"Ju-on: The Final" yang Lebih Mirip Drama-Thriller








Kayako dan Toshio balik menyerang warga tak berdosa.
Bicara soal horor-hororan dari negeri Sakura, siapa yang tak kenal dengan "Ju-On"? Film franchise itu sudah mulai dikenal sejak 1998 dengan tokoh Sadako yang berambut panjang, yang sangat ikonik. Saking ikoniknya, sering jadi bahan parodi dan lelucon. 

Banyak yang bilang "Ju-On" itu sebagai film horor terseram yang pernah dihasilkan Jepang. Film ini sangat melegenda di kalangan para pecinta horor. Rasanya tak afdal bila tak menonton "Ju-On" (selain film "Human Centipede") untuk  dapat menahbiskan diri sebagai penggila horor sejati. Beberapa adegan dalam segala serial "Ju On" begitu terngiang dalam pikiran tiap yang menontonnya. 

Awalnya "Ju-On" itu sebuah film berbiaya rendah. Bisa dikatakan "Ju-On" itu B-Movie. Yang dari sana terus menanjak popularitasnya. Dibikinlah satu persatu film-film kelanjutannya. "Ju-on: The Curse 2", "Ju-on: The Grudge", "Ju-on: The Grudge 2", "The Grudge", "The Grudge 2", "The Grudge 3", "Ju-on: White Ghost", "Ju-on: Black Ghost", "Ju-on: The Beginning of the End", hingga "Ju-on: The Final". Mungkin buat para pecinta Sadako, pasti tahu, dong, sejak film yang mana, si setan berambut panjang itu muncul. He-he-he.

Serial "Ju-On" ini sempat dua kali hiatus. Hiatus pertama sejak "Ju-On: The Grudge 2" keluar. Lalu hiatus selanjutnya setelah "Ju-On: White Ghost" dan "Ju-On: Black Ghost" keluar. Nah pas hiatus kedua inilah, di tahun 2014, saat "Ju-On: The Beginning of the End" rilis, para pecinta horor Jepang (atau si Sadako mungkin?) langsung ber-banzai ria. Walau mungkin setelah menonton, mereka tak terlalu senang. Teman penulis saja berkata dengan jujur bahwa "Ju-On" yang keluar pada 2014 itu tak terlalu wah seramnya.

Jujur saja, penulis baru mengikuti "Ju-On" di tahun 2014. Untuk seorang fan baru, jelas saja sedikit tergagap untuk mengikuti alur ceritanya. Sebab "Ju-On: The Beginning of the End" memang masih menyimpan sedikit nyawa dari film-film sebelumnya. Dalam artian lain, untuk bisa lebih menikmati, kita harus menonton sembilan film pendahulunya. Tak menjadi jaminan memang. Itu hanya sekadar saran agar bisa menonton "Ju-On" versi 2014 lebih enak saja. Dan, di "Ju-On" versi 2014 ini mulai dijelaskan segala hal yang bagi para pecintanya itu lumayan mengernyitkan dahi. Di sana disampaikan bahwa "Ju-On" ini memang terinpirasi dari kejadian nyata. Kutukan demi kutukan itu memang betulan ada di salah satu kota yang ada di Jepang sana.

Nah, untuk "Ju-On" versi 2015, film ini hanya merupakan kelanjutan dari versi 2014, yang mana Nozomi Sasaki, sang model yang cantik itu bermain pula. Alhasil tetap saja kalian harus menonton sembilan film pendahulu lainnya.

Pada "Ju-on: The Beginning of the End", ceritanya masih bermula dari keluarga Saeki. Masih ingat kan dengan Kayako dan Toshio? Di film ini, mereka mengambil bagian yang cukup besar. Terutama si bocah mengerikan bernama Toshio itu. Seperti serial "Ju-On" lainnya, konsep film ini pun sama. Ada beberapa kisah dalam filmnya. Bagian Kayako, bagian Toshio, bagian Yui, Bagian Aoi, bagian Nanami, bagian Aoi, bagian Rina, dan bagian Naoto. Film ini menggunakan alur mundur. Agak mirip pula dengan omnibus. Untuk mengerti keseluruhan cerita filmnya, yah simak saja bagian demi bagiannya.

