DEP SEDEP, Walau Tak Sesuai Ekspektasi















"Mungkin ini akibat dari kebiasaan over-thinking,--berpikir yang tidak seharusnya. Terkadang hal itu bisa membuat kita jadi berekspektasi yang bukan-bukan, lalu  dengan mudahnya mendengar segala suara-suara bernada minor yang mungkin bisa menjatuhkan keyakinan dan sikap optimisme kita. Salah satunya, seperti saat membeli dan mencicipi Indomie Goreng Kulit Ayam yang dijual oleh Chicken Sogil cabang Perumahan Harapan Kita, Kelapa Dua, Tangerang. Dalam benak, sebelum pesanan datang, itu disajikan dalam bentuk mi instan goreng yang ditaburi oleh remah-remah kulit ayam goreng. Nyatanya, yang terjadi seperti ini: kulit ayamnya dipisahkan dan bentuknya tak begitu mirip dengan kulit ayam. Ini lebih mirip keripik udang (sebab di mata penulis, terlihat seperti itu). DEP SEDEP memang. Sembari makan mi, ada kriuk-kriuknya." - Si GΓ©tok.






17 Nov 2017  Geto Katanya 0

Makan Pentol untuk Pertama Kali













"Aku kira pentol--yang katanya asalnya dari Surabaya--itu apa. Ternyata pentol itu tak jauh berbeda dari bakso. Sebab, untuk beberapa kalangan, pentol itu merupakan bakso tusuk. Waktu aku memakannya,  pentol itu hampir mirip seperti cimol. Sebab, memang benar pentol ini memiliki daging sedikit. Lebih terasa tepungnya malah. Lalu, katanya pentol itu disajikan dengan bumbu kacang, namun ini justru disajikan dengan bumbu kuah yang rasanya manis, asin, dan pedas. Pentol yang coba kumakan itu merupakan kreasi dari Chicken Sogil cabang Perumahan Harapan Kita, Kelapa Dua, Tangerang." - Nuel Lubis yang mencicipi pentol untuk pertama kali di saat petang yang mana langitnya sangat berawan dan hujan turun begitu derasnya. Petir pun turun berkali-kali. 













16 Nov 2017  Geto Katanya 0

Bakmie Ciledug Indah







Bakmi goreng super istimewa yang seharga Rp 36.000.






Baru kali ini makan bakmi goreng, aku lumayan puas. Kalau pun aku datang ke tempatnya (yaitu di Perumahan Ciledug Indah 2 Blok C10 Nomor 1, Karang Tengah), aku mungkin tetap sama puasnya. Sebab, dengan harga Rp 36.000, porsinya sudah sangat melimpah ruah. Topping-nya juga gila-gilaan. Ada ayam, bakso, udang, cumi (yang ini aku tak menemukan!), dan telur dadar. Telur dadarnya juga sepertinya menggunakan dua butir. Nah! Kapan lagi ada kuliner yang sangat DEP SEDEP, namun harganya murah meriah.










Waktu coba searching di Google Map, aku lumayan kaget juga. Karena tempatnya sama seperti di foto--yang agak kurang meyakinkan buat didatangi. Terletak di dalam perumahan dan tempat berjualannya agak kecil. Namun rasa bakmi-nya sangat tak boleh diragukan lagi. Pokoknya tak kalah, deh, dengan yang dijual di tempat yang sedikit lebih besar dan mewah. Dari tampilan luar, seolah tak meyakinkan segala kuliner yang dijual itu serba DEP SEDEP. Eh selama aku mencicipi, baru terasa sangat luar biasa DEP SEDEP. Murah pula! 












Bakmie Ciledug Indah ini sepertinya khusus menjual Chinese Food. Ada nasi goreng ala Chinese Food, bihun, kwetiau, bakmi, puyunghai, capcay, dan sapo tahu. Mereka juga menjual aneka sea food. Untuk ukuran tempat kuliner di dalam perumahan macam Komplek Ciledug Indah 2, Bakmie Ciledug Indah ini sangat layak untuk didatangi dan dicicipi tiap hidangan kulinernya. DEP SEDEP dan MURAH MERIAH! 






16 Nov 2017  Geto Katanya 2

Inikah yang Dinamakan Soto Tangkar?














