"Pizza Man": B-Movie yang Bukan Sekadar B-Movie







Kuat juga Joanna sama Karina ngangkat Gandhi yang pasti lebih berat?! :p
"Pizza Man" ini sebuah B-Movie. Itu terlihat dari kualitas gambar yang tak jauh dari FTV. Segi cerita hampir sama pula. Namun jangan sekali-kali meremehkan "Pizza Man" deh. Menurut penulis, "Pizza Man"  ini bukan B-Movie kacangan yang sekali menonton, blassst---lupa ceritanya seperti apa. 

Jujur, sebetulnya, penulis agak malas juga menonton "Pizza Man" ini. Dari poster yang ada di depan salah satu studio Blitz, sudah terlihat bahwa film yang dibintangi Joanna Alexandra ini memang B-Movie. Kurang lebih hampir sama dengan puluhan B-Movie--yang mengusung genre komedi--yang banyak meracuni penonton film layar lebar di Indonesia antara tahun 2006-2009. Kualitas gambar sebelas-dua belas dengan FTV. Alur ceritanya juga lemah. Kurang kuat konfliknya, karena lebih menitikberatkan unsur komedinya. Yang penting bisa bikin tertawa. 

Namun ada beberapa hal yang memaksa penulis untuk membeli tiket seharga tiga puluh lima ribu rupiah. Salah satunya, karena di deretan pemainnya itu ada Yuki Kato, aktris favorit penulis kita ini. Beberapa hal lainnya: posternya pun menarik sebetulnya, plus trailer-nya. Apalagi, penulis sadar, terkadang B-Movie bisa menjadi hiburan yang menyenangkan, terlebih untuk mengurangi beban di otak. Contoh B-Movie yang masih berkesan di memori penulis itu "Maling Kutang" yang keluar di tahun 2009, yang dibintangi oleh Arie K. Untung. Memang hanya menontonnya lewat televisi, namun filmnya lumayan lucu dan menghibur. Kata terakhir perlu digarisbawahi. Bagaimanapun film tercipta itu untuk menghibur. Benar, bukan?

Kembali ke soal "Pizza Man". 

Film yang dibintangi oleh Ceppy Gober--yang malang melintang di rumah produksi Frame Ritz--ini bercerita mengenai tiga perempuan yang tinggal di satu... errr, agak bingung juga bilangnya, tapi, well, anggap saja kos-kosan. Meskipun terlalu mewah untuk dikatakan sebagai kos-kosan. Ditambah lagi, oh please, dari awal hingga akhir film, tak ada tanda-tanda penampakan pemilik kosnya. Dan hanya dua yang bersaudara (sepupu). Terlalu mewah pula untuk dikatakan sebagai kos-kosan, berhubung ada fasilitas kolam renang.

Singkat cerita, tiga perempuan ini memiliki sifat yang sama-sama nyentrik. Pertama, Olivia (Joanna Alexandra) yang benar-benar tipe bitchy, yang hobi nge-drugs dan minum minuman beralkohol. Kedua, Nina (Karina Nadilla), seorang gadis muda yang merupakan simpanan seorang pria beristri yang mana kekasihnya memutuskan untuk kembali ke istrinya. Terakhir, sepupu Nina yang bernama Merry (Yuki Kato), yang memiliki phobia terhadap lelaki, yang polos, yang memiliki masalah dengan ibunya, yang memaksa dirinya agar mau dijodohkan dengan cowok setengah matang.

Mereka bertiga pada satu hari akhirnya saling bersitatap dan menceritakan masalah masing-masing. Itu semua bermula dari Olivia yang pasang musik keras-keras sembari minum. Lalu, ceritanya mulai menarik saat Nina menemukan penganan yang setelah dimakan, baru tahu itu roti/kue ganja. Nge-fly dengan roti/kue ganja itu sepertinya juga masih kurang. Ceritanya semakin menarik saat ketiganya menegak pil-pil terlarang. Jadi hilang kesadaran deh. Sampai-sampai muncul ide gila, yaitu mengajak satu pria ke rumah untuk di-gangbang.

