"May Who": Sebuah Roman Picisan yang Terselamatkan oleh Fiksi, Animasi 3D, dan Hidden Message


Mungkin pembauran teknik pembuatan film animasi dan film non-animasi sudah bukan barang baru. Sudah banyak, bukan, film-film seperti itu? Ambil contoh, "Osmosis Jones" (2001), yang bercerita tentang perjalanan seorang pil yang bertualang dalam tubuh seorang pria dalam memberantas virus penyakit. 


Scene Kotonoha
Hai, pembaca GETO KATANYA. baru-baru ini Nuel menonton film serupa. Serupa tapi tak mirip. Tak miripnya itu di asal negara, cerita, dan teknik animasinya. Yang satu ini berasal dari Thailand, sebuah komedi-romantis. dan teknik animasinya, beuh, gila betul bagusnya. Mengingatkan Nuel pada film animasi dari Jepang yang berjudul "Kotonoha no Niwa". Mirip seperti itu, tapi hampir mendekati 3D. Kalau mau tahu, langsung saja tonton sendiri di bioskop yah! 


Film Thailand yang dimaksud itu "May Who", yang bergenre komedi-romantis. Sama seperti film-film lainnya yang bergenre sejenis dan dari negara sama, "May Who" ini pun sama. Sama-sama memiliki unsur komedi yang alami, tidak terlalu dibuat-buat. Walaupun ada beberapa adegan yang begitu dipaksakan sekali humornya. Jatuhnya malah bikin jijik. Ambil contoh, saat salah satu guru memeluk siswanya yang pujaan hati tiap siswi sekolah tersebut. Tapi abaikan saja, karena film ini bukan film bertema LGBT, walau ada secuil unsur LGBT.

Tiap kali Pong menggambar, scene animasinya muncul.
"May Who" ini bercerita ini tentang sepasang remaja perempuan dan laki-laki yang awalnya memiliki target cinta yang berbeda-beda. Yang laki-laki bernama Pong, yang suka pada temannya di Cheerleader Club--yang  bernama Mink. Yang perempuan itu namanya May Nhai (dalam bahasa Inggris, Who) dan menyukai si cowok pujaan hati tiap siswi, Fame. Mereka berdua awalnya beda kelas dan bertemu secara tak sengaja. 

Diceritakan bahwa Pong datang telat. Si cowok ini mengantarkan tugasnya ke ruang guru. Sayang dia salah kasih. Yang dikasihnya itu buku tulis yang berisi komik buatannya tentang Mink, yang di akhir komik, sungguh menggambarkan betapa mesumnya seorang Pong. Terang saja Mink marah. Siapa juga yang mau baca komik porno. Apalagi salah satu tokohnya itu, yah Mink sendiri. Komik itu bisa sampai di tangan Mink karena ulah May yang mengira buku itu kepunyaan Mink. 


Ceweknya ini rada mirip member HKT48, Meru Tashima yah?! =D
Begitu tahu May pelakunya, Pong segera mencari akal untuk balas dendam. Dengan memanfaatkan sebuah insiden yang terjadi di toilet, Pong bikin komik tentang May yang kalau ada yang berdekatan, pasti akan langsung kesetrum. Awalnya Pong kira May bawa alat setrum. Nyatanya tidak. Dari sanalah, akhirnya Pong tahu rahasia kecil yang bikin May menyendiri. Sebab cewek itu bisa mengeluarkan listrik dengan daya cukup besar tiap marah, terkejut, atau kelewat gembira. 

Semenjak kedatangan pertama Pong ke rumah May, mereka berdua jadi semakin akrab. Mereka sering kumpul bareng. May sering membantu Pong. Begitu pun dengan Pong. Namun, tak satu pun dari mereka berdua yang sadar bahwa keduanya sudah saling jatuh cinta. Yang ada mereka tetap terfokus pada target cinta masing-masing. Pong dengan Mink, May dengan Fame. Perlu waktu lama buat keduanya menyadari perasaan sesungguhnya

Hingga akhirnya, karena suatu hal, May ngambek dan memilih mendekam di kamarnya. Pong lalu menghiburnya dengan bikin satu komik khusus tentang May. May suka dengan komik tersebut. Cewek itu sangat terhibur. Di saat itulah, Pong mulai menyadari bahwa dirinya tengah jatuh cinta dengan May yang bukan siapa-siapa di sekolahnya. Perlahan posisi Mink tergantikan oleh May. 

May pun sama. Bedanya May masih ragu. Cewek ini masih lebih memilih Fame yang jauh lebih baik dari Pong, seorang cowok yang demen bikin komik daripada berolahraga. Namun di sebuah pertandingan olahraga, May sadar. Dengan berat hati (karena takut menyakiti Fame), May menolak Fame. Fame bisa menerimanya, karena dari awal sadar bahwa May sebetulnya lebih mencintai Pong. 

Film-film percintaan biasanya klise. Tema yang diangkat itu biasanya itu-itu saja. "May Who" ini pun sama. Bedanya, "May Who" ini menyoroti sesuatu yang lumayan jarang dijadikan ide cerita sebuah film. Berapa banyak sih film tentang sepasang kekasih yang awalnya melirik target cinta yang lain? Tak terlalu banyak, kan. Bisa-lah kita hitung pakai jari (dengan sangat hati-hati sekali). 

"May Who" ini memiliki alur yang cukup sederhana. Ceritanya sederhana. Humornya sangat menghibur. Dan, tetap, layaknya film-film Thailand bergenre sejenis, ada pesan-pesan moral yang hendak disampaikan (yang ini tentunya perlu kejelian kita sebagai penonton). Contohnya seperti: "Kalau mau cinta yang begitu perhatian, jangan melakukan hal-hal konyol atau aneh" atau "Kalau seseorang memang mencintai kita, orang itu pasti akan selalu mencari cara untuk bersama dengan kita". 

Mungkin "May Who" ini, untuk beberapa orang, seperti sebuah roman picisan. Namun sutradaranya sangat lihai dalam mengemasnya jadi hiburan menarik yang membuat orang tergila-gila. Kepicisan ceritanya ditutupi oleh nuansa fiksi dan penggunaan teknik animasi 3D, yang menurut Nuel, itu ide yang sangat brilian sekali. Kalian semua harus segera menontonnya! Mungkin ceritanya boleh membosankan. Tapi kalian perlu lihat sendiri bagaimana menariknya scene-scene tertentu yang merupakan animasi 3D, yang visualnya amat bagus sekali. Untuk humornya sendiri, relatif-lah yah. Nuel jujur bilang "May Who" ini banyak disisipi humor slapstick yang mungkin beberapa di antaranya sudah amat familier sekali. Tapi...

..."May Who" ini tetap amat direkomendasikan untuk ditonton. Mari mengabaikan ceritanya yang sungguh sederhana serta komedi slapstick-nya. Nikmati saja betapa menarik visual animasi yang ada di dalamnya. Pun, bagaimana ternyata sebuah fiksi bisa menjadi inspirasi tersendiri untuk sebuah film bergenre komedi-romantis. 


RATE: 90 / 100

Genre: Komedi-Romantis
Produksi: SF
Distributor: SF Cinema City
Produser:
Sutradara: Chayanop Boonprakob
Pemain: Bank Thiti, Punpun Suttata, Thanapob "Tor" Leeratanakachorn...
Bahasa: Thailand
Durasi: 120 menit
Tanggal Rilis: 1 Oktober 2015

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.