Gimana Rasanya Digantung Selama 18 Tahun? Tonton LOVE FORECAST!!!



For men, apa yang kalian lakukan jika digoda perempuan seperti ini? 
Ada yang pernah nembak seseorang? Nembak lho yah, nembak. Nembak dalam tanda kutip alias konotasi. Atau biar menghindari persepsi yang bukan-bukan, mari kita gunakan kata confess. Nah, ada yang sudah pernahkah?

Nah, apa yang kalian rasakan jika obyek cinta kalian itu tidak langsung memberikan jawaban? Apalagi sampai selama delapan belas tahun. Kalau kata Bang Haji sih, "Sungguh ter-la-lu!" Yah seperti itulah nasib dari tokoh utama sebuah film Korea besutan dari Park Jin-pyo. 

Adalah seorang Kang Joon-soo yang harus mengalami pengalaman ngenes seperti itu. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai guru sekolah dasar itu terus digantung perasaannya oleh teman masa kecilnya yang bernama Kim Hyun-woo, seorang host ramalan cuaca yang memiliki kebiasaan buruk: suka minum minuman alkohol (yang super-duper berlebihan). Sungguh kasihan nasibnya! 

Awalnya Joon-soo ini menyatakan perasaannya ke Hyun-woo saat masih berstatus pelajar SD. Dengan ditonton oleh teman-temannya, Joon-soo berlagak seperti seorang cassanova, yaitu menyodorkan bunga seraya berkata, "Would be my princess?" Terus, Hyun-woo sekonyong-konyong memeluk cowok itu semata-mata untuk bisa merasakan apakah hatinya bergetar saat memeluk Joon-soo yang berkacamata. Hasilnya, Hyun-woo melenggang begitu saja. Dengan entengnya cewek itu bilang, "Aku tidak merasakan apa-apa." 

Tapi Joon-soo memang seorang pejuang cinta sejati. Ia tak gentar. Walau target cintanya berkata seperti itu, ia tetap mengejar. Sampai si target cinta berkata bahwa cewek itu akan berpacaran dengan cowok yang berani menaiki suatu wahana (Aduh, penulis lupa nama wahananya!). Joon-soo terima. Tapi fatal. Cowok itu malah pingsan dan mengakibatkan dirinya harus menderita acrophobia (Phobia takut tinggi, red). 

Mungkin karena cinta mati, Joon-soo tetap mencintai Hyun-woo, perempuan yang gara-gara suatu hal, jadi harus menumpang di rumah Joon-soo. Sembari menahan rasa sakit di dada, Joon-soo ikhlas melihat sang gadis impian berpacaran dengan seorang pria yang malah sudah menikah. 

Untuk permasalahan yang satu itu, Joon-soo--dengan kapasitasnya sebagai sahabat masa kecil--berusaha mengingatkan Hyun-woo untuk menjauhi pria yang ternyata bos cewek itu di stasiun televisi. Sayang Hyun-woo memilih untuk mengabaikan. Alhasil, Hyun-woo malah harus mengalami peristiwa tak mengenakan. Kebetulannya lagi, bersamaan dengan kejadian Joon-soo yang baru saja diputuskan hubungan oleh seorang perempuan. 

Yup, Joon-soo sempat berpacaran dengan beberapa perempuan. Tapi sebetulnya hatinya itu masih tertambat di Hyun-woo. Gara-gara itu juga, Joon-soo sempat menghalang-halangi Hyun-woo yang dekat dengan temannya yang dulu dikenal semasa wajib militer. 

Hmm, menonton "Love Forecast" ini, sumpah, bikin penulis jadi termenung sendirian. Luar biasa sekali perjuangan Joon-soo yang terus menunggu gadis impiannya. Dan ini bukan sekadar fiksi juga. Seingat penulis, ada lumayan banyak kasus seperti yang dialami Joon-soo. Menunggu seseorang agar cintanya diterima--atau bisa hidup bersama. Manis yah, orang-orang seperti Joon-soo itu! 

Omong-omong "Love Forecast" ini sedikit berbeda dengan film-film romance lainnya dari tanah ginseng. Seriusan, film yang tayang perdana pada 15 Januari 2015 ini memiliki satu selling-point tersendiri. Salah satu contohnya itu dari tokoh utama prianya--si Kang Joon-soo. Anggap saja penulisnya ini kurang referensi, tapi sejauh yang penulis tangkap, jarang sekali dalam film atau drama Korea yang mana tokoh utama prianya itu terlihat cukup 'lurus' hidupnya. 'Lurus' di sini maksudnya tidak minum-minum. Well, Joon-soo malah lebih suka minum kola ketimbang soju atau minuman beralkohol lainnya. Ini bisa jadi contoh yang baik untuk kampanye generasi pria yang tidak hobi minum minuman beralkohol. Ha-ha-ha.

Hal itu amat kontras sekali dengan Hyun-woo yang sangat hobi sehingga suka lupa diri kalau sudah minum. Akibat prinsip Joon-soo itulah, Hyun-woo sempat meledeki cowok itu bukan cowok sejati. Lah, kepiye toh mbak, memang jadi pria sejati itu harus minum minuman beralkohol yah? Hadeuh. 

Oh iya, bicara soal sinematografi, rasa-rasanya--mengingat genrenya ini drama romantis--tak ada yang istimewa dari "Love Forecast" selain dari story line-nya. Jadi buat kalian penyuka film-film yang mengagungkan efek seperti "Transformers", yah kalian salah pilih film. Tapi buat kalian yang lebih mengutamakan cerita daripada efek, silakan tonton "Love Forecast" ini. Lumayan fresh ceritanya; sedikit jauh dari kata klise.

Tambahan lagi, dan ini sekaligus sebagai penutupnya, biar tak menyesal untuk menontonnya, film ini bahkan bisa duduk di tangga kedua dari daftar film-film yang box office selama lima hari penayangan. Berhasil meraup 7, 23 juta dolar. Kalau di IMDb sih, film ini sukses menggondol nilai 6,6. Artinya apa? Film ini tak buruk-buruk amat secara alur (walaupun seringkali film-film drama Asia itu memiliki penilaian yang luar biasa buruk di IMDb). Sekiranya film ini bisa digunakan sebagai bahan untuk semakin menghangatkan hubungan sepasang kekasih.

Nah buat yang jomblo, mau ditonton juga boleh. Lumayan kan buat menambah wawasan bagaimana menembak seseorang itu. Terutama buat mereka yang hanya bisa jatuh cinta diam-diam. Iya, ADA orang kayak begitu, yang kerjanya hanya bisa mengagumi dari jarak tertentu tanpa bisa mengungkapkan. ADA, seriusan, ADA itu orangnya. -_-



RATE: 85 / 100


Genre: Romance
Produksi: Popcorn Film
Distributor: CJ Entertainment
Sutradara: Park Jin-pyo
Pemain: Lee Seung-gi, Moon Chae-won,...
Bahasa: Korea
Subtitle: Inggris dan Indonesia
Durasi: 118 menit
Tanggal Rilis: 15 Januari 2015

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.