Segala Hal Tentang Minion










Kevin, Stuart, dan Bob--bersama dengan Scarlett Overkill. 
Minion itu sebetulnya nama tokoh di film animasi "Despicable Me". Kalian semua yang membaca artikel picisan ini pasti sudah tahu film yang tayang di dunia pertelevisian tanah air itu pada Agustus 2009. Patut dipertanyakan jika ada yang belum pernah menonton "Despicable Me". Sudah ditayangkan berkali-kali di televisi, entah berbayar maupun tidak. DVD bajakannya sudah marak di mana-mana. Masih belum menonton juga? Sungguh ter~la~lu! Bahkan "Despicable Me 2" saja rilis itu tiga tahun setelah yang pertama keluar. Malah yang ketiga itu juga bakal rilis dua tahun lagi. 

Mungkin karena tokoh minion ini jauh lebih menyita perhatian daripada Margo, Edith, dan Agnes (Terlebih Agnes yang lucu nan menggemaskan bagi penulis), mungkin para sineasnya berpikir untuk sedikit menarik untung dari tokoh-berwujud-aneh-yang-pendek-dan-berwarna-kuning-seperti-Spongebob-namun-jauh-lebih-disukai. Tapi itu memang membuktikan bahwa sesungguhnya manusia itu jauh lebih menyukai tokoh dengan bentuk yang aneh-aneh. Seperti minion tersebut. 

Seperti yang paragraf dua jelaskan, film "Minions" ini memang menceritakan asal-usul penulis. Diceritakan bahwa minion itu sudah ada sejak jaman pra-sejarah. Mereka lahir dari laut. Dan hidup mereka didedikasikan untuk tiap makhluk manapun yang memiliki niat dan tekad jahat. Siapa pun yang memiliki bakat untuk menjadi penjahat terbesar di dunia, ke sanalah para minion mengabdi. Mulai dari Tyrannosaurus, Firaun, Dracula, Napoleon, hingga tokoh fiksi bernama Scarlett Overkill.

Sampai di sini, buyar sudah analisis penulis yang menduga bahwa para minion itu ciptaan Gru yang jenius tapi jahat. Ternyata para minion itu baru berjumpa dengan Gru di saat pertempuran mereka dengan Scarlett.

Oke, kita kembali ke soal Scarlet Overkill! xD

Dalam rangka pencarian Scarlett itulah, para minion sempat mengalami masa-masa yang sulit. Sepertinya hidup berarti tak berarti lagi jika tak melayani penjahat terbengis di dunia. Sepertinya mereka tercipta hanya untuk itu. Sederhana sekali. Saking sederhananya, tak ada satu juga dari mereka yang berinisiatif untuk mencari majikan baru. Sampai akhirnya Kevin yang berkacamata datang dengan ide brilian tersebut. Dengan ditemani Stuart yang kikuk dan Bob yang polos, Kevin terus bertualang untuk mencari majikan baru. Singkat cerita, gara-gara tengah menginap di sebuah penginapan, mereka jadi mengetahui soal Scarlet yang suaranya diisi oleh Sandra Bullock. 

Tapi tak gampang untuk menarik perhatian Scarlett.  Tak hanya itu, untuk terus mendapatkan simpati Scarlett, ketiga minion itu juga harus berjuang sekali. Bahkan harus rela dimanfaatkan oleh Scarlett yang akan membuang mereka ketika tujuan wanita penjahat itu tercapai. Nanti bakal ada pertarungan lumayan seru antara Scarlett dengan ketiga minion tersebut. 

Omong-omong, gara-gara film ini juga, penulis jadi sadar. Iya sadar, sadar bahwa yang namanya selera humor itu berbeda-beda untuk tiap orang. Untuk penulis sendiri, film ini kurang lucu. Namun melihat respon yang luar biasa dari masyarakat Indonesia--plus tanggapan dari beberapa blogger, sudah lumayan banyak yang bilang "Minions" ini bisa bikin ngakak. 

Padahal untuk penulis sendiri, kandungan humor dalam "Minions" ini terasa begitu kurang menggigit. Malah film animasi ini cenderung membosankan di scene-scene awal. Setidaknya untuk tiga puluh menit penayangan, penulis terserang kantuk yang amat parah saat menontonnya. Bagaimana tidak, antara trailer dengan di filmnya itu sama persis. Film animasi ini pun minim twist. Dari adegan satu ke adegan-adegan lainnya itu cukup mudah ditebak. Ah, mungkin karena film ini memang ditujukan untuk anak-anak kali yah? 

Tak ayal, film ini mungkin terasa begitu dangkal untuk orang-orang dewasa yang mungkin sudah terbiasa dengan film-film berplot berat yang kaya akan twist. Mungkin film ini amat cocok untuk orang dewasa yang cinta dengan anak-anak dan selalu ingin melihat dunia dari kacamata anak-anak yang polos. 

Kesederhanaan film ini dapat terlihat dari misi para minion yang begitu sederhana. Konsep baik-buruknya juga sederhana. Yah sesuai dengan pola pikir anak-anak. Cocok ditonton bareng sama anak-anak sembari menunjukkan bahwa yang namanya perbuatan jahat itu seperti ini lho. That's it

Yang menarik dari film ini justru bahasa yang dipergunakan oleh para minion. Kalau jeli, kalian bakal sadar bahwa para minion ini berbicara dalam banyak bahasa. Ada bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Perancis, Jerman, Portugis, China, Korea, Jepang, sedikit dialek Afrika, bahkan hingga bahasa Indonesia. Yup, ada bahasa Indonesia juga. (Berhubung si penulisnya rada lupa) Menurut Glen dalam artikelnya di blog MovGeeks yang diasuhnya, sekiranya inilah kosa kata Indonesia yang diucapkan oleh para minion: 'celana', 'kemari', 'terima kasih', dan 'si Stuart'.

At last, terserah sih mau menontonnya atau tidak. Jika kalian butuh hiburan pelepas penat, "Minions" ini bisa menjadi obatnya. Namun bagi kalian yang butuh film-film animasi dengan twist di sana-sini, jangan tonton "Minions". Sederhana bukan? ^_^



RATE: 85 / 100



Genre: Komedi
Produksi: Illumination Entertainment
Distributor: Universal Pictures
Produser: Chris Meledandri, Janet Healy
Sutradara: Pierre Coffin, Kyle Balda
Pemain: Pierre Coffin, Sandra Bullock, Jon Hamm, Michael Keaton, Allison Janney, Steve Coogan
Bahasa: Inggris (dengan beberapa kosa kata dari berbagai bahasa)
Durasi: 91 menit
Tanggal Rilis: 11 Juni 2015 (di Britania Raya), 10 Juli 2015 (di Amerika Serikat)

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.