Beginilah Cara Kerja Doa




Bruce tengah mengabulkan semua permohonan yang masuk
ke dalam folder PC-nya.
Ada sebuah film Hollywood yang sungguh membuatku teringang-ngiang karena alur ceritanya. Itu "Bruce Almighty". Terutama salah satu adegan dimana tatkala tokoh utamanya, Bruce Nolan itu merasa Tuhan itu tak adil dan tak pernah mendengarkan doanya. Hingga akhirnya dirinya diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Tuhan itu sendiri. Di suatu tempat, ia bertemu Tuhan dan Tuhan berbaik hati padanya dengan memberikan God's power, yang mana apa yang dimauinya bisa terkabul. Lalu, lambat laun, Bruce mulai sadar bahwa betapa beratnya pekerjaan menjadi sosok Tuhan itu. Terutama saat tiap detik harus mendengarkan segala macam permohonan. Bruce juga akhirnya sadar bahwa Tuhan ternyata mengabulkan doa tiap manusia dengan cara-Nya sendiri. 

Yah begitulah cara kerja doa yang bisa kutangkap dari film yang sudah cukup lama beredar tersebut. Dan, mendadak juga, selalu tiap menonton film tersebut, aku selalu teringat oleh satu ayat di kitab Yakobus 5: 16b. “…Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya…” 

Itulah segelintir cerita "Bruce Almighty" yang cukup filosofis, menurutku. Soalnya memberitahukan padaku dan ke kalian semua yang mungkin sudah menontonnya, kalau cara kerja doa yah seperti itu. Terkadang saat kita berdoa pada Tuhan atau apalah namanya, kita mungkin tak tahu betapa Tuhan bosan tiap detiknya mendengarkannya. Yah sama seperti Bruce yang jengah mendengarkan bisikan-bisikan doa yang menghampiri telinganya. Kesal juga melihat isi komputernya sudah disesaki oleh doa-doa yang kebanyakan isinya meminta; jarang ada ucapan syukur. Itulah mungkin yang dirasakan Tuhan terhadap rutinitasnya mendengarkan tiap doa umat manusia. Kesal, bosan, dan mungkin capek juga. Untungnya Tuhan bukan manusia.

Saat kita berdoa dan pastinya meminta itu, seringkali prosesnya itu tak seperti Aladdin yang memohon pada Genie. Aladdin berkata: "Genie, aku minta kekayaan," Dan simsalabim abrakadabra, segunung emas sudah ada di depannya. Tidak, tidak seperti itu. Proses permohonan kita terkabul itu butuh proses dan seringkali berlangsung di jalan yang tak kita sangka-sangka. Seringkali Tuhan itu hanya membukakan jalan pada kita agar mencapai permohonan kita itu. Itu juga ada tahapan-tahapannya yang harus dilalui, hingga akhirnya benar-benar terkabul. Kenapa yah saat kita berdoa pada Tuhan itu tidak seperti saat Aladdin meminta pada Genie?

Dulu sekali, sewaktu masih SMP, aku pernah diceritakan bahwa doa itu ada tiga unsur: ya, tunggu, dan tidak. Aku sih angguk-angguk saja mengiyakan. Hingga akhirnya, setelah mengalami pergelutan hidup, aku merasa Tuhan itu tak pernah berkata tidak. Jawaban doa dari Tuhan itu sebetulnya hanya dua saja: ya dan tunggu. Ada kalanya saat kita memohon pada Tuhan, jawaban 'iya'-lah yang kita dapatkan dan tak butuh waktu lama. Ada kalanya juga, jawaban 'tunggu' yang kita dapatkan. Lebih seringnya juga, jawaban 'tunggu' yang kita dapatkan. Yah mungkin Tuhan ingin kita benar-benar tahu apa yang kita minta.

Itu sama seperti Bruce yang menggunakan God's power untuk kepentingannya sendiri. Dengan God's power di tangannya, ia serasa bagaikan orang paling beruntung di dunia. Dapat pekerjaan impian dan dikelilingi kenikmatan dunia. Walaupun demikian, Bruce tak bahagia. Ia sesungguhnya kesepian. Wanita yang dicintainya malah jadi menjauhinya karena disangka Bruce itu gila. Karena itulah, Bruce menggunakan God's power untuk bikin Grace mencintainya. Tapi gagal, karena itu ada kaitannya dengan kehendak bebas. Sebetulnya juga, sebelum Bruce punya God's power, Grace sudah mencintainya dan kebahagiaan sudah menaungi hidup Bruce. Tapi sayangnya Bruce tak bisa dilihatnya. Mungkin ia rasa, ia baru bisa bahagia kalau nyaris segala permohonannya terkabul. Padahal bahagia itu tak berbanding lurus dengan hedonisme. 