Menurut sejarahnya, pada zaman penjajahan Belanda, ketika para meneer Belanda akan mengadakan pesta, mereka biasanya memotong sapi untuk pesta tersebut. 
Para meneer akan menyisahkan bagian-bagian tertentu dari sapi yang dipotong untuk diberikan kepada para pekerja diantaranya adalah, bagian kepala, bagian dalam (paru-paru, usus, babat, dll.) serta iga. 
Oleh para pekerja tersebut bagian-bagian itu diolah menjadi makanan yang beragam dan salah satu bagian yaitu iga diolah menjadi makanan yang khas, iga tersebut direbus atau dimasak selama kurang lebih dua jam, setelah itu dimasukkan bumbu atau rempah-rempah, seperti kunyit, lada, daun sereh, daun salam dan santan kelapa. Maka jadilah makanan yang berkuah yang disebut Soto Tangkar. 
Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi hanya mampu membeli tangkar berupa potongan iga yang berdaging sedikit, karena bagian daging sapi yang lain sudah diambil oleh masyarakat penjajah Belanda.


Itulah sejarah dan definisi soto tangkar menurut Wikipedia. Soal sapi, memang benar, daging yang digunakan adalah daging sapi. Waktu makannya, tak jarang aku menemukan beberapa potong tulang iga. Nah, yang menarik perhatianku itu adalah kuahnya itu. Berbeda dengan soto yang biasanya kumakan. Soto tangkar itu agak lebih asin daripada biasanya. Apa karena dari "Warung Betawi Mpok Wati"? Atau, memang begitukah rasa soto tangkar, yang agak lebih asin?

Tapi, tetap soto tangkar itu masih tetap DEP SEDEP. Olahan daging sapi "Warung Betawi Mpok Wati" lumayan gurih. Tidak keempukan, tidak keras pula. Cocoklah dinikmati jika kalian tengah main ke daerah Kunciran Mas Permai, yang tak jauh dari kawasan Ciledug yang lumayan langganan macet di kotamadya Tangerang. Mungkin kalau aku mencicipi soto tangkar dari tempat kuliner lain, aku bisa mendapatkan kesimpulan yang lebih objektif. Namun, soto tangkar yang ini lumayan DEP SEDEP. Jujur, aku kurang mengakrabi soto tangkar. Biasanya aku lebih sering makan soto mi atau soto ayam.

By the way, "Warung Betawi Mpok Wati" ini terletak di Komplek Kunciran Mas Permai Blok K10 Nomor 16, Jalan Gunung Rinjani, Pinang, Tangerang. Harga tiap kuliner yang dijual di sana begitu murah meriah. Selain soto tangkar, warungnya juga menjual nasi uduk, ayam penyet, dan semur.






16 Nov 2017  Immanuel Lubis 0

What's Up Cafe













Halo! Kali ini aku mau membahas kuliner yang dijual oleh What's Up Cafe yang ada di Jalan Kisamaun nomor 152. Itu tak jauh dari  Pasar Lama. Buat kalian yang dari daerah BSD dan Karawaci, lalu kalian mau mengunjungi pusatnya kuliner yang serba DEP SEDEP di kota Tangerang ini, kalian pasti akan melewati kafe yang di dalamnya banyak menjual kuliner yang serba unik dan DEP SEDEP!

Yuk!

CHECK THIS OUT!










Urutannya sesuai arah jarum jam yah. 

Yang pertama, dari pojok kiri bawah, itu namanya Chocolate Magic Uwel-Uwel. Uwel-uwel ini setelah aku amati baik-baik hampir mirip dengan roti atau kue unyil. Kalau tanpa topping apa-apa, uwel-uwel ini masih tetap DEP SEDEP. Sebab rasanya begitu manis (seperti manisnya wajahmu, Shan! 😚). 

Berikutnya, yang kedua itu chocolate banana nugget. Sudah tak perlu dijelaskan banana nugget itu apa (di aplikasi GrabFood, disebutnya pisang ceper coklat). Contohnya bisa dilihat dari post yang ini: Banana Nugget dari Gading Serpong. Banana Nugget versi What's Up Cafe ini lebih ceper tampilannya. Agak gepeng. But, overall, it's still DEP SEDEP! 

Lalu yang ketiga itu ada OOT Barbeque. Eits, jangan salah, OOT ini artinya bukan out of topic, melainkan singkatan dari otak-otak. Well, saat kotaknya dibuka, memang otak-otak. DEP SEDEP. Dagingnya empuk, tidak keras. Walau agak asin sebetulnya (yang bisa tertutupi oleh sambal kacangnya).