"Ju-on: The Beginning of the End" ini menyisakan beberapa hal untuk dijelaskan di "Ju-On: The Final". Seorang guru bernama Yui Shono ini jadi harus terlibat dalam pengalaman tak mengenakan yang sudah merampas kehidupannya gara-gara mempedulikan seorang murid SD di kelasnya yang bernama Toshio. Diceritakan Toshio sudah lama tak masuk sekolah. Karena rasa kepedulian yang tinggi (atau profesionalitas belaka sebagai seorang guru?), Yui membelakan diri untuk mengunjungi Toshio langsung ke rumahnya. Yui yang tak tahu apa-apa, malah harus terlibat.

Kisah Yui yang harus melawan Toshio dan ibunya, Kayako inilah yang menjadi fokus dalam "Ju-on: The Final". Di sana, (bisa dibilang begitu) arwah Yui terus menghantui kakaknya, Mai. Tak hanya kakaknya, namun juga hingga ke teman lelaki Mai dan tiga pelajar putri SMA yang masing-masing bernama Nanoka, Yurina, dan Madoka. Semua dari mereka itu bernasib yang sama: tewas mengenaskan. Tak ada yang bisa selamat dari serangan Kayako yang ternyata menggunakan cara-cara sesat hanya untuk mendapatkan seorang putra. Karena itulah, Toshio menjadi bocah yang tak biasa--yang sudah dicurigai oleh sang ayah, Takeo.

Bicara soal seram-seraman, mengikuti yang sebelumnya--maksudnya versi 2014, "Ju-on: The Final" masih kurang greget. Jumpscar-nya masih kurang. Untuk penulis sendiri, kengerian yang ada--yang khusus versi 2014--dibangun dari efek-efek suaranya. Miskin twist. Miskin pula kemunculan dadakan dari hantunya (yah si Kayako dan Toshio-nya). Sementara untuk "Ju-on: The Final", jauh lebih parah lagi. Unsur dramanya jauh lebih kental daripada bagian takut-menakutinya. Sepintas pula, "Ju-on: The Final" ini lebih mirip sebagai drama-thriller. Yup, genrenya jadi mirip drama-thriller. Jauh lebih terasa sebagai film thriller daripada horor. Tambah menyebalkan pula, film ini terbagi menjadi tujuh sub cerita yang kesemuanya minim jumpscar. Jadi, buat para pecinta horor, sebaiknya hindari "Ju-on: The Final" ini. Sumpah, membosankan. Tak ada seram-seramnya sama sekali. Selain itu, penampilan dari makhluk halusnya juga benar-benar seperti badut. Sama sekali tak menyeramkan. Kemunculan mereka kurang bisa menakut-nakuti para penonton (setidaknya untuk yang menulis).

Tapi terserah sih. Buat yang mengidolakan Nozomi Sasaki, silakan menonton. Buat yang sudah mengikuti "Ju-On" dari awal, yah mungkin kurang afdal untuk tak menontonnya. Dan buat yang suka film-horor-namun-lebih-ke-arah-ceritanya, "Ju-on: The Final" ini sangat direkomendasikan.



RATE: 65 / 100



Genre: Horor
Produksi: Fujishoji, Gambit, Iwamoto Kinzoku, NBC Universal Entertainment, Showgate, W Field
Distributor: Encore Films, Showgate, Golden Village Pictures
Produser: Takayugi Ichisai
Sutradara: Masayuki Ochiai
Pemain: Nozomi Sasaki, Airi Taira, Renn Kiriyama, Nonoka Ono, Yurina Yanagi, Miyabi Matsuura, RIMI, Kanan Nakahara, Misaki Saisho, Kai Kobayashi, Yasuhito Hida, Yuina Kuroshima, Yoshihiko Hakamada
Bahasa: Jepang
Durasi: 90 menit
Tanggal Rilis: 20 Juni 2015

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.