peri tersebut. Sialnya ketahuan anak buah Black Beard. Peter bersama tiga tersangka lain harus menjalani hukuman mati.

Saat hukuman mati inilah, Black Beard dan segenap krunya sadar bahwa Peter inilah bocah yang dimaksud oleh ramalan tua tersebut. Yaitu seorang bocah yang bisa terbang, yang kelak akan menghabisi Black Beard. Peter lalu disekap. Namun oleh Hook (well, inilah Kapten Hook kelak) dan Mr. Smee diselamatkan.  Mereka bertiga langsung bergegas menuju sebuah pulau; yang dari pulau itu, mereka akan meneruskan perjalanan ke negeri peri. Lambat laut Peter mulai sadar siapa dirinya yang sesungguhnya. Di sela-sela itu, kawanan Black Beard terus memburu Peter, Hook, dan Mr. Smee hingga negeri peri. Semakin mendekati negeri peri, semakin Peter sadar pula bahwa dirinyalah bocah yang dimaksud ramalan tersebut.

Untuk mereka yang menggemari cerita-cerita klasik, pasti tak terlalu asing dengan "Pan" ini. Pasti sudah menebak alur ceritanya bakal seperti apa. Jujur saja, selain banyak plothole, film ini begitu minim twist (Adegan/cerita kejutan). Kita bisa menebak sendiri akhirnya bakal seperti apa. Tak usah bilang soal ending-nya, deh. Dari satu scene ke scene lainnya, kita bisa menebak sendiri, kok. Ah paling ini Peter bakal seperti ini, ia bakal ke sana, dan bla-bla-bla lainnya. Yang menjadi penyelamat dari film ini hanyalah kecanggihan segala efeknya. Juga dengan adegan pertarungannya yang... cukup menegangkan.

Namun untuk yang belum tahu "Peter Pan" seperti apa, kalian orang-orang yang sungguh beruntung. "Pan" ini bakal jadi hiburan yang paling tepat untuk kalian. Tapi berapa banyak orang yang tidak tahu cerita "Peter Pan". Ya ampun, kalau sejak balita, belum pernah didongengkan, tak masalah. Namun, di sekolah, pasti akan tahu sendiri. Apalagi sebuah perusahaan animasi pernah menjadikan cerita klasik ini jadi sebuah film animasi yang pernah diputar di stasiun televisi Indonesia.

Walaupun demikian, dengan mengesampingkan mereka yang tak tahu soal "Peter Pan", "Pan" ini tetap direkomendasikan untuk ditonton. Mungkin tak banyak dari kita yang tahu cerita pendahulu dari "Peter Pan". Kebanyakan dari kita hanya tahu soal Wendy, Peter Pan, Mr. Smee, Tinker Bell, dan Kapten Hook. Sudah, itu saja. Kita cenderung tidak tahu soal asal usul Peter Pan. Juga, kenapa Kapten Hook begitu membenci Peter Pan. Nah, "Pan" ini akan menjawab beberapa pertanyaan kita soal Peter Pan.

Iya, tahu, tetap saja "Pan" ini banyak plothole-nya.

Tapi, ya sudah deh, silahkan nonton "Pan". Nikmati saja segala efek dan alur ceritanya yang bolong sana-bolong sini. "Pan" ini cukup menarik buat diikuti, kok.



RATE: 80 / 100

Genre: Adventure
Produksi: Berlanti Productions, RatPac-Dune Entertainment
Distributor: Warner Bros Pictures
Produser: Greg Berlanti, Sarah Schechter, Paul Webster
Sutradara: Joe Wright
Pemain: Levi Miller, Hugh Jackman, Garrett Hedlund, Rooney Mara, Amanda Seyfried,...
Bahasa: Inggris
Durasi: 111 menit
Tanggal Rilis: 20 September 2015 (Britania Raya), 9 October 2015 (Amerika Serikat)

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.