Yang terakhir, martabak mi. Ini merupakan martabak telur yang di dalamnya itu banyak topping-nya. Ada bakso, sosis, dan mi. Yup, mi-nya itu ternyata topping utamanya. Yang semakin tambah DEP SEDEP lagi, dilumuri saus tomat dan mozzarella (sambal keju). Yang terakhir inilah yang sangat kusukai. Malah gara-gara martabak mi inilah, aku jadi pengin pesan makanan dari What's Up Cafe. 











Yang di atas tadi struknya. Dari struknya itu, bisa dilihat harganya lumayan murah, selain DEP SEDEP. Tak hanya yang aku pesan juga, kuliner-kuliner lainnya pun sama murahnya. Jadi, jika kalian tengah main ke China Town-nya kota Tangerang, jangan lupa untuk mengunjungi What's Up Cafe yah. 






14 Nov 2017  Immanuel Lubis 0

Ismaya







Dari www.ismaya.com .






"Nama resto-nya terlihat bukan resto ecek-ecek. Bungkus plastik dan bungkus makanannya juga. Saat dibuka, ta-ra, isinya nasi putih, telur ceplok setengah matang, dan beberapa daging yang agak mirip karaage ala Japanese Food. Unik, bukan main!" - Nuel Lubis.






11 Nov 2017  Immanuel Lubis 4

AJ Bakery & Cake













AJ Bakery ini bakery yang terletak di pinggir Jalan Raya Serpong. Tak jauh letaknya dari mal WTC Matahari Serpong, yang di lantai 5-nya, ada arena bowling. Bukanya dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam. 











Bakery ini sudah lama ada. Jika melihat dari cabang pertamanya yang ada di daerah Kelapa Gading, AJ Bakery ini sudah ada sejak tahun 1990. Yang katanya, menurut www.ajbakery.com , AJ Bakery ini ingin menjadi bakery internasional yang menyediakan roti dan kue yang berinovasi, sangat bercita rasa, dan kualitasnya sangat tak boleh diragukan lagi. Memang benar, waktu aku dua kali ke sana. Roti-rotinya berkelas, yang ada sedikit perbedaan dari bakery-bakery yang menjadi saingannya. Dan, menurut testimoni salah satu pengunjungnya, tart cake-nya juga tak bikin eneg di mulut. 













AJ Bakery ini juga berawal dari sebuah usaha home-made dari sebuah keluarga yang rendah hati, yang tinggal di Medan, Sumatera. Awalnya keluarga itu lebih banyak memproduksi wafer, biskuit, dan aneka kue kering (yang merupakan khas pesisir Sumatera). Mungkin karena lambat laun banyak peminatnya--yang saking enaknya, bertumbuh dan berkembanglah menjadi AJ Bakery yang memiliki cabang di mana-mana. Salah satunya, ada di Jalan Raya Kelapa Gading Permai nomor 22. Yah, itulah inspirator dari berdirinya AJ Bakery. 












Cabang pertamanya berada di Jalan Sumagung, Kelapa Gading. Tak jauh sebetulnya dari cabang lainnya, yang berada di Jalan Raya Kelapa Gading Permai. Yang dilihat dari situsnya, outlet AJ Bakery yang ada di daerah Kelapa Gading kurang lebih penampakannya tak jauh berbeda dari yang ada di jejeran ruko Vila Melati Mas. Malah, kelebihan outlet yang ada di Tangerang ini ialah menyediakan aneka jenis kopi. Aku pertama kali tahu bahwa ada beberapa 'bumbu-bumbu' dalam pembuatan kopi dari AJ Bakery ini. Itu sekitar bulan Mei 2016 lalu. Kopi-kopinya juga se-DEP SEDEP segala kue dan rotinya, yang diolah dengan teknologi kekinian yang luar biasa. 






Aku lagi duduk ngemper di dekat AJ Bakery, sambil makan molen pisang buatan AJ Bakery. πŸ˜‹πŸ˜™






Pokoknya, tak salah untuk kalian mengunjungi AJ Bakery ini. Segala roti dan kuenya sangat luar biasa DEP SEDEP. Terakhir kali ke sana, aku membeli molen pisang dan hamburger yang sangat luar biasa menggiurkan. Harganya juga lumayan murah dengan kualitas yang patut diberikan lima jempol. Kelebihan lainnya: AJ Bakery ini salah satu dari sekian bakery lokal yang karya anak bangsa!