Selain soal Bruce yang menggunakan God's power untuk kepentingannya sendiri - kebanyakan, di film "Bruce Almighty" itu juga ada bagian menarik. Itu saat Bruce mengabulkan semua permohonan. Akibatnya fatal tapi. Malah terjadi kerusuhan. 

Yah mungkin itulah yang terjadi jika Tuhan itu seperti Genie. Kita minta ini.... similikiti.... duar, langsung ada di depan mata. Itu sama seperti seorang anak kecil yang meminta pada Tuhan agar cepat dewasa - hanya karena ia benci pergi sekolah dan mengerjakan PR. Lalu Tuhan segera mengabulkan permohonannya tanpa tedeng aling-aling. Setelah jadi dewasa, si anak kecil itu malah stress sendiri. Ternyata, menurutnya, masih lebih enak jadi anak-anak. Dengan jadi anak-anak, ia kan tak perlu repot cari kerja atau cari jodoh. Lagian tekanan semasa anak-anak tak sebesar tekanan saat ia dewasa kelak (Tapi dengan jadi anak-anak, tak bisa menonton yang 'biru-biru' dong). 

Itulah kenapa kubilang - saat kita berdoa itu, ada prosesnya agar terkabul. Proses setelah kita berdoa itu mungkin memang wajib ada. Karena lewat proses itulah, Tuhan ingin menguji kita. Menguji apakah kita benar-benar tahu apa yang kita mau itu. Sebab seringkali manusia tak tahu sama sekali apa yang dimintanya itu. Dan keinginan kita itu seringkali membutakan kita terhadap apa kebutuhan kita sesungguhnya. Selain untuk menguji apa kita benar-benar paham, Tuhan juga ingin menguji kesungguhan kita. Bersungguh-sungguhkah kita terhadap apa yang kita minta? Berdasarkan pengalaman, aku sering menemukan orang-orang yang malah menyesali permohonan mereka ke Tuhan - dan biasanya itu seputar orang tua. Banyak yang mengeluhkan soal orangtua mereka yang kolot dan tak perhatian, hingga akhirnya memohon pada Tuhan yang aneh-aneh. Saat kejadian, mereka menyesal.

Pernah juga kubaca di salah satu blog. Ada seorang blogger yang bercerita soal temannya yang ingin resign demi jadi pengusaha. Setelah resign, ia malah kerepotan dalam menjalani mimpinya itu jadi pengusaha, lalu balik lagi jadi karyawan. Dalam postingan "Pengusaha dan Karyawan" itu, aku melihat sebetulnya temannya itu hanya ikut-ikutan arus saja. Seperti yang kita tahu, sekarang ini kan lagi marak yang namanya entrepreunership. Kalau memang ia mau berwirausaha atau memang itu panggilannya jadi pengusaha, aku rasa ia bakal gigih. Punya tekad yang kuat dan terus mencoba banyak jalan agar mimpinya jadi pengusaha itu berhasil. Ada pepatah yang bilang: "Rome wasn't built for one night.

Kembali ke soal doa. Sewaktu menuliskan ini, aku jadi berpikir: terkadang pada saat kita berdoa pada Tuhan, memang harus ada prosesnya. Mau tak mau, suka atau tidak, jawaban Tuhan itu mutlak 'ya' dan 'tunggu'. Kalau menurutku sih, cara kerja doa seperti itulah yang lebih menarik. Coba deh pikir kalau cara kerja doa itu seperti saat kita minta ke Genie, si jin lampu ajaib, hmmm... kok kayaknya kurang greget. Terkesan mudah sekali. Hidup penuh kemudahan malah jadi membosankan, lho. Tapi bayangkan kalau kita memohon pada Tuhan yang ada prosesnya, wow saat tercapai, rasanya girang banget dan secara nggak langsung juga - kita akan bercerita bahwa jalan kita untuk mendapatkannya benar-benar penuh perjuangan. There's a story behind a prayer. Tuhan itu bukan Genie yang bim-salabim permohonan kita terkabul. 

Cara Tuhan mengabulkan doa kita tak seperti makhluk biru itu. Setelah kita berdoa, Tuhan akan mengarahkan, membukakan jalan, hingga memanggil orang-orang yang sekiranya bisa membantu kita meraih permohonan kita itu. Itulah cara kerja doa. 

Doamu masih belum terkabul? Yang sabar yah, mungkin memang perlu waktu. Atau mungkin sebetulnya Tuhan sudah mengabulkannya, tapi kamu sendiri yang tak peka.

No comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan! Komentar-komentar yang bermuatan negatif akan dihapus.