Dasar lagi apes, seorang manajer restoran pizza bernama Adam (Gandhi Fernando) yang baik hati (karena mau jadi pengantar pizza) datang ke kediaman tiga perempuan yang enggak beres tersebut. Sempat menolak, hingga akhirnya berhasil juga dikerjai. Cerita selanjutnya, walau cukup berantakan--namun tetap bikin ngakak, diceritakan si Adam ini sekarat, entah bagaimana caranya. Sekaratnya si Adam ini bikin kalang kabut tiga perempuan itu. Hingga, walau sudah sadar, tak bisa berpikir jernih. Ada-ada saja yang dilakukan mereka untuk melenyapkan bukti 'keganasan' mereka pada Adam. Mulai dari mencuri bajaj, kejar-kejaran sama satpam rumah sakit, hingga beradu pintar dengan polisi. Kacau gila! Bikin ngakak guling-guling!

Secara visual, yah sekelas FTV. Secara cerita, rada tak masuk akal, membingungkan (secara latar waktu), banyak bolongnya dan sepertinya tak mendidik (selain hanya untuk bikin ketawa). Tapi secara akting, jangan ditanya. Pemain-pemainnya, nyaris, total memerankan tiap karakter yang diperankan. Seperti Yuki Kato yang bahkan berani buka celana dalam di depan kamera. Atau, entah itu drugs betulan atau tidak, adegan saat tiga perempuan pesta narkoba itu benar-benar cukup detail dipertontonkan. Belum lagi manuver-manuver supergila saat tiga perempuan itu mencuri bajaj untuk membawa Adam ke rumah sakit. Niat banget. Bahkan adegan Merry yang menimpuk Adam dengan botol minuman keras itu juga terlihat begitu meyakinkan. Saat mereka bertiga nge-fly pun, gila, benar-benar deh, penonton serasa tengah merasakan sensasinya. Saking terasanya, film ini sama sekali tidak cocok ditonton oleh remaja SMP maupun SMA. Memberikan contoh yang buruk sekali!

Untuk ukuran lucu-lucuan, "Pizza Man" ini sungguh mengocok perut. Tak ada salahnya ditonton. Lumayanlah untuk mengusir stress. Namun untuk ukuran film-film komedi Indonesia yang keluar tiga tahun terakhir ini, sepertinya penulis masih beranggapan "Bajaj Bajuri The Movie" yang keluar saat Lebaran 2014 itu sebagai yang terbaik, baik itu secara sinematografi, akting, maupun segi cerita.

Well, "Pizza Man" ini cukup direkomendasikan sebagai pelepas penat efektif. Tapi jika kalian mencari film komedi yang sedikit berbobot, jangan tonton "Pizza Man". Nanti menyesal sendiri, karena ceritanya memang luar biasa aneh, absurd, dan membingungkan.

Oh mungkin moral yang kita bisa petik dari "Pizza Man" ini ialah agar kita tidak bertindak gegabah daripada kelak bakal didatangi roh penyesalan. Plus, pakai obat-obatan terlarang itu memang tak ada positif-positifnya sama sekali. Yang ada malah seperti tiga perempuan tersebut yang kalang kabut dengan hasil nge-fly nya. Hahaha.


RATE: 70 / 100



Genre: Komedi
Produksi: Renee Pictures
Distributor: 
Produser: Gandhi Fernando dan Laura Karina
Sutradara: Ceppy Gober
Pemain: Karina Nadilla, Joanna Alexandra, Yuki Kato, Gandhi Fernando, Kemal Pahlevi, Dhea Ananda, Babe Cabita,...
Bahasa: Indonesia
Durasi: 83 menit
Tanggal Rilis: 11 Juni 2015

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.