9 Nov 2017  Immanuel Lubis 0

Rumah Makan Pondok Lauk













Rumah Makan Pondok Lauk ini merupakan salah satu dari tempat kuliner yang sering dijadikan sebagai tempat kumpul di  keluargaku. Rumah makan yang memiliki banyak menu lokal ini terletak di Jalan Baharudin nomor 34, Kebon Jahe. Tak begitu jauh dari Masjid Raya Al-Azhom, yang menjadi masjid agung-nya kota Tangerang yang ber-akhlakul kharimah. Aku baru searching, katanya rumah makan ini sudah berada di Tangerang sejak tahun 1981. Percaya sih, sebab aku dan  keluargaku sudah sering makan di sana sejak aku masih seorang pelajar SD. 












Begitu kita masuk dalam lewat pintu masuk yang kedua, serasa tengah mengunjungi Bali yang merupakan Pulau Dewata. Anyway, tambahan lagi, Rumah Makan Pondok Lauk ini juga tak jauh dari SMP Strada Santa Maria dan Alun-alun Kota Tangerang.













Biasanya kalau makan di Rumah Makan Pondok Lauk itu, aku dan  keluargaku ke sananya malam hari. Jarang banget pergi ke sana di siang bolong. Pengin sih, coba makan di sana di siang hari. Tapi kayaknya, dilihat dari interiornya yang cukup berbau alam, waktu paling tepat ke sana, yah memang malam hari. Di sana, kita bisa bebas memilih mau makan di dalam ruangan atau luar ruangan. Kalau makan di luar (bukan bawa pulang yah!), yah kita makannya di dalam saung. Persis kayak foto di atas paragraf ini. Nah, gara-gara keberadaan saung itulah, kalau kita makan di Rumah Makan Pondok Lauk bersama keluarga, suasananya dapet banget. Privasi lumayan terjaga. Tidak perlu sungkan dengan para pengunjung yang lainnya. Ngobrol-ngobrol bersama keluarganya bisa menjadi semakin hangat saja. Mengobrol bersama orang-orang tercinta sembari melihat ikan-ikan koi, yang lalu ada alunan dari para penyanyi kafe, mungkin Rumah Makan Pondok Laut ini layak menjadi nominasi dari best family restaurant di kota Tangerang. 

Berikut menu-menunya (dari situs Pondok Laut).











Yang aku paling sangat ingat dari Rumah Makan Pondok Laut itu seperti arena bermain anak, kolam ikan, para penyanyi kafe, otak-otak di awal kunjungan, saung, hingga yang terakhir, es kelapa muda. Mungkin hal-hal yang kusebutkan itulah daya tarik utama Rumah Makan Pondok Laut.












Mungkin karena itulah, Rumah Makan Pondok Laut ini jadi semakin sering didatangi oleh pengunjung. Padahal waktu aku masih kecil, belum pernah seramai itu dipadati saat weekend. Sampai-sampai Papi harus melakukan reservasi dulu, lalu menunggu salah satu mejanya kosong. Foto di atas itulah buktinya. Salah satu bukti bahwa Rumah Makan Pondok Laut ini wajib dikunjungi. Saranku: datanglah pada saat malam hari. Mungkin datang pada jam lima sore, masih dianjurkan. 



















Foto di atas dan di bawah berikut ini merupakan apa yang aku dan  keluargaku makan sewaktu berkunjung ke Rumah Makan Pondok Laut Agustus 2015 yang lalu. Ikan baronang bakar-nya, asparagus-nya, kangkung cah-nya,..... hmm, sangat DEP SEDEP! Memang agak mahal (secara perorangan), namun it's more worthier!
















Mungkin family restaurant-family restaurant seperti Pondok Laut ini, harga tidak menjadi persoalan. Sebab, mungkin yang ditawarkan itu bukan masakannya, melainkan nuansa dan suasana tempatnya. Lagipula, kalau datangnya secara berkala, juga tidak akan bikin bangkrut, bukan? Beramai-ramai pula, lagian.

(Ya iyalah, datang ke tempat kuliner begini sendirian saja, itu sama saja dengan bunuh diri!)





6 Nov 2017  Immanuel Lubis 0