"Lucy": Manusia Hanya Bisa Menggunakan 10% dari Kemampuan Otaknya



"The average person uses 10% of the brain capacity. Today she wil hit 100%." 



Begitulah tagline yang diusung oleh "Lucy" yang dibintangi oleh si seksi Scarlett Johansson (yang mana juga bermain di "The Avengers" dengan mengambil peran sebagai Black Widow). Bahkan quote di atas tersebut juga terus diulang beberapa kali dalam filmnya. Kata-kata itu juga bukan karangan si penulis skenario atau sutradaranya. Itu datang dari sebuah mitos di Amerika sana. Katanya sih, manusia hanya bisa menggunakan sepuluh persen dari kemampuan otaknya; nah apa yang terjadi jika ada yang bisa menggunakan seratus persennya? 

Itulah yang menimpa pada tokoh utama kita, Lucy, yang mana ia seorang wanita berusia dua puluh lima tahun. 

Diceritakan ada seorang wanita bernama Lucy yang tinggal di Taipei. Oleh sang pacar, ia mendapatkan mandat untuk menyampaikan paket ke seorang bos mafia bernama Mr. Jang yang berasal dari Korea.  Ketegangan menyelimuti scene demi scene hingga si pacar tewas. Lalu Lucy pun jadi kelinci percobaan untuk sebuah obat yang baru saja ditemukan. Awalnya Mr. Jang kira obat itu sejenis psikotropika yang bisa bikin pemakainya itu jadi melupakan sesaat masalah yang menerpa. Tapi ternyata keliru. 

Si Jang sendiri tak langsung tahu. Namun Lucy selaku kelinci percobaannya itu mulai merasakan ada yang aneh dalam dirinya. Ia tiba-tiba saja memiliki beberapa kemampuan yang sebelumnya tidak dimiliki. Itu seperti kemampuan telekinesis, telepati, kemampuan untuk ber-time travel, dan dia jadi tak bisa merasakan yang namanya kesedihan serta kesakitan. 

Namanya juga manusia. Wajar kalau Lucy langsung riset sana-sini. Sampai akhirnya, hasil riset itu membawanya pergi untuk berjumpa dengan Profesor Samuel Norman yang meneliti soal sesuatu yang menimpa perempuan tersebut. Di saat seperti itu, terlebih saat tengah mendiskusikan soal penawar dari gejala aneh yang menimpa Lucy, Mr. Jang, cs akhirnya sadar juga soal obat itu. Dan Lucy ini berusaha untuk melawan Mr. Jang dengan cara melaporkan kejahatan si bos mafia itu ke pihak berwajib. 

Tentunya tak mudah. Sebab lawannya itu bos dari sebuah organisasi kriminal yang memang sempat bikin pihak aparat jadi kewalahan. Bersyukur Lucy berada di pihak yang benar. Karena kalau tidak, wah tak bisa membayangkan apa yang terjadi jika CPH4 dikonsumsi oleh banyak orang. CPH4 itu kebetulan baru sekali dikonsumsi. Yah itu oleh Lucy sendiri. 

Aksi-aksi keren ala film-film action lalu berlanjut menghiasi film "Lucy" ini. Semakin kerennya pula, karena geng Mr. Jang itu berhadapan dengan manusia abnormal yang punya kemampuan tak wajar. Seru, dong, pasti menontonnya. Semakin seru lagi, apalagi buat mereka yang doyan dengan ilmu filsafat dan humanisme, di film ini juga akan sedikit disampaikan soal asal-usul manusia dan Tuhan (dari kacamata ilmu pengetahuan). Walhasil, tak sekadar dipacu adrenalinnya, para penonton juga dipinjam otaknya untuk memikirkan beberapa teori yang ada. 

Soal twist? Jangan takut, film ini penuh dengan twist di sana-sini. Seru dari awal hingga akhir. Saking ber-twist-nya, film ini wajib di-pause jika kalian mendadak kebelet pipis. Bagi yang menontonnya di bioskop atau karena diputar di televisi, sepertinya jangan sampai ketinggalan sejengkal pun dari tiap adegan yang ada. Sebab adegan demi adegannya itu saling berkaitan. Kalau sempat ketinggalan, berani jamin kalian akan sedikit terbengong-bengong: "Kok bisa kayak gini?" Bahkan penulis pun, untuk bisa memahami alur ceritanya, harus me-rewind beberapa kali. 

Yang bikin film ini jadi terkesan istimewa sekali (setidaknya untuk sang penulis yang tampan rupawan), film ini ditulis skenarionya oleh satu orang. Astaga! Padahal film ini cukup berat isinya. Dan yang menulis itu hanya seorang Luc Besson. Tak terbayang betapa jeniusnya sang sutradara dan penulis skenario tersebut. Seharusnya sih, dengan kadar film yang lumayan berat untuk dikonsumsi kaum remaja, film ini ditulis oleh setidaknya tiga orang penulis. Yah itu kalau tidak memiliki tim penulis. Film horor malah kebanyakan ditulis oleh minimal dua orang penulis skenario.  

Tak sia-sia kerja keras Luc Besson. "Lucy" ini akhirnya jadi box office. Total senilai $17,088,110 berhasil diraup di minggu pertama penayangannya, bersaing dengan film "Hercules" yang dibintangi oleh The Rock. Ah sayang film ini bahkan tak berhasil masuk nominasi Academy Awards. Film ini kan tak semata film komersial belaka. Isinya lumayan berat. Apalagi efek visualnya juga luar biasa. Minimal kalau bukan untuk cerita, yah untuk screening-nya. Malah efek spesialnya sungguh digarap dengan baik. Sehingga nyaris tak terlihat komputerisasinya. 

Cerita oke, akting tak sembarangan, efek-efek digarap dengan baik, kurang apa coba film ini? Mengapa tak dilirik oleh Academy Awards? Penulis harap, untuk Academy Awards selanjutnya, film ini layak masuk nominasi. 



RATE: 95 / 100



Genre: Misteri, Action
Produksi: New Line Cinema, Red Granite Pictures, Conundrum Entertainment
Distributor:Universal Pictures
Produser: Virginie Besson-Silla
Sutradara: Luc Besson
Pemain: Scarlett Johansson, Morgan Freeman, Choi Min-sik, Amr Waked
Bahasa: Inggris
Durasi: 89 menit
Tanggal Rilis: 25 Juli 2014 (di Amerika Serikat), 6 Agustus 2014 (di Perancis)

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.