Mari Bertualang Waktu dalam "Back To 90's"





Menurut penulis, inilah adegan paling memorable
 dalam film "Back To 90's"
Walau klise, tema romance memang sangat menarik untuk terus diikuti. Peminatnya akan selalu ada. Apalagi kalau tema romance itu dipadukan dengan tema sci-fi. Seperti halnya "Back To 90's". 

Yup, film asal Thailand ini memang ada unsur sci-fi-nya. Tentang seorang lelaki remaja SMA yang bertualang waktu gara-gara masuk ke dalam sebuah kotak telepon. Ceritanya sih berawal dari Kong yang melihat orangtuanya itu sungguh tak akur. Saking tak akur, Kong mempertanyakan mengapa ibunya masih terus berharap ayahnya bakal datang saat perayaan upacara pernikahan yang kesekian. Di saat itulah, di sebuah ruangan yang ada dalam rumahnya, Kong menemukan sebuah pager. Berhubung anak kekinian yang hidup di era 2000-an yang serba dipermudahkan sekali, dia pun bingung alat seperti apa pager itu dan bagaimana menggunakannya. Apalagi ada pesan yang berbunyi: telepon aku di ***** (Biar penasaran, nomornya tak diberitahukan! :p)

Pager itu lalu dimasukkan dalam kantong. Di saat yang bersamaan, ayah dan ibunya berantem lagi. Lalu temannya menelepon untuk mengajaknya ketemuan. Ia terima dan keluar rumah. Sayang hujan deras. Mau tak mau, Kong berteduh dulu di kotak telepon yang tak terpakai. Tak jauh berbeda sih dengan di Indonesia. Di sini, kotak telepon juga seperti seonggok barang tua yang tak akan pernah ada yang menyentuhnya. Di dalam, pager itu berbunyi lagi. Pesan yang sama, kembali nongol. Keisengannya pun muncul. Ia coba menelepon nomor yang tertera. Dan...

...kamera mulai mengitari kotak telepon tersebut. Kong terbawa ke era 90-an. Awalnya ia kaget. Suasana di sekitarnya berubah drastis. Ia bicara apa, orang yang diajak bicara tak paham. Ia pun awalnya mengira koran yang ada di warung itu koran lama. Perdebatan konyol terjadi. Seperti biasa, kelebihan film-film Thailand bergenre komedi-romantis memang seperti itu. Humornya benar-benar merakyat. Tidak berlebihan. Penulis memang belum pernah ke Thailand sama sekali. Namun merasa humor-humor yang ada itu memang khas di Thailand sana. Dialog-dialog yang ada juga sepertinya merupakan hasil riset. Yang jelas, segala unsur komedinya memang daya tarik utama film-film Thailand. Humornya tak sekadar bumbu dan menyatu dengan alur cerita--apapun itu temanya. Begitu pun film "Back To 90's" ini. 

Butuh waktu lama untuk Kong menyadari ia telah bertualang waktu. Terlebih lagi ke masa saat orangtuanya masih SMA dan akan beranjak menikah. Memang sih, wajah orang dari jaman SMA hingga usia 30-an itu tak terlalu berbeda jauh. Itulah yang membuat Kong masih mengenali wajah ayah dan ibunya. Sempat kikuk juga, baik itu Kong maupun ayahnya. Kong heran mengapa ayahnya seolah tak mengenalinya. Pun ayahnya sempat risih dipanggil ayah. 

Kong sempat menggelandang sebelum akhirnya ayahnya yang masih muda mau mengajaknya tinggal bersama. Gantinya ia harus ganti bekerja di toko musik yang dikelola paman dari ayahnya. Sejak itu, Kong banyak belajar dari masa di mana ayahnya masih pelajar SMA. Kong pun tahu ternyata ayahnya sempat nge-band; dan band-nya itu cukup tenar. Ia juga tahu ayah dan ibunya sudah sering ribut di masa pacaran. Apalagi ternyata ada orang ketiga waktu itu. Namanya Som, adik kelas ayahnya. 

Kong yang sadar akan bahayanya jika ayahnya jadian dengan Som, akhirnya memutuskan untuk menjauhkan Som dari ayahnya. Setelah tahu alasan Som mendekati ayahnya, lelaki itu berusaha untuk terlihat keren di mata Som. Tujuan satu: Som bisa pindah hati. Yah namanya juga cinta, jangan suka bermain-main. Alhasil, Kong betulan jatuh cinta dengan Som--yang menurut kacamata orang normal, Kong suka sama tante-tante. Terbayang, dong, jika Som masih hidup di jaman Kong, perempuan itu sudah berusia berapa. Usia tante-tante pastinya. Hahaha. 

