"Dumb and Dumber To": Jadi Bodoh untuk Nikmati Kehidupan





"Dumb and Dumber To". Judulnya aneh, nggak sih? Kalau diterjemahkan mentah-mentah, jadinya seperti ini: si bodoh dan si bodoh ke. Ya begitu deh. Rancu. Ambigu sekali. Tapi keambiguan itu ada maksud tersendiri. 'To' di judulnya itu rupanya merupakan plesetan dari kata 'two' yang artinya dua. Jadi, kesimpulannya, "Dumb and Dumber To" ini merupakan film sekuel. 

Mungkin banyak yang tak tahu bahwa "Dumb and Dumber To" ini merupakan kelanjutan dari "Dumb and Dumber" yang keluar pada tahun 1994. Bahkan pada tahun 2003 silam, "Dumb and Dumber" juga rilis dalam bentuk prekuelnya (yang mana, khusus yang ini, pemeran Harry dan Lloyd-nya itu bukan Jim Carey dan Jeff Daniels). Tahu, kan, maksudnya prekuel? Maksudnya, yang versi 2003 itu merupakan kisah pendahulu yang menjelaskan segala adegan pada versi 1994. Sementara yang versi 2014 itu merupakan kelanjutannya . 

Tak ayal, "Dumb and Dumber To" itu dibuka langsung pada adegan yang--penulis yakin--para penonton akan terbengong-bengong. Pasti pertanyaan "Ini sebetulnya ada apa sih?" langsung menyeruak. Wong, film ini saja langsung dibuka dengan adegan di mana Harry Dunne mengunjungi sahabatnya, Lloyd Christmas yang dirawat di rumah sakit jiwa akibat putus cinta. Ternyata, kampret memang, Lloyd hanya bercanda. Sumpah, bercandanya kelewatan banget. Dan bercanda-yang-kelewatan itulah yang menghiasi film ini dari awal sampai credit title

Yup, film ini penuh dengan candaan-candaan konyol nan gila yang dilakukan Harry dan Lloyd. Mereka pun saling balas mengerjai satu sama lain. Candaan-candaan itu pula kadang tak mengenal waktu, tempat, situasi, maupun kondisi. Pokoknya gila at anywhere and anytime. Saking otak mereka berdua yang dipenuhi kejahilan semata, banyak yang mengira mereka itu dua orang idiot yang tak selayaknya terlibat langsung (saking menyebalkannya). Padahal, kalau diamati baik-baik, mereka berdua hanyalah sepasang manusia polos yang memandang dunia ini dengan naifnya dan dari kacamata iseng belaka. Bagi mereka, hidup ini mungkin singkat. Walhasil, ya sudah nikmati saja. Buat apa juga sebegitu seriusnya?  

Karena itulah, saat menghadapi Harry yang mengeluh sakit di ginjalnya--sehingga butuh transplantasi ginjal, baik Harry maupun Lloyd itu tak begitu serius menanggapinya. Bahkan sampai harus mencari salah satu dari keluarga besar Harry Dunne yang bisa dimintai tolong. Mereka pun tak terlalu mempermasalahkan saat diberikan misi untuk menyampaikan sesuatu ke seorang gadis--yang konon itu anaknya Harry dan teman seksnya, Fraida Felcher--bernama Penny. Saking naifnya pula, mereka berdua tak terlalu kesal saat Fraida memberitahukan bahwa Penny itu bukan anak kandung--entah itu dari Harry, entah itu dari Lloyd. Fraida bilang bahwa ia tak pernah tidur dengan Harry atau Lloyd. Dan Penny merupakan anak biologis dari pria lain. Meskipun si Penny ini memiliki sifat jahil yang rada mirip Lloyd (Cuz Lloyd yang paling jahil). 

Oh, terkait Penny sendiri, ada bagian yang kocak. Itu saat Lloyd mendadak kepikiran apa jangan-jangan Penny itu anaknya sendiri. Padahal Lloyd ini sempat naksir sama Penny. Sepintas, wajah Penny berubah mirip dengan Llyod di mata Lloyd sendiri. Asli, kocak bagian itu. Kalau tak percaya, mending tonton sendiri deh!

Film "Dumb and Dumber To" ini memang ringan. Sebab memang film ini bergenre komedi. Candaan-candaannya juga lebih sering menggunakan slapstick. Walaupun begitu, film ini bukan sampah. "Dumb and Dumber To" ini malah layak tonton sekali. Film yang juga ada versi animasinya--yang keluar setahun setelah yang pertama rilis--ini memiliki satu pesan moral untuk kita semua. Dari judulnya, sudah tahu dong. Well, film ini mengajarkan pada kita untuk selalu menanggapi apa yang terjadi di dunia ini dengan positif, riang gembira, dan selalu gokil-gokilan. Kadang menjadi seorang bodoh itu suatu keuntungan. Dengan menjadi bodoh, kita bisa melakukan banyak kebaikan dengan tulus hati--dan tanpa pamrih. Meskipun kelak kebaikan kita itu disalahgunakan atau disalahartikan, dalam pikiran seorang yang bodoh, ya sudahlah, sabodo teuing! Urang mah ikhlas, atuh!

Omong-omong, bicara soal kemampuan akting, ah memang luar biasa Jim Carey. Dia memang spesialis komedi banget. Aksi-aksi komedinya di "Dumb and Dumber To" itu natural dan tak dibuat-buat sama sekali. Pria yang juga bermain di "Bruce Almighty" ini juga jago dalam membikin mimik-mimik yang bikin geli. Apa mungkin Jim Carey memang terlahir sebagai aktor komedi (seperti halnya John Goodman, Ben Stiller dan mendiang Robin Williams). 



RATE: 90 / 100



Genre: Komedi
Produksi: New Line Cinema, Red Granite Pictures, Conundrum Entertainment
Distributor:Universal Pictures
Produser: Charles B. Wessler, Riza Aziz, Joey McFarland, Bradley Thomas
Sutradara: Bobby Farrelly, Peter Farrelly
Pemain: Jim Carrey, Jeff Daniels, Rob Riggle, Laurie Holden, Kathleen Turner
Bahasa: Inggris
Durasi: 109 menit
Tanggal Rilis: 14 November 2014

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.