"Girls, Girls, Girls" = "30 Hari Mencari Cinta" (?)



Beberapa tahun silam, industri showbizz tanah air sempat tercoreng oleh kasus plagiarisme. Beberapa film, FTV, maupun sinetron diduga plagiat dari judul-judul film atau drama televisi negara-negara lain. Seperti sinetron yang sempat booming di tahun 2006, "Buku Harian Nayla". Ternyata sinetron yang dibintangi oleh Chelsea Olivia ini memiliki kesamaan alur yang cukup besar dengan sebuah drama televisi Jepang, "One Litre of Tears". Itu baru salah satu contohnya. Masih banyak contoh lainnya, yang ternyata juga sudah terjadi sejak era 80-an. 

Terbayang enggak sih, jika terjadi sebaliknya? Semisal hasil produksi karya anak negeri Indonesia yang ditiru idenya oleh sineas luar; dan sineas luar itu ialah dari tanah ginseng, yang mana budaya K-Pop masih merajalela di Indonesia. It's not kidding you all. I have an evidence. 

Adalah "Girls, Girls, Girls" yang penulis maksudkan. Film yang keluar pada tahun 2014 ini memiliki premis utama yang rada mirip. Yaitu sama-sama soal tiga orang perempuan single yang bersaing untuk mendapatkan cinta seorang laki-laki. Bukankah premis itu mirip dengan yang terkandung dalam film "30 Hari Mencari Cinta" yang dibintangi oleh Nirina Zubir yang kini sudah menjadi emak-emak? Sama-sama tentang pencarian cinta tiga orang perempuan yang masih lajang. 

Namun untuk dikatakan sebagai suatu plagiarisme, sebaiknya tahan dulu. Hanya premis saja yang mirip, yaitu sama-sama soal pencarian cinta tiga perempuan lajang. Selebihnya, agak berbeda jauh antara film yang disutradarai oleh Han Seung-rim dengan film yang membuat nama Dina Olivia itu melejit. Cukup jauh perbedaannya. Tapi kesamaan premis membuat sang penulis merasa ternostalgia mampus. Jadi ingat jaman-jaman SMA begitu. Hehehe. 

Di "30 Hari Mencari Cinta", tiga perempuannya itu tergolong perempuan baik-baik. Malah ada satu perempuan yang tipikal cewek rumahan yang sopan banget ala putri Solo. Sementara di "Girls, Girls, Girls", wow, tiga perempuan yang menjadi pelakunya itu bertipikal nyaris bitchy. Tipe-tipe penggoda begitu. Apalagi dalam film romance berdurasi sembilan puluh lima menit ini, tak ada perempuan lain yang menjadi semacam pelatuk yang menyebabkan pertarungan untuk mencari laki-laki itu dimulai. Pencarian itu memang bermula dari tiga perempuan tersebut.

Yeong-Jae (Sin Joo-ah), Ha-eun (Koo Ji-sung), dan Chun-hee (Yoon Chae-i) adalah nama tiga perempuan yang penulis maksudkan. Mereka bertiga telah berteman selama lima belas tahun sejak SMA. Lantas ketiganya bertemu kangen di sebuah hotel. Seraya bernostalgia, mereka saling mencurahkan isi hati. Apalagi kalau bukan soal cinta. Kebanyakan girl talks seperti itu, bukan, jika saling bersua? Dan dari girl talks itulah timbul pertaruhan tersebut. Mereka harus bisa mendapatkan pacar dalam waktu beberapa jam. 

Sialnya, seorang bellboy hotel jadi korbannya. Kebetulan lagi, sang bellboy merupakan teman dari Chun-hee yang seorang guru dan masih berpikiran rada kolot. Bayangkan saja, ketimbang dua temannya itu, Chun-hee masih perawan. Sementara itu, kembali ke soal si bellboy, awalnya mereka kira si bellboy itu seorang religius. Habisnya sempat menolak untuk digoda dengan dalih kitab suci. Padahal dalam cerita selanjutnya, si bellboy itu semacam orang hipokrit begitu. 

Sejak si bellboy masuk ke kamar mereka bertiga dan digoda sedahsyat-dahsyatnya (yang bikin penulis jadi iri sampai ke ubun-ubun). Setelah adegan itu, banyak adegan lucu yang bikin kita semua jadi terpingkal-pingkal. Masing-masing dari tiga perempuan penggoda itu saling berebutan agar bisa meraih hati si bellboy. Pokoknya yang bisa mengajak si bellboy ke kamar, dialah pemenangnya. 

Dari awal hingga pertengahan, mungkin sebagian besar dari kita sudah bisa menebak alur dari "Girls, Girls, Girls" ini. Selain berpremis sama dengan "30 Hari Mencari Cinta" yang ternyata merupakan film adaptasi dari sebuah novel, "Girls, Girls, Girls" memiliki ending yang...--okelah bisa dikatakan epik. Twist yang lumayan sedikit nendang dan bikin film ini jadi cukup memorable.

Untuk akting sendiri, penulis merasa akting pemain-pemainnya sudah cukup baik. Tak merasa ada satu-dua pemain yang aktingnya kaku. Semua berakting natural, sehingga adegan-adegan humoris jadi tersampaikan ke penonton.

Buat yang mungkin bosan dengan film-film bergenre komedi-romantis yang dihasilkan oleh negeri Paman Sam, setidaknya bolehlah melirik buatan orang Asia. Terlebih film "Girls, Girls, Girls" ini. Filmnya kocak sekali. Lumayan bisa menghilangkan penat di otak.

Oh iya, tambahan, berhubung ada beberapa adegan plus-plus, setidaknya kalian harus berusia di atas tujuh belas tahun dulu untuk bisa menontonnya. Apalagi ada beberapa hal yang penulis rasa mereka yang belum cukup umur pasti belum bisa memahami (Kasus yang berbeda untuk remaja yang mengalami pendewasaan dini).

Dan, sepertinya kita patut berbangga diri bahwa (kalau penulis tak salah) ini (mungkin) kali pertamanya film Indonesia yang ditiru idenya oleh sineas negeri ginseng. Thank to Han Seung-rim buat karya "Girls, Girls, Girls"-nya. Secara tak langsung, film "Girls, Girls, Girls" ini sudah meletupkan kembali semangat nasionalisme yang sempat meredup. Setidaknya untuk penulis sendiri.


RATE 85 / 100

Genre: Komedi-Romantis
Produksi: 
Distributor: CJ Entertainment
Sutradara: Han Seung-rim
Pemain: Sin Joo-ah, Koo Ji-sung, Yoon Chae-i,...
Bahasa: Korea
Subtitle: Inggris, Indonesia, dll.
Durasi: 95 menit
Tanggal Rilis: 10 April 2014

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.