Omong-omong, "Back To 90's" ini cukup layak ditonton. Selain banyak adegan yang bisa menghilangkan stress, film ini memberikan kita pelajaran untuk selalu menyayangi kedua orangtua kita. Jangan pernah menghakimi mereka jika kita tak tahu apa saja yang sudah mereka alami. Sama seperti Kong yang akhirnya menitikkan air mata saat tahu betapa orangtuanya harus berjuang luar biasa ekstra kerasnya demi melahirkan dirinya ke dunia. Ia pun belajar bahwa perkara asmara itu tak segampang membalikkan telapak tangan bayi. 

Sekali lagi penulis katakan bahwa penulis belum pernah sama sekali ke Thailand. Sehingga tak tahu pasti apa perbedaan era 90-an dan era 2000-an di Thailand. Namun penulis merasa latar waktunya itu sudah cukup menunjukkan bahwa film ini berdasarkan hasil riset. Tak main-main dibikinnya. Bahkan kita tahu bahwa di Thailand itu sama seperti di Indonesia. Tiap tahun bahasa gaulnya itu terus bertambah dan berbeda untuk tiap jaman. 

Para pemerannya juga luar biasa hebat dalam menghidupkan kesan bahwa sang tokoh utama--si Kong--sudah berpindah jaman. Tak terlihat kaku. Benar-benar seperti orang-orang di jaman 90-an yang menganggap aneh orang seperti Kong yang masih terbengong-bengong sama fenomena baru yang ia dapatkan. 

Kalau mau dicari kelemahannya, karena begitulah kritikus film, cukup tak sedikit. Namun juga tak banyak. Secara story line, untuk penulis sendiri, tak ada kebingungan. Tapi tidak tahu untuk mereka yang baru kali ini menonton film-film yang ada unsur petualangan waktunya. Konsep 'bertualang waktu' memang membingungkan dan rada tak masuk akal. Walaupun demikian, konsep itulah yang bikin "Back To 90's" ini jadi semakin seru untuk diikuti sampai akhir. 

Soal kelemahan, penulis agak sedikit risih tentang beberapa adegan. Seperti ultima film ini yang agak aneh. Plus, penulis akan merasa sedikit lebih baik jika diceritakan pula sedikit saja bagaimana kedua orangtua Kong jadian. Yang mendapat porsi lebih malah Som dan bagaimana perempuan itu jatuh cinta dengan ayah Kong. Itu saja sih. Dan itu juga tak terlalu mengganggu. "Back To 90's" ini tetap bisa dinikmati. Mungkin film ini layak masuk sebagai the most-memorable of Thai movies

Oh, ada satu quote keren yang diingat dari "Back To 90's". Tak terlalu ingat bagaimana persisnya. Namun kalau diceritakan ulang, seperti ini bunyinya:

"Aku tak terlalu suka bicara lewat pager. Aku lebh suka berbicara langsung. Sebab tulisan itu bisa berbohong. Namun sorot mata tak akan pernah berbohong." - Som pada Kong di sebuah taman hiburan. 




RATE: 90 / 100




Genre: Komedi-Romantis
Produksi: Mono Pictures
Sutradara: Yanyong Kuruaungkoul
Pemain: Nathan Ramnarong, Achita Pramoj Na Ayudhya, Dan Aaron Ramnarong, Pimchanok Leuwisetpaiboon ...
Bahasa: Thailand
Durasi: 111 menit
Tanggal Rilis: 19 Maret 2015

7 comments:

  1. hmm... mau tanya, endingnya itu kok kong nelpon trus som jawab yah? gangerti endingnya, mungkin bsia tlg dijelaskan..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Endingnya, Kong berhasil nyelametin si Som dari kecelakaan bus dari ChiangMai (yg seharusnya dia mati disitu), terus ternyata secara gak langsung juga bikin dia balik ke jamannya. Nah buat mastiin si Som mati apa engga, dia nelpon tuh nomer lagi, dan ternyata dia masih hidup. Walaupun gak diliatin gimana si Som, kita pasti udah tau kalo dia udah ga ada masalah apa apa sama Ayahnya (buktinya keluarga mereka akur), dan oastinya dia juga udah jadi tante-tante dan nikah.

      Delete
    2. Coba liat kembali judulnya. Kan ada tema time travel nya. Hehe.

      Delete
  2. tapi endingnya aneh, masak pas som di telfon Kong
    si som bilang "halo, ini si mesum?"
    kn aneh -_- :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru keanehan itu yang bikin menarik, haha...

      Delete
  3. Mau nanya ada yg tau ga judul lagu yg pas di adegan som pergi nangis waktu tam bilang dia mau nikah? Thanks

    ReplyDelete

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.