Ending yang Penuh Kejutan dalam "Skin Trade"








Dari judulnya saja, kita bisa tahu tentang sebetulnya "Skin Trade". Yang pasti tentang perdagangan manusia. Apalagi dari posternya yang sempat dua minggu silam itu menghiasi sejumlah bioskop di tanah air, entah Blitz, Cinemaxxx, XXI, atau 21. Dan kalau kita membicarakan soal perdagangan manusia--di dalam sebuah film maksudnya, sudah ketahuan pasti 90% itu bergenre action. Ada unsur kejar-kejaran antara sindikat dengan pihak kepolisian. Walaupun ada juga  yang mengambil genre-genre lainnya. 

Begitu pun dengan "Skin Trade" yang dibintangi oleh Tony Jaa--yang turut ambil bagian dalam "Furious 7". Awal penayangan, ekspektasi penulis terbayarkan. Cerita awal memang sesuai dugaan penulis. Pertama, mengambil latar di salah satu negara berkembang, terlebih di daerah pedesaan. Kedua, ada salah satu tokoh perempuan yang lugu--yang kemudian dimanfaatkan oleh sindikat perdagangan manusia. Ketiga, ceritanya berlanjut pada penyelidikan pihak kepolisian kasus perdagangan manusia untuk kepentingan dunia prostitusi. Berikutnya, "Skin Trade" ini miskin twist. Cukup bisa ditebak alur ceritanya seperti apa. 

Sejak seorang gadis Kamboja yang dibawa pergi ke Amerika Serikat oleh beberapa orang bule, ceritanya sudah bergulir. Pihak FBI tengah menyelidiki soal perdagangan manusia yang marak dilakukan, yang sebagian besar korbannya itu datang dari Asia Tenggara. Kenapa harus Asia Tenggara? Karena untuk dijadikan pekerja seks komersial, gadis-gadis dari negara berkembang biasanya mudah dimanipulasi dan diatur. Biayanya bisa ditekan semurah mungkin. Berbeda halnya jika pelacurnya itu datang dari kawasan kumuh yang ada di negara-negara maju. Pola pikirnya sudah lebih maju lagi. Itulah mungkin yang menyebabkan sebuah geng kriminal yang dipimpin oleh klan Serbia mengambil calon-calon pelacur dari negara-negara berkembang. Selain dari Asia Tenggara, calon pelacurnya juga berasal dari Afrika dan Rusia. 

Tapi yang namanya geng kriminal begitu, tak mudah untuk menghadapinya. Pihak FBI harus terus berpikir--yang malah seratus kali berpikir lebih keras--untuk menjebak dan menangkap satu persatu anggota geng kriminal yang dipimpin oleh Viktor Dragovic, mafia Serbia yang berkebangsaan Rusia. Salah satu agen FBI yang berasal dari Kamboja, Tony Vitayakul berhasil menemukan jejak yang bisa membawa FBI menuju Viktor. Berhasil memang. Viktor tertangkap. Itu juga karena salah satu agen yang lain menembak mati anak kesayangan Viktor, Andre. 

Namanya juga penjahat kelas kakap. Sudah tertangkap, tengah diinterogasi, Viktor ini berhasil memperoleh kekebalan hukum. FBI gagal memenjarakannya. Buntutnya Viktor menyuruh anak-anaknya yang lain untuk menghabisi agen FBI yang menembak mati Andre. Nama agen itu Nick Cassidy. Nick diburu hingga rumahnya harus dibom. Istrinya tewas. Anak semata wayangnya, Sofia diculik klan Dragovic. 

Lagi-lagi gampang ditebak, Nick tak segampang itu untuk menenangkan diri. Di luar sepengetahuan FBI, Nick kabur dari rumah sakit dan melakukan penyelidikan sendiri. Ia berangkat sendiri ke Kamboja untuk melacak keberadaan Viktor. Situasinya mulai memanas. Karena selain harus berhadapan dengan anak buahnya Viktor, Nick harus melawan agen-agen FBI pula. Apalagi sebagian dari agen-agen itu malah berkhianat. Ada tikus-tikus nakal di dalam FBI. 

Secara cerita, "Skin Trade"  tak terlalu seru. Cukup mudah ditebak. Meskipun untuk ending-nya, penulis merasa dikecoh dan dipermainkan. Pertanyaan "kok jadi begini" terus menggema dalam pikiran seusai keluar studio. Sama sekali tak menyangka saja bakal seperti. Jujur, dalam jajaran pemainnya, ada dua orang yang berwajah rada mirip. Mereka adalah Celine Jade--yang berperan sebagai Min--dan Chloe Babcook--yang berperan sebagai Sofia Cassidy, putri tunggal Nick.

Secara visual, efek spesial, dan angle, tak jauh berbeda dari film-film action lainnya. Tak terlalu begitu istimewa. Yah cukuplah. Meskipun, karena film ini mengambil lokasi di beberapa tempat dan negara, tetap perlu diperhitungkan sebagai nilai lebih. Terlebih saat melihat beberapa gadis muda Asia Tenggara yang meringkuk di dalam boks kurungan. Gila, itu niat banget! 

Untuk ukuran bak-buk-bak-buk-nya, yah lumayan seru. Adegan dar-der-dor-nya juga lumayan menegangkan. Untuk tontonan action, "Skin Trade"  ini lumayan direkomendasikan. Aksi-aksi laga Tony Jaa juga lumayan. Terlihat sekali pria Thai itu begitu fasih ilmu bela diri. Dengar-dengar Tony Jaa pernah menjadi pendeta Buddha. 

Sebetulnya jika melihat judul, poster, dan genrenya saja, kita sudah bisa tahu bahwa sebaiknya film ini kurang cocok ditonton oleh mereka yang setidaknya belum berusia 13 tahun. Selain penuh adegan laga--plus darah, tahu sendiri film laga Amerika seperti apa. Selalu disisipi adegan-adegan ranjang sebagai fans service. Belum lagi temanya tentang perdagangan manusia. Wajar jika ada scene di mana beberapa penari striptease bergoyang penuh birahi. 

Selain miskin twist, kelemahan lain "Skin Trade" ini pada diri Tony Jaa. Terlihat sekali Tony tak terlalu fasih berbahasa Inggris. Tiap dialognya itu kurang penghayatan. Ia lebih mirip seperti sedang membaca dialog. Tiap adegan Tony dan Min mengobrol itu terasa aneh.Yang satu fasih berbahasa Inggris dan penghayatannya ada. Sementara yang satu lagi masih kurang. 

Kalau soal judul artikel ini, yah memang seperti itu. Penulis benar-benar tak menyangka bakal seperti itu. Awalnya, maaf spoiler, Sofia sudah berhasil diselamatkan. Nyatanya, eh ternyata masih dalam pencarian. Jadi benar-benar bingung deh, siapa yang sebenarnya berada bersama Viktor itu. Sofia atau Min--pelacur sekaligus narasumber FBI? Apa yang seperti ini namanya red herring? Ngehe banget ending-nya!


RATE 75 / 100



Genre: Action, Thriller
Produksi: SC Films
Distributor:  Magnolia Pictures
Produser: Craig Baumgarten, Dolph Lundgren, Mike Selby
Sutradara: Ekachai Uekrongtham
Pemain: Dolph Lundgren, Tony Jaa, Ron Perlman, Michael Jai White, Celina Jade, Peter Weller, Cary-Hiroyuki Tagawa,... 
Bahasa: Inggris
Durasi: 95 menit
Tanggal Rilis: 23 April 2015

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.